Di masa pandemi seperti ini kita dihadapkan oleh berbagai permasalahan yang muncul. Tidak hanya dari aspek kesehatannya saja, dari aspek perekonomian pun kita terdampak imbasnya. Kita jadi harus memutar otak agar bisa bertahan di saat kondisi perekonomian menjadi tidak stabil seperti ini.

Dari sinilah pembahasan mengenai pengaturan keuangan dan investasi semakin merebak. Banyak orang yang mulai tersadarkan pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Bukan hanya sekedar dapat bertahan hidup selama sebulan dengan gaji yang ada, tetapi juga dapat mengelolanya dengan baik agar dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Beragam Saran Pengelolaan Uang di Tengah Pandemi

Ada banyak saran yang bertebaran di berbagai media sosial tentang pengelolaan uang di tengah pandemi. Mulai dari mengurangi konsumsi minuman boba atau kopi susu lalu mengalihkannya menjadi tabungan, sampai mulai belajar untuk berinvestasi.  Ada yang menyarankan untuk mulai belajar tentang saham, ada juga yang menyarankan untuk mempelajari tentang reksa dana. Namun pilihan saya jatuh kepada P2P Lending.

Yang akan kita bahas di sini adalah P2P Lending. Mulai dari apa itu P2P Lending sampai siapa saja yang cocok melakukan investasi P2P Lending. Langsung saja kita masuk ke bagian pertama.

Apa Itu P2P Lending?

Sederhananya P2P Lending atau peer-to-peer lending adalah kegiatan pinjam atau memberikan pinjaman secara daring di dalam sebuah tempat atau marketplace. Jadi ada beberapa marketplace semacam bukalapak, shopee, atau yang lain yang menawarkan fasilitas khusus untuk kegiatan pinjam meminjam.

Nah, marketplace ini yang nantinya akan menjadi penghubung peminjam dan pemberi pinjaman. Kegiatan pinjam meminjam ini akan diawasi oleh marketplace tersebut sehingga transaksi menjadi lebih aman. Prosesnya pun dilakukan secara online. Jadi prosesnya lebih praktis.

Kelebihan P2P Lending

Ada beberapa kelebihan yang bikin kita makin tertarik untuk investasi P2P Lending nih.

Pertama, return-nya tinggi. Dalam waktu setahun kita bisa mendapatkan return sebesar 18-19%. Return yang tinggi ini dikarenakan tidak ada fee untuk perantara. Sehingga, pemberi pinjaman bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Peminjam pun mendapat bunga yang kompetitif.

Selain itu, proses investasi ini dilakukan secara online. Sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan bank atau perkantoran yang memproses ini secara offline.

Kedua, dana yang kita investasikan cukup terjangkau. Sebagai pemberi pinjaman, kita bisa melakukan investasi sejumlah Rp 5000.000. Kalau dibandingkan dengan Reksadana, P2P Lending memang masih terlihat membutuhkan dana yang tinggi. Tetapi kita perlu ingat, P2P Lending juga menawarkan return yang tinggi. Jadi, jangan langsung menunda investasi ya gaess.

Keamanan dan Risiko P2P Lending

“Aman gak nih pinjemin uang secara online? Ntar duitku gak dibalikin. “

Nah, keraguan itu memang kerap muncul ketika kita mau memberikan dana pinjaman. Dalam investasi P2P Lending ini hal itu bisa juga terjadi. Risiko lainnya yang bisa kita terima ketika melakukan investasi ini adalah pihak peminjam telat membayar.

Untuk itu kita perlu berhati-hati ketika memilih marketplace atau memilah profil peminjam ketika berinvestasi.  Penting untuk kita mencari informasi terkait marketplace dan peminjam, lalu menganalisa tingkat keamanannya. Hal ini sebagai tindakan pencegahan agar risiko-risiko tersebut bisa kita hindari.

Ketika risiko tersebut terjadi, pihak marketplace tidak diperbolehkan untuk mengambil alih pinjaman. Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam POJK 77 yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Risiko P2P Lending sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak peminjam.

Meski begitu, bukan berarti marketplace lantas bisa lepas tangan ketika terjadi masalah seperti ini. Marketplace atau platform bertanggung jawab untuk melakukan penagihan kepada peminjam sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan OJK.

Pertimbangan dalam Memilih P2P Lending

Bahan pertimbangan lain yang perlu kita analisis sebelum memilih marketplace mana yang dirasa aman untuk melakukan investasi adalah statistik pinjaman P2P Lending. Biasanya di dalam situs marketplace, tertera jumlah pinjaman yang disalurkan dan juga pinjaman yang tidak dibayar. Dari sini kita bisa mempertimbangkan sendiri, apakah marketplace ini terpercaya.

Reputasi marketplace juga menjadi bahan pertimbangan yang penting. Dengan melihat jajaran manajemennya, kita bisa mencari tau apakah mereka pernah terlibat dalam masalah keuangan. Atau mungkin kita bisa menilai sendiri dari informasi yang kita dapat, untuk menilai apakah jajaran manajemen dan perusahaan memiliki pengalaman yang cukup baik di industri keuangan.

Kalau di Investree, ada proses evaluasi dan analisa yang harus dilewati oleh pihak calon peminjam.  Selain itu ada profil risiko dari pihak peminjam. Sehingga pihak pemberi pinjaman bisa memilih dan mempertimbangkan sendiri tingkat risiko sebelum berinvestasi.

Resiko saat Melakukan Investasi P2P Lending

Resiko lain yang bisa Anda temui saat melakukan investasi P2P Lending adalah soal likuiditas. Jika kita bandingkan dengan investasi saham, ketika kita membutuhkan uang kita bisa saja langsung menjual saham meski dengan harga diskon lalu tidak lama kemudian kita bisa mencairkan dana.

Berbeda dengan hal tersebut, ketika kita berinvestasi P2P Lending dan membutuhkan cairan dana, kita harus menunggu sampai akhir masa pinjaman dana. Kita tidak bisa mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

Jadi, pastikan bahwa dana yang kita investasikan tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Selain itu kita juga harus menyiapkan antisipasi-antisipasi jika hal semacam ini terjadi.

Mengenal Investree

Mari mengenal Investree sebagai salah satu P2P Lending yang terpercaya

Apa Itu Investree?

Investree merupakan salah satu marketplace yang memberikan ruang untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dan pemberi dana. Di sini Anda bisa memberikan pinjaman dana melalui P2P Lending.  Selain itu di Investree Anda juga bisa membeli Reksa Dana atau Surat Berharga Nasional (SBN).

Pinjaman yang bisa Anda lakukan di sini adalah pinjaman bisnis. Jadi dana yang akan kita pinjamkan bukan untuk membayar cicilan perorangan ya, tetapi untuk membantu para pebisnis yang membutuhkan dana. Ada 4 tipe pinjaman yang bisa Anda lakukan di sini, yaitu invoice financing, buyer financing, working capital term loan, dan pinjaman toko online.

Anda pun juga bisa mengajukan diri sebagai peminjam dana. Segala aktivitas pendanaan maupun meminjam dana di Investree dilakukan secara online. Buat orang-orang yang mager keluar rumah, apalagi di masa pandemi yang mengharuskan kita untuk social distancing gini, bisa sih memanfaatkan platform ini untuk berinvestasi.

Aman kah berinvestasi di Investree?

Nah, salah satu cara untuk mengetahui apakah marketplace yang Anda pilih itu aman Anda bisa mencari informasi apakah marketplace yag Anda pilih berada dalam pengawasan OJK. Biasanya terdapat ikon yang menunjukkan bahwa kegiatan mereka telah mendapat ijin dan diawasi oleh OJK.

Anda pun juga bisa melihat testimoni yang tersedia di website Investree untuk memastikan keamanannya. Selain itu Anda juga mencari informasi lain seputar reputasi Investree untuk lebih meyakinkan dirimu.

Bagaimana Tingkat Keberhasilan (TKB) dari Investree?

Di website Investree juga tertera tingkat keberhasilan (TKB) penyelesaian kewajiban pinjam meminjam. Hingga artikel ini ditulis, Investree memiliki tingkat keberhasilan sebesar 99,71%. TKB ini wajib dicantumkan oleh marketplace sebagai pihak penyelenggara pinjam meminjam, karena ini salah satu wujud pelaksanaan prinsip transparansi.

Yang dimaksud dengan TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan marketplace penyelenggara -peer-to-peer lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam, hingga 90 hari terhitung sejak jatuh tempo. Istilah lain yang berkaitan dengan P2P Lending, yakni TWP90. TWP 90 adalah ukuran tingkat kelalaian penyelesaian kewajiban dalam perjanjian, di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

Langkah-langkah berinvestasi dengan Investree

Sebelumnya sudah disinggung nih tips-tips memilih marketplace yang dirasa aman untuk berinvestasi. Ketika Anda sudah melihat reputasi dan merasa yakin dengan pilihanmu, Anda bisa memulai untuk berinvestasi.

Membuat Akun

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ketika akan berinvestasi di Investree adalah membuat akun.  Anda bisa klik kolom dengan tulisan berikan pinjaman. Atau bisa juga dengan mengklik kolom pendanaan, pilih tentang pendanaan, lalu klik mulai mendanai sekarang.

Selanjutnya Anda diharuskan untuk mengisi data diri, lalu klik Buat Akun. Anda juga perlu mengunggah KTP dan menandatangani kontrak P2P Lending secara digital.

Mempertimbangkan Calon Peminjam

Langkah kedua, jika Anda sudah terdaftar sebagai investor Anda akan mendapatkan notifikasi berupa daftar peminjam yang memerlukan dana. Dari situ kita bisa melihat total pinjaman, bunga, profil perusahaan peminjam, dan deskripsi usaha. Berikut salah satu contoh notifikasinya.

Di tahap ini Anda bisa memilih calon peminjam mana yang akan Anda danai. Pertimbangkan juga risiko dari calon peminjam yang Anda pilih. Kita tidak harus memberikan pinjaman total sebesar yang dibutuhkan peminjam. Kita bisa memberikan sebagiannya saja. Bagian lain yang belum terpenuhi akan dipenuhi oleh investor lain.

Menyetorkan Dana

Langkah ketiga, ketika Anda sudah memilih pinjaman. Anda harus menyetorkan dana. Kalau penyetoran dana tidak dilakukan hingga waktu yang ditentukan, maka pendanaanmu akan gugur dan diganti dengan investor lain.

Setoran dana akan dikirimkan ke rekening virtual atas nama peminjam di salah satu bank. Setelah setoran dana beres, investor akan menerima notifikasi bahwa pendanaan sudah dilakukan, pinjaman pun sudah berjalan dengan tenor, dan pemberitahuan tanggal jatuh tempo.

Penarikan Dana

Langkah keempat yaitu penarikan dana. Ketika pinjaman sudah dibayar lunas, investor bisa melanjutkan untuk memberi pinjaman ke yang lain, atau mencairkan dana. Untuk mencairkan dana, yang perlu Anda lakukan hanya mengisi bagian pencairan dana yang sudah tersedia di dashboard Investree.

Siapakah Yang Cocok Melakukan Investasi P2P Lending?

Kalau dilihat secara sekilas, investasi P2P lending ini cocok untuk investor muda. Mengingat kini mulai bermunculan marketplace yang menawarkan jasa perantara peminjam dan pemberi pinjaman secara online, tentunya hal ini sangat menarik minat anak muda. Karena proses yang serba online ini membuat transaksi bisa dilakukan di mana saja selama bisa mengakses internet. Selain itu, transaksi secara online dirasa praktis bagi sebagian anak muda.

P2P Lending termasuk investasi yang cukup mudah dipelajari.  Tidak terlalu rumit untuk mempelajari prosesnya. Sehingga bagi pemula yang ingin belajar investasi, investasi model ini sangat cocok. Meski begitu Anda juga harus mempelajari lebih dalam lagi agar Anda terhindar dari risiko-risiko investasi yang merugikan.

Modal Investasi P2P Lending

Investasi P2P Lending ini termasuk investasi dengan modal kecil.  Dana yang Anda setorkan masih dalam jangkauan jutaan. Bahkan beberapa marketplace, membolehkan minimal pendanaan mulai dari Rp100.000. Sehingga cocok buat Anda yang ingin mengembangkan pendapatan.

Meski dana yang disetorkan termasuk kecil, return yang didapat juga tinggi. Dalam setahun Anda bisa mendapatkan return sebesar 14% hingga 20%.

Tapi jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan resikonya. Ini juga menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh P2P Lending, Anda bisa menganalisa calon peminjam dan Anda sendiri melalui profil peminjam yang tersedia di marketplace yang Anda pilih. Jadi, Anda bisa memilih sendiri calon peminjam dana Anda.

Kesimpulan

Pada intinya P2P Lending ini termasuk investasi modal kecil, berupa memberikan pinjaman melalui sebuah marketplace. Investasi ini bisa Anda lakukan secara online. Salah satu marketplace yang menyediakan jasa perantara P2P Lending adalah Investree. Investasi model ini cocok untuk pemula karena tidak begitu rumit untuk mempelajarinya. Jadi, bagaimana? Tertarik untuk berinvestasi P2P Lending? Semoga informasi ini dapat membantu!