Memahami bahwa ekuitas adalah hal yang penting bagi perusahaan

Perusahaan memiliki banyak hal yang menarik untuk dibahas, terutama terkait dengan berbagai sistem kerja yang diterapkan di dalamnya. Jika dalam skala yang kecil perusahaan masih bisa dikelola langsung oleh pemiliknya, maka hal berbeda justru ditemukan dalam perusahaan-perusahaan besar. Biasanya perusahaan dalam skala besar ini sudah harus dikelola dengan manajemen yang lebih profesional, termasuk dengan mempekerjakan orang-orang yang lebih kompeten di bidang tersebut.

Pemilik tidak terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan, hal ini tentu sudah sangat lumrah ditemukan di dalam perusahaan-perusahaan yang besar. Kondisi seperti ini tidak hanya mempengaruhi menajemen perusahaan, namun juga berbagai hal lainnya di dalam perusahaan, termasuk aset-aset perusahaan tersebut. Pemilik akan memiliki hak dan kepentingan tersendiri di dalam perusahaan, di mana semua ini tentu harus diatur sesuai dengan kebijakan dan aturan yang tepat. Di dalam sistem pengaturan ini, ekuitas menjadi hal penting yang harus selalu dicermati dengan baik.

Memahami defenisi ekuitas dan elemennya

Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang bisa diartikan sebagai kekayaan bersih perusahaan. Berdasarkan PSAK (2002) Pasal 49, pengertian akuitas merupakan hak residual terhadap aktiva perusahaan sesudah dikurangi dengan seluruh kewajiban perusahaan. Jika melihat pengertian tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa ekuitas adalah sebuah perkiraan yang menunjukkan porsi hak ataupun kepentingan pemilik perusahaan terhadap aset yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Dalam defenisi yang lebih sederhana, ekuitas dirumuskan sebagai jumlah seluruh aktiva dikurangi jumlah seluruh pasiva. Ekuitas menjadi porsi hak pemilik perusahaan, di mana porsi ini akan dihitung berdasarkan selisih yang terdapat di antara aktiva dan kewajiban perusahaan tersebut. Berdasarkan hal ini, jelas ekuitas ini bukanlah tolak ukur dalam menentukan nilai perusahaan itu sendiri.

Ekuitas ini berasal dari modal investasi yang diberikan/ diinvestasikan oleh pemilik perusahaan ditambah dengan hasil usaha yang didapatkan dari aktifitas perusahaan tersebut. Di dalam prakteknya, ekuitas ini bisa saja berkurang karena beberapa hal, seperti: pembagian keuntungan, terjadinya kerugian di dalam perusahaan, penarikan kembali sejumlah modal oleh pemilik perusahaan, dan yang lainnya. Selain itu, akuitas ini juga memiliki beberapa elemen yang berbeda. Elemen ekuitas ini bisa saja berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Setidaknya, ada 5 elemen ekuitas yang terdapat di dalam perusahaan.

Modal disetor

Modal disetor merupakan sejumlah dana yang disetorkan oleh pemilik perusahaan/ pemegang saham kepada perusahaan. Modal ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian, antara lain:

-Modal saham. Modal ini merupakan seluruh jumlah nominal saham yang sudah diedarkan oleh perusahaan. -Agio/ Disagio Saham. Ini merupakan selisih antara jumlah setoran modal pemegang saham dengan jumlah nominal saham yag sudah beredar. Agio merupakan selisih yang terjadi di atas nominal saham, sedangkan Disagio merupakan selisih yang terjadi di bawah nominal saham. Di neraca, Agio ini akan ditambahkan kepada modal saham, sedangkan Disagio ini akan langsung diuangkan.

Laba tidak dibagi

Laba tidak dibagi adalah kumpulan laba dari tahun-tahun sebelumnya, di mana laba ini memang tidak dibagikan sebagai deviden kepada para pemilik saham. Laba ini bersumber dari dalam perusahaan. Saat memiliki saldo debit, maka posisi ini akan disebut defisit. Di dalam prakteknya, modal laba yang tidak dibagi ini sewaktu-waku bisa saja diminta oleh pemilik perusahaan/ pemegang saham sebagai deviden. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pada umumnya perusahaan akan membuat cadangan-cadangan untuk laba yang tidak dibagi ini.

Modal penilaian kembali

Modal penilaian kembali merupakan silisih yang terdapat antara nilai aktiva-aktiva perusahaan yang diambil dengan membandingkan nilai buku periode sebelumnya (buku lama) dengan nilai buku periode terbaru. Selisih ini akan didapatkan ketika perusahaan melakukan proses penilaian kembali pada aktiva perusahaan.

Modal sumbangan

Modal sumbangan merupakan sejumlah modal yang didapatkan perusahaan dari pihak lain, di mana aktiva ini merupakan sumbangan.

Modal lain-lain

Modal lain-lain ini bisa saja didapatkan dari sumber yang berbeda-beda, salah satunya laba yang tidak dibagi oleh perusahaan. Sejumlah laba tidak dibagi ini bisa saja dibuat menjadi cadangan laba yang tidak dibagi, sehingga pemilik perusahaan tidak dapat memintanya sebagai deviden. Ketika sejumlah laba tidak dibagi dicadangkan, maka dana ini sudah tidak lagi bisa diminta sebagai deviden oleh pemilik perusahaan. Penempatan laba tidak dibagi ini bisa saja dilakukan pada beberapa kebutuhan perusahaan, seperti: cadangan pelunasan obligasi, cadangan keperluan ekspansi perusahaan, cadangan penurunan jumlah persediaan, dan yang lainnya.

Pahami ekuitas perusahaan dengan tepat

Akuitas perusahaan menjadi hal penting yang akan mempengaruhi kondisi keuangan sebuah perusahaan, meskipun tidak mempengaruhi nilai jual perusahaan itu sendiri. Penting untuk memahami tentang akuitas perusahaan ini dengan tepat, terutama untuk orang-orang yang memiliki kepentingan terhadap hal tersebut di dalam perusahaan.