Kekhawatiran produk asuransi kesehatan mengandung unsur riba masih bergejolak di masyarakat Indonesia. Padahal, tahukah kamu ada asuransi kesehatan syariah yang dijamin halal? Asuransi kesehatan syariah menjamin praktiknya berbasis syariat Islam. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asuransi syariah memegang prinsip saling melindungi dan tolong menolong di antara pemegang polis. Nah, prinsip yang juga telah diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, bisa menyakinkan kamu untuk tidak lagi khawatir melindungi diri dengan produk asuransi, kan?

Agar kamu lebih yakin, MoneyDuck akan berbagi informasi mengenai perbedaan asuransi kesehatan syariah dengan asuransi kesehatan konvensional. Sehingga ke depannya kamu tidak akan salah memilih produk perlindungan. Yuk, ketahui juga tips membeli asuransi kesehatan syariah yang halal dan aman! Ada poin-poin yang harus kamu perhatikan sebelum bertransaksi agar produk yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan syariat Islam. Semoga penjelasan dalam artikel ini membantumu, ya.

Apa Sih Beda Asuransi Kesehatan Syariah vs Konvensional?

Berdasarkan prinsip syariat Islam, asuransi kesehatan syariah tidak mengenal riba atau penetapan bunga yang ditambahkan ke jumlah pinjaman pokok. Dalam asuransi, biasanya unsur riba terdapat dalam nilai premi yang dibayarkan pemegang polis. Nah, premi asuransi kesehatan syariah berbeda. Perusahaan asuransi syariah tidak memasukkan unsur riba dalam perhitungan premi. Sebaliknya, premi yang dibayarkan sesuai dengan kesepakatan dalam akad antara pemegang polis dengan perusahaan asuransi.

Perbedaan lain antara asuransi kesehatan syariah dengan konvensional juga terletak dalam prinsip sharing of risk. Asuransi kesehatan syariah menetapkan sharing of risk yang membagi risiko kepada seluruh pemegang polis dengan tujuan saling tolong menolong. Prinsip ini berbeda dengan yang diterapkan asuransi kesehatan konvensional, yaitu transfer of risk. Artinya, risiko pemegang polis dialihkan ke perusahaan asuransi yang mengelola dana pemegang polis dari premi bulanan. Untuk lebih jelasnya, simak praktik asuransi kesehatan syariah seperti dilansir OJK berikut ini:

1. Pengelolaan Dana dengan Prinsip Syariat Islam

Pengelolaan dana asuransi kesehatan syariah berdasarkan akad tolong menolong

Asuransi kesehatan syariah menerapkan landasan akad tabarru' yang bertujuan untuk saling menolong antar pemegang polis. Dengan akad ini, dalam pengelolaan dana asuransi, perusahaan asuransi hanya mengelola dana yang masuk untuk digunakan menolong pemegang polis yang sedang terkena risiko. Keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi berupa sejumlah uang sesuai yang kesepakatan semua pihak di awal akad.

Bila asuransi kesehatan syariah mencakup manfaat tambahan investasi, pengelolaan dananya tidak bisa diinvestasikan pada saham dari emiten yang kegiatan atau jasanya tidak sesuai dengan syariat Islam. Misalnya, perjudian atau kegiatan produksi dan distribusi barang serta jasa yang dinilai haram oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2. Transparansi Pengelolaan Dana dan Distribusi Surplus Underwriting

Memegang prinsip syariat Islam, pengelolaan dana asuransi syariah dilakukan secara transparan. Semua pemegang polis bisa mengetahui pergerakan dana iuran yang digunakan untuk kontribusi dan surplus underwriting maupun pembagian hasil investasi. Surplus underwriting dalam asuransi syariah adalah selisih lebih total kontribusi peserta dalam dana tabarru' ditambah kenaikan aset reasuransi yang telah dikurangi pembayaran santunan, kontribusi, dan kenaikan cadangan teknis dalam satu periode tertentu.

3. Pembagian Keuntungan Hasil Investasi

Jika kamu peserta asuransi syariah, kamu akan mendapatkan hasil investasi yang dibagi secara adil ke seluruh pemegang polis, baik secara kolektif atau individu, dan perusahaan asuransi syariah. Nilai pembagian investasi, tentunya, sesuai akad yang disepakati oleh semua pihak. Pembagian keuntungan hasil investasi ini berbeda dengan praktik asuransi konvensional yang hasil investasinya dimiliki perusahaan asuransi, kecuali produk dengan manfaat tambahan investasi.

4. Kepemilikan Dana

Perbedaan lain antara asuransi kesehatan syariah dengan konvensional terletak pada kepemilikan dana. Asuransi kesehatan konvensional menetapkan setiap premi yang dibayarkan pemegang polis menjadi hak milik perusahaan asuransi. Sebaliknya, asuransi kesehatan syariah menerapkan bahwa premi atau kontribusi yang diserahkan pemegang polis akan dibagi sesuai kesepakatan. Yaitu, sebagian kontribusi menjadi milik perusahaan asuransi sebagai pengelola dana dan sebagian lainnya milik pemegang polis secara kolektif atau individu.

5. Tidak Berlaku Sistem Dana Hangus

Asuransi kesehatan syariah tidak mengenal sistem dana hangus. Premi bulanan yang disetor pemegang polis akan dikembalikan jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan. Hal ini berbeda dengan praktik asuransi kesehatan konvensional karena adanya prinsip risk sharing sesuai syariat Islam. Jika tidak ada klaim, premi yang disetor sebagai tabarru' akan tetap diakumulasikan dalam dana tabarru' milik pemegang polis secara kolektif. Menarik, kan? Kamu tidak perlu khawatir akan mengalami kerugian dari asuransi kesehatan syariah.

Tips Membeli Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik

Bijak memilih asuransi dengan premi sesuai bujet dan manfaat

Kini kamu telah mengetahui asuransi kesehatan syariah merupakan produk perlindungan yang halal. Namun, bukan berarti kamu bisa sembarangan memilih produk asuransi kesehatan syariah, ya. Lengkapi juga pengetahuanmu dengan tips membeli asuransi kesehatan syariah yang telah disiapkan MoneyDuck berikut ini. Sehingga kamu bisa menentukan pilihan terbaik karena asuransi kesehatan sejatinya memberikan perlindungan bagi kamu dan keluarga dari risiko tidak terduga.

1. Sebelum Beli, Kenali Dulu Kebutuhanmu

Membeli produk asuransi itu gampang-gampang susah. Bisa dibilang gampang karena ada banyak pilihan, termasuk asuransi kesehatan syariah yang banyak ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia. Tapi, menentukan produk yang tepat cukup susah. Terlebih bila kamu belum memahami manfaat asuransi dan tidak menyesuaikannya dengan kebutuhan. Asal membeli asuransi kesehatan justru akan merugikan lho! Jadi, pastikan untuk mengenali jenis perlindungan yang kamu butuhkan. Apakah kamu hanya memerlukan asuransi kesehatan syariah? Atau kamu juga memerlukan perlindungan penyakit kritis?

2. Pilih Asuransi Terdaftar dan Diawasi OJK dan DPS

Untuk memastikan asuransi kesehatan syariah yang kamu beli adalah produk perlindungan halal dan aman, pastikan untuk memilih asuransi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. OJK rutin mengawasi dan menyelidiki praktik perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia. Artinya, kamu bisa terjamin bebas dari praktik penipuan asuransi karena kredibilitasnya telah diakui OJK. Selain itu, pastikan juga perusahaan asuransi tersebut diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang berperan untuk mengatur dan menjamin produk asuransi syariah yang ditawarkan adalah halal dan sesuai syariat Islam.

3. Cari Referensi Produk Asuransi

Setelah mengetahui manfaat asuransi yang kamu perlukan, coba lakukan riset produk-produk yang sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu bisa melakukan riset dengan mengunjungi situs-situs perusahaan asuransi, bertanya dengan teman atau keluarga yang telah bergabung dalam asuransi kesehatan syariah. Atau, kamu juga bisa mencari referensi produk asuransi kesehatan syariah melalui MoneyDuck. Konsultasikan dulu secara gratis dengan agen-agen berlisensi di MoneyDuck agar kamu tidak salah pilih asuransi. Pastikan produk tersebut pilihan terbaik dengan klaim mudah, nilai pertanggungan yang sesuai premi, dan sebagainya.

4. Pelajari Akad Asuransi Syariah

Kontrak perjanjian dalam asuransi syariah disebut akad. Saat membeli asuransi kesehatan syariah yang bijak, kamu harus memelajari isi akad sebelum menandatanganinya.Ada empat akad asuransi syariah yang harus kamu pahami. Yaitu, akad tabarru' berupa iuran (premi) yang digunakan untuk menolong peserta lain, akad tijarah yang mengatur perjanjian peserta dengan perusahaan dengan tujuan komersial, akad wakalah bil ujrah mengenai pengelolaan dana, dan akad mudharabah mengenai pemberian kuasa kepada perusahaan untuk mengelola investasi dengan imbalan.

5. Periksa Nilai Premi

Ketika membeli produk asuransi, penting untuk memastikan nilai premi yang dibayarkan sesuai dengan kemampuan finansial. Pilih premi yang terjangkau, namun tetap memberikan manfaat yang dibutuhkan. Pilihan produk asuransi kesehatan syariah semakin beragam sehingga memudahkan kamu untuk melakukan perbandingan nilai premi dan manfaat. Bila kamu memaksakan diri untuk membeli asuransi dengan premi yang melebihi bujet karena manfaatnya, kamu justru akan menelan kerugian. Karena jika kamu tidak bisa membayar premi, manfaat asuransi akan hangus.

6. Pelajari Ilustrasi Produk Asuransi Kesehatan Syariah

Bila kamu baru pertama kali membeli produk asuransi, terlebih asuransi kesehatan syariah, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan agen berlisensi yang akan memberikan ilustrasi produk. Biasanya, agen akan memberikan ilustrasi nilai dana yang diperoleh ketika perjanjian berakhir. Ketahuilah, premi bulanan yang dibayar untuk asuransi kesehatan syariah akan dikembalikan kepada pemegang polis. Nah, kamu dapat berkonsultasi dengan agen berlisensi secara gratis di MoneyDuck.

7. Pastikan Beli Asuransi dari Agen Resmi

Keraguan untuk membeli produk asuransi acap dipicu karena kasus penipuan asuransi yang dialami para nasabah di Indonesia. Sejatinya, penipuan bisa menimpa siapapun dengan motif apapun. Penipuan pun bisa dicegah dengan memiliki literasi produk yang cukup dan kewaspadaan. Nah, kamu harus lebih bijak dalam memilih agen asuransi. Pastikan untuk beli asuransi dari agen resmi. Agen resmi akan memberikan informasi produk dengan tepat sehingga kamu mendapatkan manfaat perlindungan yang maksimal. Kamu bisa lho menemukan agen resmi di seluruh Indonesia melalui MoneyDuck!

8. Pelajari Sistem Pengelolaan Dana Asuransi Syariah

Sebagai produk asuransi yang menjalankan praktiknya sesuai syariat Islam, sistem pengelolaan dana asuransi syariah berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Yaitu, menggunakan sistem dan prinsip Al-Mudharabah. Akad ini menempatkan perusahaan asuransi sebagai mudharib (pengelola) dan peserta sebagai shahibul mal (pemegang polis). Akad ini mengelola dana untuk diinvestasikan dan hasilnya dibagi kepada para peserta. Sistem pengelolaan dana asuransi syariah juga menjamin terhindar dari praktik maisir (judi), gharar (ketidakpastian), dan riba (bunga).

Penting! Pertimbangkan Hal Ini saat Beli Asuransi Kesehatan Syariah

Asuransi kesehatan syariah keluarga lebih hemat

Selain memperhatikan ketentuan-ketentuan syariat Islam dalam praktik asuransi kesehatan syariah, ada hal-hal lain yang juga harus dipertimbangkan dengan seksama. Ingat, sama halnya dengan asuransi konvensional, tujuan memiliki asuransi kesehatan syariah adalah mendapatkan perlindungan atas risiko kesehatan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Dengan perlindungan dari perusahaan asuransi, kamu dan keluarga akan terhindar dari risiko kerugian finansial mengingat biaya perawatan medis semakin mahal setiap tahunnya. Untuk itu, perhatikan dua pertimbangan berikut:

1. Pilih Perlindungan untuk Keluarga

Jika kamu sudah berkeluarga, sebaiknya pilih asuransi kesehatan syariah untuk keluarga. Lindungi seluruh keluargamu dalam satu polis karena akan lebih menguntungkan. Biasanya asuransi kesehatan keluarga dapat mencakup peserta hingga lima orang dalam satu polis. Dengan mendaftarkan keluarga dalam satu polis, nilai iuran yang harus dibayarkan setiap bulannya akan lebih murah. Perusahaan asuransi acap memberikan diskon untuk asuransi kesehatan keluarga. Selain itu, proses klaim akan lebih mudah bila sewaktu-waktu beberapa anggota keluarga sakit secara bersamaan.

2. Cek Pasal Pengecualian

Agar mendapatkan manfaat perlindungan maksimal, penting untuk memelajari isi kontrak perjanjian sebelum kamu menandatanganinya. Perlu diketahui, perusahaan asuransi tidak menjamin setiap perlindungan seperti yang dibayangkan nasabah. Ada pasal-pasal pengecualian yang harus dipahami, termasuk dalam asuransi kesehatan syariah. Pasal pengecualian biasanya mencakup pre-existing condition dan masa tunggu. Pre-existing condition adalah penolakan klaim karena diagnosa penyakit yang sudah diderita sebelum membeli asuransi. Masa tunggu adalah jenis penyakit yang baru bisa diklaim 12 bulan setelah asuransi dibeli.

Yuk, Cari Tahu Asuransi Kesehatan Syariah Lebih Banyak

Setelah menyimak penjelasan mengenai perbedaan asuransi kesehatan syariah dengan asuransi kesehatan konvensional, serta tips membeli produk terbaik yang halal, tentu kamu mulai merencanakan untuk membeli, bukan? Perlindungan kesehatan atas risiko tak terduga sangat penting lho! Tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi datangnya penyakit. Jadi, asuransi kesehatan syariah bisa menjadi pilihan untuk memproteksi diri sesuai syariat Islam. Jika kamu ingin mencari tahu lebih banyak mengenai produk ini, tanyakan langsung ke agen berlisensi di MoneyDuck saja. Buruan klik tombol Konsultasi Gratis di bawah ini!