Anak-anak mencerna informasi dengan cepat sejak mereka masih berusia dini, dan masa-masa tersebut adalah momen yang tepat untuk membentuk perilaku finansial yang positif. Ini akan sangat berguna bagi masa depannya.

Namun Anda mungkin bertanya-tanya, konsep uang dan pengaturan finansialnya sendiri terkadang masih relatif sulit di mata orang dewasa, lalu bagaimana caranya memperkenalkan tentang edukasi  uang pada anak sedini mungkin?  Cara berikut mungkin dapat membantu Anda memberikan edukasi uang pada anak berdasarkan dengan usianya masing-masing.

Cara Edukasi Uang Pada Anak Usia Prasekolah Dan TK

Di usia 4-6 tahun, anak-anak mulai menggunakan dan memahami bahasa. Mereka memandang dunia sebagian besar baru lewat sudut pandangnya sendiri saja. Mereka baru bisa terkoneksi dengan satu situasi atau satu objek saja. Namun mereka sudah dapat memperoleh belajar tentang bagaimana mengatur suatu hal sederhana atau mengklasifikasikan sesuatu ke dalam kelompok.

Perkenalkan Konsep Uang

Perkenalkan anak usia dini dengan uang koin terlebih dulu. Ajari mereka nilai masing-masing koin dan dorong mereka untuk menyimpan uangnya dalam sebuah celengan. Jelaskan bahwa uang yang mereka simpan akan terus bertambah apabila mereka terus menyimpannya di sebuah tempat.

Gunakan Celengan Yang Dapat Mereka Lihat

Celengan pada umumnya, seperti celengan berbentuk ayam, babi, atau karakter lainnya mungkin sudah cukup. Tapi anak-anak tidak bisa melihat pertumbuhan uang yang mereka simpan. Cobalah mengganti celengannya dengan toples atau jar transparan. Dengan memilih celengan seperti ini, mereka dapat melihat bahwa uang bertambah setiap kali mereka menyisihkan uang dan akan membuat mereka semakin semangat dalam menabung.

Ajarkan Dengan Contoh

Sebuah studi menunjukkan bahwa kebiasaan mengelola uang pada anak-anak terbentuk sejak usia mereka menginjak 7 tahun. Di usianya ini mereka paling jeli melihat apa yang orang tuanya lakukan dan menirunya. Termasuk soal mengelola uang. Jelaskan apa yang Anda lakukan ketika Anda menggunakan kartu ATM atau membayar belanjaan bulanan. Anak-anak seusianya sangat observasif dan akan belajar banyak konsep uang dengan mengamati Anda dan menirunya.

Tunjukkan Bahwa Beberapa Kebutuhan Akan Memerlukan Uang

Orang tua biasanya hanya berkata bahwa mainannya dibeli dengan harga sekian rupiah atau perlu sekian rupiah untuk membeli sepeda untuknya. Akan tetapi anak mungkin tidak lekas paham apa maknanya. Maka, bantu mereka dengan mengambil sejumlah uang dari celengannya, bawa uang tersebut ke toko, misalnya untuk membeli cemilan kesukaannya, lalu secara langsung berikan uangnya pada kasir. Tindakan sederhana ini akan memberikan dampak yang lebih daripada hanya sekadar penjelasan dengan kata-kata.

Cara Edukasi Uang Pada Anak Usia SD Dan SMP

Di usia 7-14 tahun, anak akan mulai mengembangkan pola pikir yang logis dan konkrit. Mereka dapat memahami massa, volume, dan pemahaman simbolisasi berbagai hal, seperti sejumlah uang atau daya beli yang diwakili dengan mata uang tertentu. Mereka juga mulai berpikir secara abstrak, yang membuat mereka dapat belajar melalui permainan, ilustrasi, dan diskusi.

Ajarkan Tentang Opportunity Cost

Beritahu anak dengan kalimat sesederhana, “jika kamu membeli video game ini, kamu tidak akan punya uang untuk membeli sepatu itu.” Di usianya tersebut, anak seharusnya sudah mampu menimbang keputusannya dan bagaimana dampaknya.

Berikan ‘Komisi’, Bukan Hanya Uang Jajan

Di Indonesia, lazimnya anak akan diberi uang jajan oleh orang tua. Jika orang tua punya uang lebih, anak mungkin akan mendapatkan uang jajan lebih pula. Namun cobalah untuk tidak sekadar memberi anak uang jajan semata-mata hanya karena mereka mau atau meminta. Berikan uang jajan dengan jumlah yang tetap setiap periode misalnya mingguan atau bulanan.

Di luar itu, jika mereka menginginkan uang lebih, dorong mereka untuk melakukan pekerjaan rumah seperti membantu cuci piring atau membuang sampah dan berikan mereka ‘komisi’ yang sesuai dengan pekerjaannya. Konsep ini akan membantuk anak paham bahwa uang itu ada karena dihasilkan, bukan karena mereka meminta.

Bimbing Mereka Untuk Menghindari Pembelian Yang Impulsive

Seringkali anak merengek meminta dibelikan sesuatu ketika Anda mengajaknya pergi ke department store atau ke swalayan. Anak di usiaa ini tahu betul caranya memanfaatkan pembelian yang impulsif, terutama jika menggunakan uang orang lain. Menyerah pada rengekan mereka memang mudah. Tapi cobalah untuk membiarkan anak Anda menggunakan uang yang mereka punya sendiri untuk membayarnya.

Tetapi sebelum itu, minta mereka untuk menunggu hingga minimal satu hari sebelum membeli sesuatu di atas harga Rp 100.000, misalnya. Barang yang mereka inginkan kemungkinan besar masih ada keesokan harinya, tapi mereka bisa membuat keputusan pembelian itu dengan lebih tenang dan masuk akal.

Tekankan Pentingnya Memberi Pada Sesame

Ketika anak Anda mulai menghasilkan sedikit uang—dari hasil membantu pekerjaan rumah misalnya—ajari mereka tentang berbagi pada sesama. Mereka bisa memilih untuk berbagi pada rumah ibadah, acara amal, atau bahkan pada seseorang yang mereka kenal yang sedang memerlukan bantuan. Pada akhirnya, anak akan mengerti bahwa tindakan berbagi ini tidak hanya berdampak pada orang yang mereka beri, tapi juga berdampak pada diri mereka sendiri.

Cara Edukasi Uang Pada Anak Remaja

Anak remaja usia 15 tahun ke atas mulai menunjukkan adanya keinginan untuk menjadi lebih mandiri. Mereka juga sudah dapat memahami konsep yang lebih rumit dan lebih bertanggung jawab terhadap rencana-rencana masa depannya.

Ajari Anak Perasaan Cukup

Kebanyakan anak usia remaja menghabiskan banyak waktu di media sosial. Di sana mereka melihat kehidupan teman-temannya, kerabatnya, bahkan orang asing. Sesekali Anda pasti akan mendengar mereka membanding-bandingkan diri dan berkata, “temanku punya ponsel terbaru, masa’ aku masih pakai ponsel lama ini?”

Perasaan cukup harus dimulai dari hati. Biarkan anak Anda paham bahwa ponsel lama mereka—yang sebenarnya masih tergolong model baru—masih berfungsi dengan baik untuk berkomunikasi. Jika Anda memang ingin memberikannya ponsel baru, berikan sebagai kejutan ulang tahun atau pada saat momen penting lainnya, seperti kelulusan sekolah.

Bantu Mereka Mencari Cara Untuk Menghasilkan Uang Sendiri

Anak usia remaja sebetulnya memiliki banyak waktu luang. Di sela-sela sekolah, belajar, dan ekstrakurikulernya—jika ada—bantu mereka menemukan ide untuk menghasilkan uang sendiri. Ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh remaja misalnya menjadi tutor untuk anak yang lebih muda, memulai bisnis online, atau menjual kerajinan tangan buatan mereka. Mereka tidak perlu menghasilkan uang yang banyak karena esensinya adalah mengajarkan mereka perilaku finansial yang positif.

Di mata Anda,  anak mungkin masih tampak terlalu kecil untuk bekerja sendiri tapi ini cara edukasi uang pada anak yang tepat agar mereka tumbuh menjadi orang yang mandiri.

Berikan Mereka Tanggung Jawab Mengelola Rekening Tabungan

Ketika anak Anda beranjak remaja, Anda sudah bisa membuatkan rekening tabungan yang akan ia kelola sendiri. Hal ini akan meningkatkan kemampuan pengelolaan uang mereka dan akan mempersiapkan mereka untuk mengelola jumlah uang yang lebih besar di masa depan nanti.

Dorong Mereka Untuk Menabung Untuk Tujuan Yang Lebih Besar

Anak Anda mungkin masih tergolong di bawah umur dan mereka masih merupakan tanggung jawab Anda. Tapi tidak ada salahnya mendorong mereka untuk menabung demi tujuan yang lebih besar misalnya untuk traveling, atau bahkan untuk biaya kuliah dan membeli kendaraan sendiri.

Akan lebih baik jika mereka dapat menghasilkan uang sendiri, misalnya dengan berjualan online sendiri atau menjadi tutor untuk anak-anak. Jumlah tabungan mereka mungkin tidak seberapa tapi tujuan dari cara ini adalah untuk mendidik mereka dan membuat mereka merasa bangga bisa berkontribusi untuk hidupnya sendiri.

Kenalkan Anak Pada Konsep Kredit

Bantu anak Anda memahami konsep dan pro kontra dari membeli sesuatu secara kredit. Jelaskan dengan sederhana bagaimana cara kerja hutang, bagaimana dampaknya jika memiliki kewajiban membayar cicilan dan jenis hutang seperti apa yang sehat dan tidak sehat. Anak mungkin masih sangat jauh dari kemungkinan memiliki kredit sendiri, tapi ini Anda dapat menanamkan prinsip-prinsip perilaku finansial yang bijak sedini mungkin.

Ajarkan Tentang Cara Membuat Budget Sederhana

Saat remaja adalah saat yang tepat membangun kebiasaan dan keterampilan budgeting sederhana bagi anak. Sekecil apapun penghasilan anak, mereka harus belajar pentingnya membuat rencana untuk uang mereka sendiri.

Anda juga dapat melatih skill ini dengan mengikutsertakan anak dalam membuat rencana budget untuk kegiatan keluarga, misalnya arisan atau liburan ke luar kota.

Perkenalkan Mereka Tentang Compound Interest

Anak Anda mungkin belum akan terjun untuk berinvestasi sendiri, tapi tidak ada istilah terlalu cepat untuk mengenalkan konsep investasi pada mereka. Gunakan bahasa yang sederhana untuk menjelaskan tentang compound interest atau lebih baik lagi, Youtube punya banyak video yang bisa membantu Anda menjelaskan ini dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

Bangun Suasana Yang Menyenangkan Dan Tidak Mengapa Jika Masih Ada Kesalahan

Memberi edukasi uang pada anak bukanlah sesuatu yang bisa langsung selesai dalam beberapa menit atau beberapa hari. Agar anak memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya, dibutuhkan waktu yang konsisten dan komitmen dari keluarga inti.

Untuk itu bangun suasana yang menyenangkan ketika mengajari anak, misalnya lewat permainan kecil bersama keluarga. Selain itu, tidak masalah jika di tengah proses pembelajaran dan kebiasaannya, anak melakukan kesalahan. Berikan ruang untuk mereka memperbaiki kesalahannya dan jangan mudah menyerah.

Edukasi uang pada anak di setiap tahapan usianya akan memakan waktu yang tidak sebentar. Prosesnya juga tidak akan mudah. Tapi jika Anda ingin mereka paham bagaimana mengelola uang mereka dengan benar ketika mereka dewasa nanti, membimbingnya sejak dini akan sangat berguna.