Pengadaan program JHT dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu layanan yang sangat bermanfaat bagi para pekerja di Indonesia. Untuk memaksimalkan layanan ini, pihak BPJSTK selalu berupaya melakukan perbaikan dan menyesuaian terhadap berbagai kebutuhan para pesertanya. Hal ini penting, mengingat berbagai perubahan seperti ini akan membuat sistem di dalam layanan BPJSTK itu sendiri bisa menjadi lebih baik lagi.

Sudah diadakan selama puluhan tahun, program JHT memang memiliki peranan penting di dalam keuangan para pekerja, khususnya untuk masa tua mereka. Beragam perbaikan juga dilakukan untuk mendukung dan membuat layanan yang satu ini semakin maksimal, termasuk dengan membuat sejumlah kebijakan baru. Beberapa waktu yang lalu, pemerintah melalui BPJSTK sudah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan pencairan dana JHT ini.

Kebijakan baru dalam pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 100%

Anda tentu mengetahui jika selama beberapa waktu belakangan, pencairan saldo JHT sebelum masa pensiun hanya bisa dilakukan dengan jumlah yang terbatas, yakni antara 10% dan juga 30%. Namun beberapa waktu yang lalu pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan hal ini, di mana saldo JHT sudah bisa dicairkan hingga 100%, meskipun Anda belum memasuki masa pensiun.

Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa saldo JHT dapat dicairkan sebesar 10%, 30% atau bahkan sekaligus 100% tanpa harus menunggu masa kepesertaan sampai 10 tahun atau usia peserta minimal 56 tahun (masa pensiun). Secara resmi kebijakan ini sudah mulai berlaku dari tanggal 1 September 2015 lalu. Ini tentu akan menjadi sebuah kentungan tersendiri bagi Anda dan peserta BPJSTK lainnya, bukan?

Ketentuan pencairan saldo JHT BPJSTK untuk 10%, 30% dan juga 100%

Bersamaan dengan kebijakan baru tentang pencairan dana JHT, pemerintah juga mengeluarkan ketentuan khusus terkait dengan hal tersebut. Pencairan JHT 10%, 30%, dan juga 100% bisa dilakukan dengan memenuhi beberapa ketentuan berikut ini:

  1. Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2015 yang sudah berlaku mulai 1 September 2015, pencairan saldo JHT BPJSTK untuk 10% dan juga 30% hanya bisa dilakukan oleh peserta yang masih aktif bekerja dan sudah menjadi peserta selama lebih dari 10 tahun saja. Pencairan ini juga hanya bisa dilakukan satu saja (antara 10% atau 30%) dengan peruntukan sebagai berikut: 10% untuk persiapan masa pensiun, atau 30% untuk dana perumahan.
  2. Jika sudah pernah melakukan pencairan 10% atau 30%, maka peserta hanya bisa melakukan satu kali pencairan sekaligus di masa yang akan datang, yakni 100% ketika yang bersangkutan berhenti bekerja.
  3. Pencairan 100% sekaligus hanya bisa dilakukan oleh peserta yang sudah berhenti bekerja (Resign, keluar ataupun PHK). Proses ini bisa dilakukan 1 bulan setelah yang bersangkutan berhenti bekerja.
  4. Pencairan saldo JHT BPJSTK 100% ini hanya bisa dilakukan jika disertai dengan paklaring (surat tanda berhenti bekerja dari perusahaan), jika perusahaan sudah tutup, maka surat ini bisa diminta kepada Disnaker.
  5. Data diri pada KTP harus benar-benar sama dengan Kartu Keluarga (KK). Jika terdapat perbedaan, maka harus mengambil surat keterangan/ koreksi dari pihak Kelurahan setempat.
  6. Pencairan saldo JHT BPJSTK tidak dapat diwakilkan, kecuali untuk peserta yang sudah meninggal dunia. Namun jika peserta mengalami cacat total, maka pencairan ini bisa diwakilkan dengan menyertakan surat kuasa.
  7. Jika kartu BPJS hilang, maka peserta bisa melakukan pencairan dengan menyertakan surat kehilangan dari kepolisian setempat, di mana surat ini harus memuat nomor kartu peserta BPJS yang bersangkutan.
  8. Khusus untuk peserta yang berhenti bekerja, pencairan saldo JHT hingga 100% bisa dilakukan, tepatnya 1 bulan setelah tidak lagi bekerja, meskipun usia kepesertaan belum mencapai 10 tahun.

Syarat pencairan JHT BPJSTK 10% dan 30%

Pencairan saldo JHT 10% dan 30% hanya bisa dilakukan ketika peserta masih aktif bekerja dan hanya memilih salah satu di antara kedunya. Berikut ini adalah ketentuan untuk mencairkan saldo JHT 10% atau 30% berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2015:

-Peserta telah bergabung setidaknya 10 tahun belakangan. -Peserta masih berstatus sebagai pekerja aktif di perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa syarat pencairan saldo JHT BPJSTK 10% atau 30% yang harus dipenuhi:

-Kartu BPJSTK atau Jamsostek (Asli dan fotokopinya) -KTP atau paspor (Asli dan fotokopinya) -KK (Asli dan fotokopinya) -Surat keterangan dari perusahaan, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih bekerja. -Buku tabungan yang aktif (Asli dan fotokopi) -Dokumen tentang parumahan (khusus pencairan 30%)

Syarat pencairan BPJSTK 100%

Untuk mencairkan saldo JHT 100%, para peserta BPJSTK juga harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

-Sudah tidak aktif bekerja (resign/ PHK). -Kartu BPJSTK atau Jamsostek. -Paklaring dari perusahaan, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah berhenti bekerja dari perusahaan). -KTP atau SIM (Asli dan fotokopi). -Kartu Keluarga (Asli dan fotokopi). -Buku tabungan yang aktif (Asli dan fotokopi). -Pas foto ukuran 3x4 dan 4x6, masing-masing 4 lembar (jika dibutuhkan).

Prosedur pengajuan pencairan saldo JHT BPJSTK

Prosedur pencairan saldo JHT BPJSTK bisa dilakukan dengan beberapa langkah mudah berikut ini:

-Bawa semua syarat yang diperlukan untuk proses pencairan ini. -Datangi kantor cabang BPJSTK terdekat di wilayah Anda. -Isi formulir pengajuan pencairan JHT BPJSTK dengan lengkap. -Tandatangani surat pernyataan yang menyatakan Anda sudah tidak aktif bekerja lagi saat ini di perusahaan manapun. -Ceklis semua kelengkapan berkas yang Anda lampirkan. -Lakukan sesi wawancara dan foto. -Transfer semua saldo JHT BPJSTK Anda ke rekening tabungan Anda.

Cairkan JHT Anda di saat yang tepat dan manfaatkan dengan maksimal

Dana JHT menjadi hak Anda sebagai pekerja di tanah air. Saat ini Anda sudah lebih leluasa untuk mencairkan dana JHT ini, bahkan hingga 100% sekaligus. Namun hal ini juga tetap harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Pastikan Anda mencairkan dana JHT BPJSTK ini di saat yang paling tepat, agar Anda bisa mendapatkan manfaat maksimal dari pencairan tersebut.