Investasi saat ini banyak menarik banyak kalangan masyarakat karena keuntungannya. Seperti yang kita tahu bahwa dengan berinvestasi kita dapat mendapatkan keuntungan dari bunga yang diperoleh. Dalam dunia investasi ada satu jenis bunga yang perlu diketahui yang dikenal dengan istilan bunga berbunga.

Bunga berbunga merupakan bunga yang dihitung dari jumlah investasi pokok ditambahkan dengan bunga yang telah diperoleh sebelumnya dan akan terakumulasi dari waktu ke waktu. Berbeda dengan bunga tunggal yang dihitung berdasarkan investasi pokok saja, dengan menerapkan sistem bunga berbunga ini keuntungan dari suatu investasi akan lebih tinggi apalagi jika diimplementasikan dalam jangka panjang.

Contoh dari penerapan sistem bunga berbunga ini misalkan bunga yang ditentukan sebesar 10% per tahun dengan investasi pokok Rp.1.000.000. Dalam perhitungan bunga tunggal maka setiap tahun bunga yang diperoleh sebesar Rp.100.000. Sedangkan pada penerapan bunga berbunga, jumlah bunga yang diterima pada bulan pertama akan diakumulasikan ke tahun berikutnya. Untuk perhitungannya yaitu investasi pokok Rp.1.000.000 ditambah dengan bunga sebelumnya yaitu Rp.1.100.000, jadi untuk tahun berikutnya bunga yang diperoleh Rp.110.000 demikian akan berlanjut ke tahun berikutnya.

Perhitungan keuntungan investasi

Dalam investasi terdapat istilah ROI (Return on Investment) yang merupakan sebuah ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi keuntungan dari sebuah investasi dibandingkan dengan modal awal yang disetorkan. Perhitungan ini cukup penting karena dengan ROI kita bisa mengetahui potensi keuntungan yang akan kita dapatkan.

Selain itu dengan menggunakan perhitungan ROI investor juga akan tau jika semakin besar dana yang diinvestasikan bukan berarti investasi tersebut potensial. Karena perhitungan keuntungan investasi dipengaruhi oleh masing masing instrument investasi yang kita pilih. Sebagai contoh seseorang yang mulai berinvestasi dengan modal Rp.2.000.000 dengan ROI 10% dibandingkan dengan seseorang yang mulai investasi dengan modal Rp.1.000.000 dengan ROI 50%. Maka keuntungan yang lebih besar bisa didapat dari seseorang yang berinvestasi Rp.1.000.000 dengan ROI 50%. ROI yang besar akan menunjukkan tingkat keuntungan yang lebih lambat dibandingkan begitu pula sebaliknya.

Cara perhitungan ROI cukup mudah, secara umum rumus perhitungannya adalah jumlah total penjualan dari hasil investasi dikurangi dengan biaya investasi. Kemudian hasilnya dibagi dengan biaya investasi dan dikalikan 100%. Sebagai contoh Investasi awal sebesar Rp.10.000.000. Penghasilan yang dihasilkan dari investasi Rp.11.000.000 selama satu tahun. Maka perhitungan ROI nya adalah (11.000.000 – 10.000.000) / 10.000.000 x 100% = 10%

Dengan adanya hal ini penting untuk menghitung ROI secara berkala untuk dapat mengoptimalkan keuntungan investasi. Untuk menghitung ROI ini selain bisa dilakukan secara manual, sekarang sudah banyak situs yang dapat dipergunakan untuk melakukan perhitungan ROI.

Mulai investasi bunga berbunga sejak dini

Untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dari bunga berbunga ini, investasi disarankan dimulai sejak dini. Selain karena keunggulan dari bunga berbunga, jangka waktu dalam berinvestasi juga sangat menentukan hasil investasi yang didapatkan dari bunga majemuk itu sendiri. Dari penjelasan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa semakin lama berinvestasi dengan sistem bunga berbunga, hasil yang akan kita dapatkan juga semakin tinggi.

Simulasinya jika seseorang mulai berinvestasi pada umur 25 tahun waktu hingga pension sekitar 35 tahun. Sedangkan untuk seseorang yang mulai berinvestasi di umur 40 tahun waktu yang bisa digunakan untuk mengumpulkan hasil investasi hingga pension sekitar 20 tahun. Hal ini tentunya akan mempengaruhi hasil dari keuntungan bunga investasi yang akan diperoleh. Selain itu dengan mulai berinvestasi sejak usia muda akan lebih bermanfaat bila dibandingkan dengan membiarkan uang tabungan di rekening tanpa dapat berkembang lebih banyak.

Penerapan lain dari bunga berbunga

Penerapan dari sistem bunga berbunga sendiri bukan hanya pada investasi melainkan bisa juga pada pinjaman. Untuk itu disarankan untuk menghindari bunga ini untuk produk pinjaman karena untuk jenis pinjaman bunga berbunga akan memberikan beban pembayaran angsuran yang semakin tinggi. Hal ini dikarenakan bunga yang dihasilkan akan semakin besar seiring dengan lamanya periode angsuran. Misalkan kita memiliki cicilan hutang Rp.1.000.000 dengan bunga 10%, setiap bulannya bunga yang perlu dibayarkan Rp.100.000 hingga periode pinjaman selesai.

Namun jika menerapkan sistem bunga berbunga, bunga yang dibayarkan untuk bulan pertama memang Rp.100.000 sedangkan untuk pembayaran cicilan bulan berikutnya bunga bisa saja bertambah. Apalagi jika periode cicilan berlangsung lama dan pinjaman dalam jumlah yang besar. Misalkan saja untuk cicilan rumah, mobil, atau jenis pinjaman lain dengan nominal yang besar, presentase bunga yang nantinya harus dibayarkan juga akan semakin besar.

Demikian infromasi mengenai investasi bunga berbunga serta penerapan dalam hal lain. Pada dasarnya sistem bunga berbunga merupakan sesuatu yang menguntungkan selama bisa dikelola dengan baik. Namun jika diterapkan untuk pinjaman disini akan menyebabkan bunga yang akan dibayarkan semakin tinggi.