Keinginan punya bisnis sendiri biasanya setelah merasa uang kerja kantoran masih belum terasa cukup. Banyak yang sudah sempat mulai kepikiran untuk mulai mengembangkan bisnis sendiri untuk menjadi seorang entrepreneur.

Pengertian Entrepeneur

Apa itu Entrepreneur? Wirausahawan atau Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru. Ia juga tahu cara menentukan produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan dan mengatur permodalan operasinya.

Perbedaan Entrepreneur dengan profesi lainnya

Entrepreneur memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan profesi lainnya seperti punya kesempatan untuk mewujudkan cita-cita. Dari situlah seorang entrepreneur punya kesempatan untuk menciptakan perubahan dan mencapai potensi penuh dirinya sendiri. Sebab ia lakukan untuk menuai keuntungan yang mengesankan sehingga memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan usaha. Setelah itu, seorang entrepreneur dapat melakukan apa pun yang disukai termasuk untuk bersenang-senang.

Namun entrepreneur juga memiliki kekurangan karena ia memiliki ketidakpastian pendapatan. Tidak ada jaminan akan mendapatkan cukup uang untuk bertahan hidup setelah mendirikan dan menjalankan bisnisnya. Bahkan entrepreneur punya risiko kehilangan seluruh investasi karena tingkat kegagalan bisnis kecilnya relatif tinggi. Jam kerjanya pun panjang dan harus terus bekerja keras. Berdasarkan survei, 65 persen dari wirausahawan mencurahkan waktunya 40 jam atau bahkan lebih setiap minggunya untuk perusahaan mereka.

Alhasil, kualitas hidup seorang entrepreneur biasanya lebih rendah sampai bisnis itu didirikan. Apalagi tanggung jawabnya kompleks, sehingga banyak pengusaha diharuskan untuk membuat keputusan mengenai isu-isu di luar bidang ilmu. Maka dari itu seorang entrepreneur jangan mudah putus asa. Ia membutuhkan dedikasi, disiplin dan keuletan untuk mengatasi setiap permasalahannya.

Sikap Entrepreneur

Sikap-sikap umum yang ditemui entrepreneur biasanya selalu ada keinginan untuk preferensi tanggung jawab atas risiko yang lebih besar.  Sebab wirausahawan tidak mengambil risiko secara liar, melainkan memperhitungkan terlebih dahulu risiko yang akan diambil. Tapi ia selalu punya keyakinan akan kemampuan mereka untuk berhasil. Maka dari itu seorang entrepreneur memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka untuk berhasil dan segera menghasilkan.

Tingginya energi seorang entrepreneur sering terlihat energik daripada rata-rata orang lain. Sebab ia memiliki orientasi terhadap masa depan. Tapi wirausahawan terkadang kurang peduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang akan dilakukan besok. Namun keahliannya dalam pengorganisasian membuat mereka tahu bagaimana menempatkan orang tepat di tempat yang tepat.

Seorang entrepreneur secara efektif mampu menciptakan sinergi antara orang dan pekerjaan sehingga memungkinkan wirausahawan untuk mewujudkan visi menjadi kenyataan. Salah satunya adalah nilai prestasi atas uang.

Cara Agar Menjadi Seorang Entrepreneur

Kunci untuk mengidentifikasi jiwa pengusaha adalah dengan cara melihat karakter seseorang, khususnya pada hal-hal yang menjadi kebiasaan alami dan dapat dilakukan dengan baik.

Menggali Diri

Setiap dari kita memiliki susunan krakter tertenetu yang menjadikan kita apa adanya. Tema karakter digunakan untuk menggambarkan unsur-unsur yang membentuk susunan. Mengetahui karakter seseorang adalah permulaan. Tema karakter adalah inti, seperti pusat bola salju yang mengumpulkan lebih banyak salju ketika menggelinding menuruni bukit.

Kreatif

Bila seseorang dengan kreativitas sebagai tema karakter yang dominan akan memiliki kemampuan lebih untuk mengatasi situasi adaptasi dan perubahan dibandingkan dengan kreativitas lebih rendah.  Pengalaman hidup dapat mengembangkan dan memperkuat tema karakter, tetapi dapat juga menguranginya.

Memulai Usaha

Ada empat kategori menjadi wirausahawan untuk memulai usaha:

  • a) Penemu: mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau ideologi.
  • b)Inovator: menerapkan sebuah teknologi baru atau metodelogi untuk memecahkan masalah baru.
  • c) Marketer: Mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau subtitusi yang lebih efisien.
  • d) Oportunis: Pada dasarnya sebuah broker dan pialang yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan jasa diberikan serta komisinya.

Kemampuan

Keterampilan yang dibutuhkan oleh para pengusaha dapat dikelompokan menjadi tiga area utama, yaitu keterampilan teknis seperti menulis, mendengarkan, presentasi lisan, pengorganisasian, pembinaan, bekerja salam tim dan teknis tahu bagaimana.

Masih banyak keterampilan lagi yang lainnya. Tapi dalam beberapa keterampilan, membedakan pengusaha dari manajer termasuk disiplin, pengambilan risiko, inovatif, teguh, kepemimpinan yang visioner dan berorientasi terhadap perubahan.

Menghindari Kesalahan Umum

Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh wirausahawan saat menjalankan awal bisnisnya adalah dalam soal pengelolaan. Yaitu kurangnya pengalaman karena manajer bisnis perlu memiliki pengalaman jika ingin mengembangkan usahanya.

Hal itu berguna juga untuk mengontrol keuangan karena bisnis yang sukses perlu kontrol keuangan yang tepat. Upaya pemasaran pun lemah karena membangun konsumen untuk bertambah secara berkesinambungan membutuhkan usaha, pemasaran secara terus-menerus dan kreatif.

Entrepreneur di Indonesia

Sekitar setengah dari populasi Indonesia adalah penduduk di bawah 30 tahun dan usia kerja tumbuh sekitar 2 juta pertahunnya. Dengan meningkatnya jumlah populasi usia kerja, Indonesia membutuhkan lebih banyak pekerjaan. Rerata sebuah perusahaan hight-impact, menciptakan 300 pekerjaan berkualitas dengan laju penciptaan lapangan kerja lima kali lebih cepat dari rata-rata perusahaan pada umumnya. Ini menandakan pentingnya high impact entrepreneur terhadap penciptaan lapangan kerja.

Upaya untuk menumbuhkan komunitas entrepreneur yang produktif dan membangun ekosistem dinamis sejak 2016 hingga 2018, perlu fasilitas lebih dari 2.000 jam pendampingan untuk entrepreneur. Selain itu perlu penyelenggaraan lebih dari 50 acara dengan total hapir 8.000 peserta.

Oleh akrena itu, diharapkan Indonesia akan memiliki wirausahawan yang tidak hanya menyelesaikan masalah di pasar, tetapi juga bisa tumbuh untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja.