Banyak orang yang sering mendengar investasi tapi tidak tahu pengertiannya. Sebetulnya pengertian investasi sudah bisa dimengerti jika seseorang menyimpan dana pada suatu periode tertentu. Penyimpanan dana itu diharapkan akan memberikan timbal balik berupa keuntungan. Setidaknya adalah meningkat nilai-nilai yang disebut investasi itu sendiri.

Apa yang dimaksud dengan Investasi

Investasi sendiri adalah sebuah istilah yang digunakan untuk kegiatan seperti itu. Namun hubungan itu adalah akumulasi dari bentuk aktiva demi meraih keuntungan.  Lalu apa bedanya dengan investor? Hal itu merupakan orang yang melakukan investasi atau penanaman modal. Bagi para pembisnis, investasi bukanlah istilah asing karena berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut dengan ekonomi atau keuangan.

Tapi tidak hanya dalam bentuk uang, investor bisa menanamkan modal seperti memperbesar usahanya untuk keperluan sosial misalnya. Penanaman modal pasti memiliki tujuan, di antara lainnya adalah:

Mendapatkan Pendapatan Tetap

Dalam hal ini, seorang investor memang harus menerima keuntungan atau royalty. Wajar karena merupakan hak untuk mendapatkan beberapa persen dari perusahaan secara rutin. Apalagi investor sudah menanamkan modal pada perusaahaan tersebut. Jika tidak kekurangan bahan baku, itu adalah jaminan untuk seorang investor.

Memperbesar Usaha

Menanamkan modal kepada supplier adalah upaya untuk terus memperoleh pasar dalam penjualan produk. Persaingan antara perusahaan yang bergerak di bidang serupa pun persaingannya bisa berkurang atas adanya investasi. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atas memperluas usaha karena itulah banyak pengusaha melakukan investasi.  Dari situlah manfaat investasi dari langkah memperbesar usaha.

Investasi yang Bermanfaat

Investasi dalam bisnis bermanfaat jika mengacu kepada pengertian dalam bentuk penanaman modal tersebut. Investasi yang bermanfaat antara lain adalah:

Meningkatkan Aset

Nilai yang berkali-kali lipat dari harga semula atau saat membelinya adalah salah satu hasil dari meningkatkan asset. Hal itu adalah salah satu hasil dari cara membeli tanah atau properti dari masa lalu. Inilah investasi karena tujuan utamanya adalah untuk menjadi kebutuhan hidup di masa depan. Contoh lainnya adalah berinvestasi emas yang bertujuan untuk dijual di masa depan.

Memenuhi Kebutuhan di Masa Mendatang

Masa depan selalu membutuhkan dana anak, terutama dalam hal pendidikan. Maka dari itu seseorang lebih baik mengalokasikan dananya hanya untuk hal yang penting saja. Maka dari itu seseorang harus bergaya hidupnya menjadi lebih hemat dan sederhana saja. Di sisi lain, lebih baik berkomitmen untuk berinvestasi daripada berhutang. Sebab orang akan berfikir untuk menyimpan dana daripada hutang yang menumpuk di masa depan.

Berbagai Jenis Investasi dan Bentuknya

Pada umumnya, bentuk investasi yang akan membuat keuangan menjadi lebih baik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Investasi Pada Aktiva Riil

Investasi seperti emas, properti, tanah, logam mulia dan lain-lain adalah penanaman dana dalam bentuk kasat mata atau dapat dilihat secara fisik oleh seseorang.

Investasi Pada Aktiva Finansial

Sementara saham, deposito dan lain sebagainya dalam bentuk-bentuk sederhana juga bisa dilakukan oleh seseorang pada aktiva finansial ini. Kemudian, investasi juga dapat dilakukan seseorang dalam bentuk surat-surat berharga seperti saham, deposito dan lain sebagainya. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah bentuk investasi yang tersedia dan umum dilakukan:

Deposito

Keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu yang telah disepakati akan diberikan kepada investor sebagai jaminan. Perusahaan itu akan mendapatkan penyimpanan uang sebagai modal yang ditanam. Tapi investasi dalam bentuk berjangka dan bersertifikat adalah hal yang membedakan deposito.

Saham

Perusahaan-perusahaan besar umum dilakukan investasi berupa saham yang merupakan bentuk lain dari asetnya tersebut. Seperti memiliki asset dari setengah total yang dimiliki, misalnya seperti 50 persen dari suatu perusahaan tersebut.

Obligasi

Bentuk suar berharga yang menunjukan kepemilikan adalah pembuatan saham secara umum. Tapi obligasi, dilakukan  dengan cara berbisnis yang menyediakan jasa peminjaman modal secara umum. Tapi cara investasi obligasi itu memiliki keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito karena tingginya bunga yang dipatok.

Reksadana

Jika utang sudah tidak mungkin dibayarkan, obligasi akan lebih berisiko sehingga peminjam modal kemungkinan besar akan bangkrut. Sementara reksadana lebih popular di kalangan masyarakat dan pebisinis karena dana yang terkumpul dan dikelola oleh manajer itu adalah himpunan uang secara kolektif.

Investasi Properti

Reksadana yang merupakan tempat berkumpulnya para investor karena untung rugi akan dibagikan rata. Berbeda dengan jenis investasi properti karena bukan uang, melainkan bangunan seperti non riil. Tapi harga jual properti yang jarang turun membuat bentuk investasi ini terbilang paling menguntungkan. Bahkan investasi properti cenderung selalu naik karena penanaman modal ini dilakukan untuk masa depan di makin sempitnya lahan untuk tinggal.

Emas

Tidak hanya properti, investasi barang juga bisa dalam bentuk emas dan sama-sama lebih menguntungkan daripada bentuk yang riil. Keuangan dan ekonomi selalu berhubungan dengan suatu istilah investasi ini karena berkaitan dengan bentuk aktiva dan harapan bisa mendapatkan keuntungan untuk masa depan.

Cara Mempelajari Rumus Investasi

Penanaman modal lebih sering disebut investasi. Tapi investasi memiliki arti pembelian dan produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi jika dilihat dari teori ekonomi. Hanya saja investasi lebih sering digunakan untuk barang produksi yang akan datang. Contohnya seperti pembangunan pabrik atau rel kereta api. Investasi sendiri memiliki suatu komponen PDB dengan rumus PDB = C + I + G + G + (X – M).

Investasi non residential seperti pabrik dan investasi residential seperti mesin atau rumah baru yang merupakan pembagian dua fungsi pada aspek investasi. Bisa dilihat kaitannya seperti rumus I = (Y,i) karena investasi adalah fungsi tingkat bunga dan pendapatan.

Investasi yang lebih besar akan mendorong pendapatan pada suatu pertambahan. Dibandingkan dengan meminjam uang, minat untuk berinvestasi akan turun ketika tingkat bunga lebih tinggi.

Produk-produk Investasi

Tingkat bunga menunjukan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjam untuk mendapatkan bunga. Meski pun suatu perusahaan lain memilih dananya sendiri untuk berinvestasi. Sementara surat berharga atau efek merupakan beberapa produk investasi yang bisa dikenali. Instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangan itu adalah definisi efek seperti:

  • Surat Berharga
  • Saham atau obligasi
  • Bukti hutang atau promissory notes
  • Bunga atau juga partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif
  • Reksadana
  • Hak untuk membeli suatu saham atau rights
  • Garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrument yang bisa diperjualbelikan.

Tapi perlu diketahui juga bahwa investasi bisa membawa risiko keuangan jika gagal. Biasanya, faktor keamanan baik dari bencana alam, manusia atau ketertiban hukum menyebabkan kegagalan investasi.