Deposito menjadi alternatif investasi yang bisa kamu pilih dibandingkan hanya menabung. Deposito terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu deposito on call, deposito berjangka, dan sertifikat deposito. Setiap jenis deposito memiliki ciri khasnya masing-masing, yang bisa dilihat dari berbagai aspek seperti jangka waktu yang bisa dipilih dan besarnya minimum untuk setoran awal. Agar lebih mudah mengetahui perbedaannya, kamu bisa mempelajari contoh deposito berjangka dan contoh deposito lainnya.

Kali ini, MoneyDuck akan berfokus untuk membahas deposito berjangka. Deposito berjangka adalah sebuah deposito yang diberikan pihak bank dengan jangka waktu tertentu yang ditentukan. Jangka waktu yang diberikan biasanya mulai dari satu hingga 24 bulan. Berikut penjelasan lengkap mengenai deposito berjangka, mulai dari definisi deposito berjangka, keuntungannya, kelemahannya, tips memilihnya, hingga contoh deposito berjangka.

Apa itu Deposito?

Deposito simpanan yang dicairkan menurut jangka waktunya

Deposito adalah simpanan berjangka yang penarikan atau pencairannya hanya bisa dilakukan saat waktu tertentu sesuai perjanjian antara pihak deposan dengan pihak bank. Definisi lain mengatakan, deposito merupakan simpanan pihak ketiga kepada bank yang penempatan dananya mempunyai jangka waktu tertentu sebagai batas akhir dari berlakunya deposito tersebut. Kesimpulannya, deposito diartikan sebagai penyimpanan dana yang tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo atau penarikannya tidak bisa dilakukan setiap waktu.

Apa itu Deposito Berjangka?

Deposito berjangka tersedia mulai dari satu bulan

Deposito terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah deposito berjangka. Deposito berjangka adalah sebuah deposito yang diberikan deposan ke pihak bank dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Deposito berjangka diterbitkan oleh lembaga maupun bank perorangan, sehingga tidak bisa diperjualbelikan kembali. Jika melihat beberapa contoh deposito berjangka, maka kamu bisa tahu jangka waktu yang tersedia, yaitu satu, tiga, enam, 12 sampai 24 bulan, tergantung pihak bank. Jangka waktu yang dipilih akan berdampak pada imbalan yang akan dicairkan oleh bank kepada pihak deposan.

Keunggulan Contoh Deposito Berjangka

Deposito berjangka memiliki risiko yang rendah

Deposito berjangka memiliki beberapa kelebihan yang pastinya bisa membuat kamu lebih untung. Beberapa keunggulan dari contoh deposito berjangka adalah keamanannya yang terpercaya, tergolong investasi yang mudah, risiko rendah, suku bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan, serta dapat digunakan sebagai jaminan kredit. Berikut penjelasan dari setiap keunggulannya!

1. Keamanan Terpercaya

Deposito berjangka membuat uang yang kamu simpan menjadi lebih aman, apalagi kamu tidak bisa mencairkannya sebelum jangka waktu yang telah ditentukan. Sebenarnya, dana deposito ini bisa diambil kapan saja, namun kamu perlu mengurus beberapa proses administrasi dan harus membayar denda, jadi para deposan akan lebih memilih menyimpan uangnya hingga jangka waktu tersebut.

2. Termasuk Investasi yang Mudah

Deposito berjangka merupakan investasi yang tergolong mudah dilakukan karena prosedurnya mirip dengan tabungan hanya memiliki tenggat waktu. Dikatakan mudah juga karena deposito berbeda dengan investasi saham, reksa dana, atau investasi emas yang bisa mengalami penurunan harga. Investasi deposito berjangka menjamin para deposan akan mendapatkan bunga sebagai bentuk keuntungan dan biasanya semakin besar uang yang disetorkan, maka suku bunganya juga semakin besar.

3. Rendah Risiko

Jika kamu melihat contoh deposito berjangka, kamu bisa menyimpulkan bahwa semuanya memiliki risiko yang rendah. Sehingga, sangat kecil sekali kemungkinan gagal investasinya jika dibandingkan dengan jenis investasi pasar saham juga obligasi. Deposito berjangka juga tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar, sehingga dirasa lebih aman.

4. Suku Bunga Lebih Tinggi Dibandingkan Tabungan

Jika kamu ingin menyimpan uang dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya memilih deposito, jangan memilih tabungan. Hal tersebut agar kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena bunga yang diterapkan pada deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan. Namun, bunga yang diterapkan tiap bank akan berbeda-beda ya.

5. Bisa Digunakan Sebagai Jaminan Kredit

Siapa sangka sebuah investasi bisa digunakan sebagai jaminan kredit. Hal tersebut berlaku pada deposito berjangka. Kamu bisa menggunakan contoh deposito berjangka untuk menjadikannya sebagai jaminan kredit, apabila kamu ingin meminjam 70% - 90% dari nilai deposito yang kamu punya. Jadi, keuntungan deposito berjangka ini banyak sekali, kan?

Baca Juga: Bekal Jangka Panjang dengan Bunga Deposito Bank Mandiri

Kelemahan Contoh Deposito Berjangka

Ketahui adanya potongan pajak saat mencairkan deposito berjangka

Deposito berjangka juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu kamu perhatikan. Beberapa kelemahan deposito berjangka, yaitu lemah akan inflasi, imbal hasil yang rendah, tidak fleksibel, dikenai pajak, serta tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana. Berikut penjelasan lebih detail dari setiap poinnya!

1. Lemah akan Inflasi

Seperti yang telah kita ketahui bahwa deposito berjangka sangat dipengaruhi oleh nilai uang, sehingga sangat tergantung dengan inflasi. Ketika terjadi inflasi, maka nilainya akan berkurang, padahal harga semua kebutuhan pokok akan lebih tinggi. Jadi, deposito sangat lemah akan inflasi, setinggi apa pun bunganya, apabila terjadi inflasi, maka hasilnya akan tetap menurun.

2. Imbal Hasil Lebih Rendah

Kelemahan deposito yang selanjutnya adalah imbal hasil lebih rendah. Sebenarnya hal tersebut sejalan dengan prinsip investasi yang mengatakan high risk high return. Karena risiko deposito berjangka termasuk rendah, maka keuntungannya cenderung rendah jika dibandingkan jenis investasi lainnya. Jadi, jangan terlalu berharap mendapatkan keuntungan yang fantastis.

3. Tidak Fleksibel

Deposito berjangka dinilai tidak sefleksibel tabungan. Ketika menabung, kamu bisa menyerahkan setoran berapa pun, namun untuk deposito berjangka kamu perlu memenuhi setoran minimal yang biasanya tinggi. Jadi, ini cukup membebani apabila penghasilan kamu tidak tetap atau tidak memiliki komitmen kemampuan finansial sejak awal.

4. Dikenai Pajak

Pembuatan deposito berjangka biasanya tidak dikenai biaya administrasi, namun pihak bank akan menerapkan pajak penghasilan pada bunga yang akan kamu dapatkan. Pajak yang dikenakan cukup tinggi, yaitu 20% dari total bunga yang dimiliki deposan. Pajak akan langsung diambil atau dipotong oleh pihak bank saat pencairan dana.

5. Tidak Dilibatkan dalam Pengelolaan Dana

Kamu mungkin bertanya-tanya, apa peran kamu setelah menyerahkan dana untuk deposito berjangka? Jadi, kamu hanya berperan sebagai pemilik dana dan tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana yang ada. Mungkin saja keuntungan yang didapatkan bank mengalami peningkatan yang signifikan atau penurunan, namun karena pihak bank yang mengurus semuanya jadi kamu hanya akan terima beresnya saja.

Baca Juga: Deposito on Call adalah Investasi Terbaik Raih Cuan, Simak!

Cara Menghitung Bunga dari Contoh Deposito Berjangka

Lakukan simulasi perhitungan bunga sebelum buka akun deposito berjangka

Tak kalah penting, saat mempelajari deposito berjangka, maka kamu perlu tahu bagaimana cara menghitung bunga atau keuntungan yang akan dihasilkan. Untuk menghitungnya, kamu bisa menggunakan rumus = setoran pokok + (keuntungan dari bunga deposito – jumlah pajak deposito). Berikut merupakan simulasi menghitung bunga dari contoh deposito berjangka:

Kamu akan mendepositkan uang Rp10.000.000 untuk jangka waktu enam bulan. Pihak bank menerapkan bunga sebesar 6% dengan potongan pajak sebesar 20%. Maka, berapakah dana yang akan kamu dapatkan saat jatuh tempo? Pertama-tama, kamu perlu menghitung besarnya profit dari bunga deposito terlebih dahulu.

Profit dari bunga deposito = (setoran pokok x suku bunga x tenor) / 365 hari Profit dari bunga deposito = (Rp10.000.000 x 6% x 180 hari) / 365 hari Profit dari bunga deposito = Rp295.890

Kemudian, hitunglah potongan pajaknya.

Potongan pajak = tarif pajak x profit dari bunga deposito Potongan pajak = 20% x Rp295.890 Potongan pajak = Rp59.178

Terakhir, hitunglah dana yang akan kamu terima di akhir tenor.

Dana di akhir tenor = setoran pokok + (profit dari bunga deposito – jumlah pajak deposito) Dana di akhir tenor = Rp10.000.000 + (Rp295.890 – Rp59.178) Dana di akhir tenor = Rp10.236.712

Jadi, kamu akan menerima dana sebesar Rp10.236.712 saat pencairan di tenggat waktu.

Cara Investasi Deposito Berjangka

Ajukan deposito berjangka ke bank pilihan

Sekarang kamu sudah saatnya mengetahui bagaimana cara berinvestasi pada salah satu contoh deposito berjangka secara umum. Cara yang harus kamu lakukan tergolong mudah, kurang lebih mirip dengan cara investasi-investasi lainnya. Berikut merupakan urutan langkah untuk melakukan investasi deposito berjangka:

  • Tentukan bank yang akan kamu gunakan untuk mendaftar deposito berjangka.
  • Pastikan kamu telah memiliki rekening bank pada bank yang dipilih tadi.
  • Menyiapkan berkas identitas berupa KTP dan NPWP.
  • Persiapkan materai.
  • Pilih tenor yang ditawarkan.
  • Isi formulir pendaftaran yang diberikan petugas bank.
  • Ikuti arahan yang diberikan customer service.
  • Memberikan setoran awal.
  • Menyimpan bukti kepemilikan deposito berjangka yang nantinya akan digunakan saat melakukan pencairan dana.

Tips Memilih Contoh Deposito Berjangka Terbaik

Pilih bank yang menawarkan bunga menarik

Kamu tidak bisa asal memilih contoh deposito berjangka. Kamu perlu memerhatikan beberapa hal agar investasi deposito berjangka milikmu bisa menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan diberikan kelancaran dalam prosesnya. Berikut beberapa tips dari MoneyDuck untuk memilih deposito berjangka terbaik.

1. Perhatikan Reputasi Bank

Deposito berjangka biasanya disediakan oleh bank, sehingga kamu perlu mengetahui reputasi bank tujuan deposito kamu. Bank yang dituju harus memenuhi standar kesehatan dari Bank Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar kamu bisa menghindari kerugian berlebih hingga kebangkrutan. Ciri-ciri lain dari bank bereputasi baik, yaitu pelayanan customer service atau call center nya sangat baik.

2. Sesuaikan Pilihan Tenor dengan Kebutuhan

Deposito berjangka ini berpacu pada jangka waktu yang dipilih. Tenor atau jangka waktu yang disediakan bank biasanya berkisar satu hingga 24 bulan. Pilihan tenor juga sangat memengaruhi besar bunga yang diterapkan bank, biasanya semakin lama jangka waktunya, maka bunganya akan lebih tinggi. Namun ingat, pilihlah tenor sesuai kebutuhan, jangan sampai kamu melakukan pencairan dana sebelum tenggat waktu, sehingga harus membayar denda.

3. Bandingkan Suku Bunga yang Ditawarkan

Keuntungan yang kamu dapatkan dari berinvestasi deposito berjangka hanya berasal dari besarnya suku bunga yang diterapkan. Jadi, sangat penting untuk kamu membandingkan suku bunga deposito yang diterapkan bank satu dengan bank lainnya. Setelah melakukan beberapa riset suku bunga pada bank, maka pilihlah bank dengan suku bunga tertinggi.

4. Cari Tahu Fitur yang Disediakan

Setiap bank pasti akan memberikan beberapa fasilitas atau fitur untuk digunakan bagi para deposan agar mereka bisa merasa nyaman berinvestasi deposito berjangka di bank tersebut. Pilihlah bank yang menyediakan fitur lengkap, contohnya menerapkan sistem perpanjangan deposito secara otomatis atau automatic roll over, sehingga memudahkan deposan saat melakukan perpanjangan deposito.

5. Cari Tahu Persyaratan yang Dibutuhkan

Sebelum menyerahkan dana deposito, kamu perlu tahu dulu apa saja persyaratan yang dibutuhkan. Apakah persyaratan yang diminta tergolong mudah dan kamu bisa memenuhinya atau malah sebaliknya. Pilihlah bank yang menerapkan syarat deposito mudah karena kebanyakan deposan pasti tidak ingin mengurus persyaratan yang rumit.

Baca Juga: Deposito Terbaik dengan Bunga Tertinggi, Ini 10 Daftarnya!

Contoh Deposito Berjangka

Ada banyak bank yang menawarkan keuntungan deposito berjangka

MoneyDuck akan memberikan beberapa contoh deposito berjangka yang diterbitkan oleh beberapa bank. Daftar yang akan masuk ke dalam pembahasan kita kali ini adalah deposito berjangka dari Bank BCA, Bank BJB, Mandiri, Cimb Niaga, BRI, dan BNI. Tak perlu berlama-lama, berikut penjelasan dari setiap contoh deposito berjangka!

1. Deposito Berjangka BCA

Deposito berjangka BCA adalah produk deposito yang disediakan oleh Bank BCA. Terdapat beberapa pilihan mata uang yang bisa digunakan, yaitu IDR, SGD, USD, AUD, HKD, JPY, GBP, CNH, dan EUR. Jangka waktu yang bisa dipilih adalah satu, tiga, enam, serta 12 bulan. Syarat yang dipenuhi, yaitu calon deposan merupakan perorangan atau badan, mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembukaan rekening deposito berjangka, dan membawa dokumen seperti kartu identitas, kartu izin tinggal bagi WNA, NPWP bagi WNI, dan surat penyertaan akte. Suku bunga yang diterapkan sebesar 1,9%.

2. Deposito Berjangka BJB

Contoh deposito berjangka selanjutnya berasal dari Bank BJB. Deposito berjangka BJB memiliki lima pilihan tenor, yaitu satu, tiga, enam, 12 atau 24 bulan. Suku bunga yang diterapkan mulai dari 2,5% sampai 2,9%. Persyaratan yang perlu dikumpulkan, yaitu mengisi formulir pembukaan rekening, melampirkan kartu identitas seperti KTP atau KITAS. Kamu bisa menikmati beberapa fasilitas, seperti automatic roll over dan bisa memilih untuk menginvestasikan kembali bunga deposito ke pokok deposito atau ditransfer ke rekening tabungan atau giro BJB.

3. Deposito Berjangka Mandiri

Deposito berjangka Bank Mandiri menjadi contoh deposito berjangka selanjutnya. Pilihan tenor yang tersedia, yaitu satu, tiga, enam, 12, atau 24 bulan. Syarat yang perlu dipenuhi, yaitu mempunyai rekening Bank Mandiri Tabungan atau Mandiri Giro, menyediakan biaya materai, dan memberikan dokumen identitas pribadi seperti KTP atau KITAS/KITAP. Deposito berjangka ini juga dilengkapi fasilitas automatic roll over dan bunga bisa diterima di muka.

4. Deposito Berjangka Cimb Niaga

CIMB Niaga tidak mau ketinggalan dari bank-bank lainnya, mereka juga memiliki produk deposito berjangka dengan suku bunga 3,25%. Tenor yang tersedia hanya ada empat, yaitu satu, tiga, enam, dan 12 bulan. Setoran pertamanya sebesar Rp8.000.000 dan bisa dijadikan sebagai jaminan kredit sampai 95% dari nominal deposito. Persyaratan yang perlu dipenuhi umumnya ada dua, yaitu mengisi dan menandatangani formulir pembukaan rekening, serta menyiapkan kartu identitas KTP/Paspor/KITAP/KITAS.

5. Deposito Berjangka BRI

Contoh deposito berjangka yang kelima adalah deposito berjangka Bank BRI. Persyaratan agar kamu bisa menikmati produk ini adalah mempunyai rekening tabungan atau giro BRI, memberikan setoran awal sebesar Rp10.000.000, menyiapkan identitas diri berupa KTP/SIM/PASPOR dan NPWP, membayar biaya materai, dan membayar pajak bunga deposito. Tenor yang bisa dipilih satu, tiga, enam, 12, dan 24 bulan. Suku bunga efektif mulai dari 2% sampai 2,85%.

6. Deposito Berjangka BNI

Deposito berjangka Bank BNI menyediakan tenor satu, tiga, enam, 12, atau 24 bulan. Syarat yang perlu kamu penuhi untuk memakai deposito berjangka BNI adalah melakukan pengisian formulir aplikasi pembukaan rekening, menunjukkan bukti asli identitas diri, dan melakukan setoran awal. Suku bunga yang diterapkan mulai dari 2,25% - 2,5%. Kamu juga bisa menikmati fasilitas automatic roll over atau non ARO. Pilihan mata uang yang tersedia, yaitu IDR, USD, JPY, GBP, SGD, AUD, EUR, dan HKD.

Kenali Contoh Deposito Berjangka dan Kumpulkan Cuannya!

Ketahui lebih banyak mengenai deposito berjangka sebelum berinvestasi

Itulah penjelasan mengenai deposito berjangka, keuntungannya, cara menghitung bunganya, hingga apa saja contoh deposito berjangka. Jadi, bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk berinvestasi deposito berjangka? Atau malah timbul beberapa pertanyaan setelah membaca artikel ini? Kamu bisa konsultasi terkait pertanyaan tersebut kepada Expert MoneyDuck melalui layanan Konsultasi Gratis di bawah artikel ini. Ketika terhubung, kamu juga bisa konsultasi seputar produk keuangan lainnya atau bisa meminta diarahkan dalam pembelian produk keuangan yang tersedia di MoneyDuck.