Hingga saat ini, pinjaman semakin banyak beredar. Iklannya bisa ditemukan di berbagai website dan media sosial, baik pinjaman dari Bank Konvensional, non Bank, ataupun pinjaman online. Hampir semuanya menawarkan proses yang mudah dan cepat serta dimbumbui dengan keuntungan menarik seperti bunga rendah dan tanpa jaminan.

Namun, hal ini tidak selalu berdampak baik, masyarakat justru semakin boros karena merasa mudah mendapatkan uang untuk membeli segala yang diinginkan. Masyarakat memang harus cerdas dalam memilih pinjaman, sekalipun dalam keadaan terdesak, perlu memahami terlebih dahulu seberapa kemampuan bayarnya, jangan sampai gali lubang tutup lubang yang berujung dengan tunggakan dimana-mana. Akhirnya namanya pun terdaftar menjadi daftar blacklist Bank.

Apa Itu Blacklist Bank?

Blacklist Bank atau biasa disebut dengan daftar hitam adalah list nama yang tertolak pengajuannya saat mengajukan pinjaman ke Bank karena sering terlambat dalam membayar angsuran, tidak membayar angsuran hingga jaminan pinjaman diambil Bank, dan orang yang mengambil pinjaman di Bank padahal masih memiliki pinjaman di Bank lain yang belum lunas.

Blacklist bank tidak hanya berhubungan dengan pinjaman saja, namun juga jika terjadi masalah dalam pemabayaran kartu kredit, KPR atau kredit rumah, kredit motor, dan kurangnya pembayaran dalam administrasi Bank seperti biaya materai yang tertunggak.

Sebab Terjadinya Blacklist Bank

Blacklist Bank tidak selalu disebabkan karakter nasabah yang buruk atau dengan sengaja tidak membayar angsuran, blacklist Bank juga bisa terjadi karena banyaknya penawaran Bank yang umumnya memberikan berbagai promosi menarik untuk bisa menambah jumlah nasabah dan keuntungannya sehingga membuat calon peminjam tergoda untuk mendapatkan pinjaman tanpa memperhatikan kemampuannya.

Sebab lain yang juga bisa menjadikan nasabah masuk menjadi daftar balcklist Bank ialah hilangnya penghasilan utama karena berbagai hal, seperti hilangnya tulang punggung belaka, diberhentikan dari perusahaan tempat bekerja, sedang ada musibah atau bencana, dan karena usahanya mengalami kerugian.

Masalah yang terjadi ketika nasabah sudah masuk menjadi daftar blacklist Bank adalah penyesalan saat membutuhkan pinjaman lagi di kemudian hari, tentunya akan sulit mengajukan pinjaman dimana-mana karena pihak Bank menganggap nasabah tersebut tidak mampu bertanggung jawab pada perjanjian pinjaman yang sudah disepakati.

Akhirnya nasabah tersebut baru mengusahakan untuk menyelesaikan masalah pinjamannya dan mengajukan pertanyaan pada pihak Bank tentang blacklist bank berapa lama dan bagaimana cara agar terbebas dari blacklist Bank agar bisa kembali mengajukan pinjaman.

Blacklist Bank Berapa Lama?

Sebelum mengetahui blacklist bank berapa lama, perlu diketahui terlebih dahulu, saat mengajukan pinjaman di Bank, pihak Bank akan memeriksa data calon peminjam di Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Proses pemeriksaan dilakukan untuk melihat riwayat pinjaman sebelumnya atau yang sedang berjalan dan bagaimana perjalanan angsurannya, data tersebut dinamakan dengan IDI Historis. Data yang tersimpan di IDI Historis akan tersimpan secara otomatis sesuai dengan status pembayaran angsuran nasabah. Sehingga, blacklist Bank akan berlaku sampai kapanpun, tidak memiliki batasan waktu, akan tetap berlaku selama nasabah yang bersangkutan belum melunasi tunggakan angsuran.

Mengapa demikian? Sebab, semua Bank yang telah terdaftar di OJK melakukan update secara berkala ke SID Bank Indonesia. Jadi pertanyaan tentang blacklist Bank berapa lama dan cara agar terbebas dari blacklist Bank, jawabannya adalah membayari seluruh tunggakan angsuran hingga selesai.

Jika sudah dilakukan pelunasan sisa tunggakan angsuran, IDI Historis akan terisi dengan keterangan kapan dan bagaimana cara pelunasan dilakukan dan nama nasabah sudah kembali bersih. Saat seperti itulah nasabah sudah bisa mendapatkan peluang untuk diterima pengajuan pinjamannya di Bank. Nasabah yang namanya pernah masuk di blacklist Bank dan ingin mengajukan pinjaman kembali bisa meminta Surat Keterangan Lunas (SKL) sebagai barang bukti.

Cara Agar Tidak Terkena Blacklist Bank

Mengetahui berapa lama blacklist Bank dan bagaimana penyelesaiannya memberikan pemahaman bahwa masuk menjadi daftar blacklist Bank jelas merugi, meskipun nama bisa kembali bersih saat pinjaman telah dilunasi, tetap saja akan tercatat sebagai peminjam yang pernah bermasalah dengan angsuran, dan hal tersebut menjadi bahan pertimbangan saat mengajukan pinjaman di Bank lain dimana pihak Bank juga tidak ingin merugi karena keterlambatan angsuran nasabahnya. Cara agar tidak terkena blacklist Bank ini bisa diterapkan agar selalu memiliki riwayat yang baik.

Jangan Konsumtif Dan Jangan Mudah Tergoda

Seringkali pinjaman dilakukan bukan karena kebutuhan yang mendesak seperti alasan sakit, pendidikan, atau membutuhkan biaya renovasi rumah. Pinjaman dilakukan karena kepentingan konsumtif yang sebenarnya tidak perlu, seperti untuk belanja atau hanya sebagai ajang pamer kepemilikan benda tertentu yang sebenarnya tidak harus dilakukan saat ini.

Ada juga yang meminjam uang karena merasa pinjaman tersebut memiliki bunga rendah dan sejenisnya, walaupun memiliki bunga yang rendah, jika digunakan untuk hal yang tidak perlu sama saja dengan pemborosan.

Pinjam Sesuai Kemampuan

Jika memang memiliki kebutuhan mendesak, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kemampuan, jangan sampai terbebani dengan jumlah angsuran serta bunganya yang bisa beresiko menunggak dan masuk menjadi daftar blacklist Bank.

Komunikasikan Kesulitan Dengan Pihak Bank

Saat sudah telanjur mengajukan pinjaman dan ternyata terjadi masalah yang tak terduga, komunikasikan masalah tersebut pada staff Bank. Bank bisa memberikan keringanan angsuran atau cara lain untuk nasabah tertentu yang mengalami kesulitan pembayaran karena hal khusus yang tidak disengaja.