Apakah sebelumnya Anda pernah mendengar istilah dari investasi? Setiap profesi mengartikan investasi dengan makna yang berbeda-beda. Akhirnya, instrumen yang digunakan juga memiliki berbagai macam bentuk. Namun, secara umum investasi adalah aset yang dimiliki seseorang.

Apa Sebenarnya Definisi Dari Investasi Itu? Bagaimana Penerapannya

Untuk memiliki sebuah aset, cara yang dilakukan setiap orang tidaklah sama karena dalam penerapan memiliki instrumen dan jenis yang berbeda. Pengertian investasi jika ditanyakan pada beberapa profesi memiliki arti yang berbeda. Namun, mempunyai kandungan makna yang sama, yaitu membeli barang demi menghasilkan profit. Intinya berinvestasi merupakan sarana untuk menabung demi mempersiapkan masa depan. Contohnya:

  • Bagi seorang akademisi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan bagian dari instrumen investasi yang dimiliki. Karena dengan hal tersebut, akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Bahkan saat ini banyak yang memilih pendidikan sampai jenjang Doctoral (S-3).
  • Bagi penduduk desa, membeli sawah bisa menjadi salah satu bentuk dari investasi. Karena dari tahun ke tahun, harga sawah beranjak naik. Pemilik bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dari harga saat pembelian. 
 Dari berbagai uraian di atas, bentuk investasi memang beragam. Lalu, sebenarnya bagaimana definisi dari investasi itu? Investasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan membeli suatu aset (properti) dengan berharap bahwa nilai jualnya akan mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun.

Jenis Investasi Terdiri Dari Beragam Bidang

Melakukan sebuah investasi tidak hanya terpaku oleh besaran uang saja. Di era serba modern ini, setiap benda memiliki nilai jual yang dapat di investasikan. Sehingga, diperkirakan mendapat keuntungan di masa depan. Berikut ulasannya:

Berinvestasi pada bidang logam mulia

Kebanyakan untuk berinvestasi di bidang ini menggunakan emas sebagai instrumennya. Hal ini dikarenakan setiap tahun harga emas mengalami kenaikan. Selain itu, penjualan emas yang dinilai mudah juga menjadi salah satu alasan utama untuk menyimpannya.

Selain menggunakan instrumen emas, ada juga yang memakai logam mulia jenis lain. Seperti berlian dan platinum. Akan tetapi, harga yang dibandrol terbilang mahal, bahkan bisa ratusan juta rupiah, sehingga tidak semua orang dapat memilikinya.

Berinvestasi pada bidang keuangan

Jika Anda ingin menghasilkan profit yang lebih besar, tidak ada salahnya untuk mencoba berinvestasi pada bidang keuangan. Bentuknya pun beragam dan bisa dipilih sesuai dengan keinginan. Misalnya seperti reksadana, saham, obligasi, deposito dan lain sebagainya.

Saat ini, investasi saham mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia. Berinvestasi bidang keuangan ini bisa mendatangkan profit yang jauh lebih besar. Namun, risiko yang didapatkan juga terbilang tinggi. Seperti pepatah mengatakan bahwa “high risk high return”.

Apabila tertarik untuk berinvestasi di bidang keuangan perlu Anda belajar dengan mengikuti training SPM (Sekolah Pasar Modal) yang biasanya diselenggarakan oleh pihak BEI (Bursa Efek Indonesia). Di sini Anda akan diberi pengetahuan seputar dunia pasar modal.

Berinvestasi pada Bidang Jaringan Pertemanan

Tahukan Anda, dengan menambah pertemaman bisa melakukan sebuah investasi? Anda bisa membidik calon pelanggan baru kemudian tawarkan produk tertentu. Misalnya:

Berinvestasi pada bidang bisnis

Perlu diketahui bahwa untuk membangun bisnis tidak melulu harus menggunakan modal dengan jumlah besar. Berbekal gadget dengan menjadi reseller, bisa menjadi salah satu caranya.

Investasi dengan startup

Untuk jenis ini hingga sekarang masih menjadi trend, terbukti orang-orang IT berlomba-lomba dalam mengembangkan start up yang ingin diusungnya. Seperti Google, Facebook, Intagram dan lain sebagainya.

Mengapa Investasi Diperlukan?

Mempersiapkan masa depan sedini mungkin perlu dilakukan. Karena manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari-hari selanjutnya. Oleh karena itu, investasi bisa menjadi sarana terbaik untuk menyiapkannya dengan matang.

Berinvestasi juga bisa melawan adanya inflasi yang mengalami kenaikan harga setiap tahunnya. Sebagai contoh, jika zaman dahulu membeli permen bisa menggunakan uang sebesar Rp50, untuk saat ini demi medapatkannya memelurkan minimal uang dua kali lipat, yakni Rp. 100.

Mulailah berinvestasi dari hal yang mudah dilakukan. Jangan terlalu memikirkan nominal yang banyak saat melakukannya. Namun, juga perhatikan apa saja risiko yang di dapat. Dengan begitu, keuntungan maksimal bisa Anda dapatkan.

Antara Investasi dan Inflasi

Setiap tahunnya, inflasi cenderung terus bergerak dan menyerang keuangan Anda. Persiapan sejak dini perlu dilakukan, terutama dalam hal investasi. Yang paling terasa akibat inflasi adalah kenaikan harga secara cepat.

Moment tersebut bagai pisau yang bermata dua. Di sisi lain, dapat memberi keuntungan untuk pelaku investasi, namun di sisi lain akan memberi efek buruk pada perekonomian dan menurunkan harga uang terhadap tukaran dolar. Jika memandang nilai bisnis, saat harga turun, maka belilah berbagai macam benda yang dapat diinvestasikan. Kemudian, jual lah saat nilai tersebut naik dalam titik maksimal.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa investasi adalah sarana untuk menyiapkan masa depan untuk melawan adanya inflasi. Pilihlah instumen investasi sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang Anda miliki, sehingga akan lebih mempermudah dan mengurangi risiko yang ada.