Kehadiran situs belanja online kian mempermudah masyarakat dalam berbelanja. Kini, orang tak lagi keluar rumah dan menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja. Cukup mengakses situs belanja online dari rumah, barang akan langsung dikirimkan. Dari sekian banyak situs belanja yang tengah naik daun, Bukalapak mendapat sambutan hangat. Sayangnya, kasus penipu Bukalapak turut menghancurkan reputasi situs belanja ini.

Link Phising untuk Mengubah Akun Pembeli

Mengubah akun pembeli jadi salah satu modus penipuan yang kerap terjadi di Bukalapak. Beberapa orang mengaku dihubungi oleh pihak supplier atau seller. Penipu mengatasnamakan toko dimana pelanggan memesan suatu barang. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi ketika penipu menggunakan link phising.

Promo untuk Mengklik Link Tertentu

Biasanya, pelanggan akan dihubungi melalui chat Whatsapp, SMS, maupun telepon. Mereka diarahkan ke situs http://info.pengiriman.unaux.com yang sama sekali tidak berhubungan dengan Bukalapak.

Jika Tergiur, Korban Akan Terburu-buru Mengklik Link

Teknik phising ini sebenarnya telah populer beberapa tahun terakhir. Bahkan banyak kasus penipuan lain yang menggunakan teknik phising, selain situs belanja online. Pelanggan seringkali terburu-buru mengklik link situs yang diberikan, karena tergiur promo harga murah. Padahal link tersebut berisikan formulir yang meminta seluruh data pribadi pelanggan. Jika pelanggan mengisinya dengan benar, otomatis penipu Bukalapak berhasil mengelabui mereka.

Pengambilan Data Pribadi

Adapun data pribadi yang terlampir dalam formulir adalah nama akun, nomor ponsel, serta password. Ketika Anda membagikan seluruh data tersebut, penipu akan mengakses akun Bukalapak milik Anda secara langsung. Saat Anda mengakses kembali akun Bukalapak, sistem tidak bisa menampilkan akun tersebut. Dengan kata lain, akun Anda sudah dibobol oleh penipu.

Pembatalan Pesanan dan Pencairan Uang

Lewat akun inilah penipu melancarkan aksi jahatnya kepada korban. Mereka akan segera membatalkan pesanan yang dilakukan di Bukalapak. Sistem Bukalapak akan segera membatalkan pesanan dan mengembalikan pembayaran ke rekening Bukadompet. Uang tersebut bakal dicairkan sesegera mungkin oleh penipu Bukalapak. Anda justru menjadi pihak yang paling dirugikan disini.

Untuk mencegah tindak kriminal serupa, ada baiknya berhati-hati dengan link url yang dibagikan. Sebisa mungkin, jangan memberi tahu nama akun beserta password kepada orang lain. Hak Anda untuk merahasiakan seluruh data pribadi dari pihak Tokopedia sekalipun. Nah, bijak pula saat melakukan proses transaksi. Jangan terlalu mudah diiming-imingi harga murah, kalau Anda tidak ingin mengalami penipuan!

Sudah banyak kasus serupa yang terjadi pada pelanggan lain. Mereka seringkali membuka link url tanpa rasa curiga sedikitpun. Seller terpercaya tidak akan mengarahkan Anda ke halaman situs yang tidak berhubungan dengan Bukalapak. Oleh sebab itu, teliti dan cermati secara seksama apapun yang dibagikan oleh oknum tak bertanggung jawab, yakni penipu Bukalapak.

Proses Pembayaran Berhasil, Pengiriman Tak Kunjung Dilakukan

Selain mengirim link phising, adapula modus penipuan lain yang terjadi pada pelanggan Bukalapak. Kali ini, sang korban mengaku tidak menerima pesanan usai melakukan pembayaran. Berikut adalah beberapa modus yang sering dilancarkan.

Beralasan Kehabisan Stok

Penipu biasanya memberi banyak alasan kepada korban terkait stok barang. Alasan yang paling banyak digunakan adalah kehabisan stok barang dan harus menunggu beberapa waktu. Setelah ditunggu dalam tenggat waktu yang dijanjikan, barang ternyata tak juga dikirimkan. Pelanggan justru diarahkan untuk mengisi formulir '91feedback'92.

Tanpa disadari, formulir ini justru mengarah pada konfirmasi penerimaan barang. Kebanyakan pelanggan tidak peduli dengan formulir '91feedback'92 ini, sehingga mengisinya dengan segera. Penipu Bukalapak tentu memanfaatkan momen tersebut untuk meraup keuntungan.

Menonaktifkan Kontak Setelah Pembeli Mengkonfirmasi

Usai tombol konfirmasi ditekan, penipu langsung menonaktifkan seluruh kontak dan akun yang dimiliki. Tinggallah korban yang kebingungan dengan ulah sang penipu. Sayangnya, korban baru menyadari aksi penipuan beberapa hari kemudian. Mereka mengaku tidak menerima barang, padahal sudah menyelesaikan pesanan.

Pengiriman Fiktif

Bukan hanya barang tidak dikirimkan, modus penipuan yang sama juga disiasati dengan pengiriman fiktif. Kasus ini kerap terjadi pada produk-produk elektronik atau berharga mahal, seperti smartphone, laptop, atau kamera digital. Aksi penipuan yang dilakukan yakni mengelabui korban dengan melakukan proses pengiriman fiktif. Penipu Bukalapak umumnya menggunakan jasa kurir online, seperti Gojek atau Grab.

Menggunakan Ojek Online Sebagai Pengganti Jasa Cargo

Pada satu kasus, korban menyadari adanya keanehan pada proses pengiriman barang. Saat itu, korban memesan smartphone dengan harga sangat murah, bahkan setengah dari harga toko. Tergiur dengan harga tersebut, korban memesan dari seller yang reputasinya tak begitu bagus. Pengiriman barang menggunakan jasa ojek online untuk mempersingkat waktu.

Keanehan pertama terjadi, yakni tidak ada satu pengemudi pun yang mau menerima orderan. Padahal ada begitu banyak driver ojek yang terlihat dari layar smartphone. Ketika dilakukan konfirmasi, driver mengaku bahwa seller tidak dapat dihubungi. Korban akhirnya menanyakan langsung kepada seller. Jawaban mengejutkan muncul, seller justru meminta korban melunasi langsung pesanan.

Menariknya, korban segera tersadar dengan aksi penipuan tersebut. ia tidak langsung mengiyakan permintaan penipu Bukalapak untuk mentransfer pembayaran. Pesanan justru dibatalkan untuk memutus hubungan dengan penipu. Tiba-tiba saja seorang driver menerima orderan pengiriman barang ke korban. Driver mengaku kalau seller meminta proses pengiriman diselesaikan langsung di tempat. Artinya, pengiriman fiktif dengan mengandalkan ojek online.

Penipu Bukalapak Berikan Resi Palsu kepada Pelanggan

Satu lagi modus penipuan yang sering terulang di Bukalapak, yakni resi aspal. Resi asli tapi palsu sebenarnya bukan hal baru pada belanja online. Banyak online shop penipu yang sering menggunakan modus ini untuk mengelabui para korban. Umumnya, penipu akan mengirim sebuah resi yang seolah-olah bukti nyata.

Resi pengiriman dibuat semirip mungkin dengan resi asli. Kalau Anda teliti, sebenarnya ada hal janggal dari resi aspal ini. Entah kode resi yang tidak ditemukan saat proses tracking atau tidak sesuai dengan ongkos kirim yang dibayarkan. Penipu Bukalapak ini mungkin bisa menggambarkan kronologis resi aspal yang jadi modus penipuan.

Suatu ketika, korban ingin memesan sebuah smartphone dari merchant rekanan Bukalapak. Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, mereka menyepakati satu harga. Korban pun mentransfer dana sesuai kesepakatan harga tersebut melalui Bukalapak. Keanehan pertama terjadi dimana kode resi bukanlah dari Jakarta yang jadi kota asal seller, namun kota Batam.

Korban masih berpikir positif, bisa jadi seller juga bertindak sebagai dropshipper. Alih-alih menerima barang usai dibagikan resi, korban justru menerima SMS berisi konfirmasi barang diterima. Pada saat itu, korban merasa tidak menerima barang apapun. Untungnya korban sadar kalau SMS tersebut mengarah ke laman konfirmasi di Bukalapak. Ia tidak mengikuti instruksi yang diberikan, justru mengambil tindakan lain.

Tidak mau tertipu, korban akhirnya menghubungi pihak Bukalapak untuk menahan dana yang dikirimkan. Bukalapak langsung menindaklanjuti hal tersebut atas aduan yang dilayangkan pelanggan. Aksi sigap korban setidaknya menghindarkan korban dari aksi penipu Bukalapak. Seharusnya, semua pelanggan memiliki reaksi yang sama ketika menemukan kejanggalan pada proses pemesanan.