Saat ini investasi saham semakin menun jukkan eksistensinya di dunia keuangan. Bursa Efek Indonesia atau BEI merupakan pasar modal terbesar di Indonesia yang menyediakan emiten. Apakah emiten itu? Emiten ialah perusahaan yang menjual sahamnya ke publik melalui BEI.

Dengan beriventasi saham, seorang investor berpotensi mendapatkan pasif income atau penghasilan pasif yang besarnya bisa melebihi gaji seorang manajer di perusahaan. Bagi kamu yang tertarik untuk membeli saham di BEI, minimal pembeliannya sebesar 1 lot atau sama dengan 100 lembar. Per lembar saham dijual dengan harga yang berbeda, tergantung pada perusahaannya.

Nah, sebelum kamu beranjak ke BEI untuk membeli saham, pahamilah dulu saham yang bagus untuk investasi seperti yang terangkum di bawah ini.

Amati Perkembangan Imbal Investasi Saham

Saham adalah surat berharga atas perusahaan. Membeli saham berarti memiliki hak atas kepemilikan perusahaan tersebut. Investasi saham merupakan investasi jangka panjang yang bersifat high risk high return, yakni berisiko tinggi meski imbal hasil tinggi.

BEI mencatat bahwa dari Januari – 19 Desember 2018, terjadi penurunan IHSG sebesar 4,31% dan indeks LQ45 (daftar 45 saham pilihan dengan kapasitas pasar tinggi) melemah hingga lebih dari 10,07%.

Meskipun terjadi penurunan yang cukup besar pada beberapa saham, masih ada saham yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, antara lain:

  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 122,22%
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 72,36%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) 21,6%
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 19,06%
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 18,86%.

Apabila kamu ingin berinvestasi saham, amati dulu perkembangannya dari jauh-jauh hari. Pilihlah saham yang kondisinya cenderung stabil, dimana jarang sekali terjadi penurunan dan berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Melihat Peluang Sektor Saham

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah hal yang harus diperhatikan sebelum membeli saham. Pada kondisi tertentu, IHSG dapat mencapai level 6.700 dan hal ini jelas sangat menguntungkan pemilik saham dan pihak investor.

Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Edwin saat diwawancarai oleh tim Cermati.com mengatakan, “Untuk investasi saya sarankan digenjot mulai dari sekarang sampai April. Setelah April, akan terlihat penurunan kinerja emiten dan investor pasti akan menyesuaikan diri melakukan aksi jual. Jadi jangan sampai terperangkap di level atas. Itu strateginya,”

Sektor Konsumer

Berikut ini saham-saham pilihan dalam sektor konsumer atau barang konsumsi yang memiliki kapitalisasi pasar besar, antara lain:

  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
  • PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
  • PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
 dan masih banyak lainnya.

Sektor Telekomunikasi

Saham-saham pilihan dalam sektor telekomunikasi, meliputi:

  • PT Telkom Tbk (TLKM)
  • PT Indosat Tbk (ISAT)
  • PT XL Axiata (EXCL)
  • PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Sektor Logam

Saham-saham pilihan dalam sektor logam, yaitu:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)
  • PT Vale Indonesia (INCO)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Timah Tbk (TINS)
 dan lainnya.

Sektor Perkebunan

Saham-saham dalam kategori sektor perkebunan, antara lain:

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT SMART Tbk (SMAR)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
 dan lainnya.

Sektor Semen

Saham-saham yang berada pada sub sektor semen, yaitu:

  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
  • PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)
  • PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
 dan lainnya.

Edwin menambahkan, “sektor CPO (Crude Palm Oil) dan perkebunan masih berat. Sedangkan semen masih turunan sektor properti dan konstruksi hampir sama kondisinya. Sektor properti kena dampak kenaikan suku bunga, dan masih akan berlanjut di 2019,”.

Prediksi Kenaikan Suku Bunga dan Harga BBM

Pada tahun 2019 ini diprediksi akan terjadi kenaikan suku bunga yang berpengaruh pada pasar modal dan perekonomian di dunia. Termasuk Indonesia.

“Saya rasa kondisinya masih belum baik karena kenaikan suku bunga belum selesai, likuiditas masih ketat. Kalaupun investor asing masuk ke sini lebih karena memanfaatkan momentum Pilpres dan Pileg lantaran banyak kepentingan ke arah sana serta belum melihat dampak kenaikan suku bunga,” kata Edwin.

Kondisi perekonomian dalam negeri diprediksi akan terjadi moderat sebesar 5%. Maka untuk mencegah naiknya defisit pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), perlu adanya kenaikan BBM setidaknya Rp 500,- per liter. Seperti yang diterangkan Edwin.

Yuk Investasi Saham Mulai Sekarang!

Berdasarkan gambaran IHSG dan jenis saham yang bagus untuk investasi di atas, tentunya kita sudah memiliki sedikit gambaran tentang investasi saham apa yang tepat untuk kita. Sedari dini, ayo siapkan dana khusus untuk investasi sebagai bekal keuangan di masa depan. Jangan biarkan dirimu merasakan pedihnya hidup tanpa penghasilan hanya karena usia yang semakin menua!