Mengajukan kredit untuk keperluan tertentu bukan lah suatu hal yang mengherankan, bahkan bisa jadi tiap orang pernah mengajukan kredit. Alasan seseorang untuk mengajukan kredit pun berbeda-beda, misalnya saja untuk pengajuan kredit rumah, motor, atau bisa juga kepentingan pendidikan. Bagaimana dengan cara mengajukan kredit? Apakah proses pengajuan kredit ini sulit? Atau justru sebaliknya proses pengajuan kredit ini mudah?

Untuk mengetahui mudah atau tidaknya proses pengajuan kredit, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara check BI checking. Apabila BI checking bermasalah maka pengajuan dana kredit pun bisa terhambat bahkan bisa ditolak alias Anda tidak akan mendapatkan dana pinjaman. Oleh karena itu lah perlu diingat untuk mengajukan dana pinjaman hanya seperlunya, lebih tepatnya ketika Anda memiliki kebutuhan mendesak alias tidak bisa ditunda lagi. Untuk mengetahui status BI checking pun bisa dilakukan dengan mudah melalui website resmi OJK dan apabila BI cheking Anda bermasalah maka perlu segera dibersihkan dengan melunasi berbagai pinjaman yang ada. Diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda bisa lebih hati-hati dalam menggunakan kartu kredit ataupun mengajukan dana pinjaman agar BI checking bisa selalu bersih dan pinjaman yang Anda perlukan sewaktu-waktu bisa cair dengan mudah.

Mengenal BI Checking Dan Cara Kerjanya

Bagi yang belum pernah mengajukan kredit, pasti lah masih asing dengan nama BI checking. BI checking memang suatu istilah yang ada di dunia perkreditan dan lebih dikenal dengan Informasi Debitur Individual. BI checking merupakan informasi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan bisa dipercaya keabsolutan datanya. Apabila BI checking Anda kotor, lebih tepatnya riwayat IDI Anda bermasalah maka pengajuan dana akan lebih sulit dan bisa berujung pada pengajuan kredit yang ditolak.

Memangnya apa saja sih yang bisa diketahui dari riwayat IDI seseorang? Tepat sekali, melalui IDI ini lah bisa diketahui identitas debitur, penyediaan dana yang pernah diterima, penjamin, agunan, dan juga kolektibilitas. Apabila seseorang pernah mengalami permasalahan dalam hal perkreditan pun juga akan terekam dalam IDI.

Aturan Permintaan BI Checking Oleh Lembaga Keuangan

Lalu siapa saja yang bisa mengecek status BI checking seseorang? Apakah hanya bisa dilakukan oleh lembaga resmi atau bisa dilakukan secara pribadi? Perlu diketahui jika cara check BI checking sekarang berbeda dengan sebelumnya, alias bukan lagi melalui Bank Indonesia namun melalui OJK – lebih tepatnya melalui slik OJK. Untuk pengajuan BI checking pun bisa dibilang mudah karena yang perlu Anda lakukan adalah memberikan fotokopi KTP kepada pihak OJK.

Permiintaan BI checking ini juga bisa diwakilkan dengan menyertakan beberapa dokumen seperti KTP pemberi kuasa, KTP penerima kuasa, dan tidak lupa adanya surat kuasa yang ditandatangani pada materai senilai Rp.6000,-. Setelah berkas lengkap, maka langkah selanjutnya adalah dengan membawa berkas tersebut ke kantor OJK apabila Anda berada di wilayah Jabodetabek. Apabila Anda berada di wilayah tersebut maka Anda bisa mengirim berkas tersebut ke kantor cabang OJK yang ada di masing-masing daerah.

Seperti Apa BI Checking Yang Disukai Bank?

Pastinya Anda ingin kan BI checking disetujui dan dana bisa segera cair? Lalu sebenarnya BI checking seperti apakah yang disukai oleh sebuah bank? Bank memiliki penilaian sendiri terhadap SID seseorang di mana hal ini disebut sebagai kolektabilitas. Kolektabilitas dikategorikan menjadi lima, yaitu sebagai berikut:

  • Skor 1: kredit lancar, yaitu seseorang selalu membayar cicilan dengan tepat waktu dan juga membayar bunganya
  • Skor 2: kredit DPK, yaitu seseorang pernah atau sedang menunggak cicilan dalam kurun waktu 1 hingga 90 hari
  • Skor 3: kredit tidak lancar, artinya seseorang pernah menunggak cicilannya dala kurun waktu 91 hingga 120 hari
  • Skor 4: kredit diragukan, yaitu di mana seseorang menunggak cicilan dalam kurun waktu yang lebih lama yaitu 121 hingga 180 hari;
  • Skor 5: kredit macet, yaitu seseorang menunggak kredit hingga kurun waktu lebih dari 181 hari.

Perlu diketahui jika kolektibilitas yang disukai bank biasanya hanya skor 1 dan 2, sedangkan untuk skor 3 hingga 5 bank cenderung akan ragu untuk mencairkan dana kepada Anda.

Cara Melihat BI Checking Atau SID Di Website OJK

Melihat status BI checking secara online merupakan suatu kemudahan karena tidak perlu lagi repot keluar rumah untuk mengurusnya. Beberapa langkah cara BI checking secara online, pertama-tama Anda perlu mengunjungi website OJK itu sendiri yaitu https://www.ojk.go.id/. Setelah Anda berhasil masuk ke website OJK, maka Anda perlu memilih menu Perbankan dan klik Permintaan IDI Historis. Setelahnya, Anda perlu mengisi formulir dari OJK dan hasilnya akan dikirimkan langsung oleh Bank Indonesia ke email anda. Perlu diketahui jika mengecek status BI checking tidak akan ditarik biaya sama sekali sehingga Anda perlu curiga apabila ada permintaan untuk melakukan pembayaran, sekecil apapun itu.

Cara Membersihkan BI Checking

Setelah melakukan cara check BI cheking barusan, lalu apa jadinya jika skor kolektibilitas Anda buruk? Apakah ada cara yang bisa dilakukan sehingga pinjaman tetap bisa cair? Nah hal yang satu ini tidak perlu dicemaskan karena untuk membersihkan BI checking juga mudah. Langkah yang perlu Anda lakukan adalah dengan membayar semua cicilan yang ada baik di bank ataupun bukan. Setelah semuanya beres maka bisa dipastikan kolektibilitas Anda sudah di nomor 1 atau 2.

Tips Menjaga BI Checking Tetap Aman

Lalu apa yang bisa dilakukan agar kolekbilitas Anda tetap aman dan dana pinjaman dapat cair dengan lancar? Seperti yang dijelaskan barusan, sebelum mengajukan kredit baru perlu Anda pastikan jika cicilan sebelumnya sudah lunas sehingga pengajuan dana pindaman bisa berjalan dengan lancar. Apabla Anda memiliki kartu kredit pun sebaiknya hanya digunakan seperlunya dan sebisa mungkin tidak mencapai batas limit.

Perlu diingat jika Anda ingin mengambil suatu kredit maka hendaknya memang yang sesuai dengan kebutuhan, karena hutang akan menumpuk di akhir dan justru akan merepotkan diri Anda sendiri. Seperti halnya belanja online, anda perlu menyimpan bukti transaksi pembayaran kredit untuk meminimalisir adanya tagihan yang berada di luar tanggung jawab Anda.

Ketahui Kredit Yang Diambil Dan Sedang Berjalan

Tidak bisa dipungkiri banyak orang yang memilih untuk membayar secara kredit karena tidak terasa membebani ketika membeli suatu barang. Selain itu, biasanya Anda akan mendapatkan banyak promo ketika memutuskan untuk membeli barang secara kredit. Sejatinya hal ini akan merugikan Anda karena semua pembayaran yang akan menumpuk di akhir. Oleh karena itu lah tidak ada salahnya untuk membuat daftar apa saja kredit yang Anda ambil sehingga keuangan juga bisa lebih terkontrol.

Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo Hingga Lunas

Perlu diingat jika Anda sedang mengambil untuk kredit barang tertentu untuk membayar cicilannya tepat waktu bahkan akan lebih baik lagi apabila Anda melakukan pembayaran sebelum waktu jatuh tempo. Tanpa disadari, hal ini membawa keuntungan sendiri untuk Anda seperti skor kolektibilitas Anda yang bagus, limit kartu kredit yang kembali normal bahkan bisa meningkat, dan tentu saja terhindar dari kemiskinan di kemudian hari.

Tahu Batas Dalam Gunakan Kartu Kredit

Ada baiknya jika Anda membatasi diri untuk penggunaan kartu kredit karena terlalu sering menggunakan kartu kredit justru menyebabkan banyaknya cicilan yang harus dibayar di penghujung bulan. Sebisa mungkin, gunakan lah kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak.

Sebisa Mungkin Hindari Minimum Payment Kartu Kredit

Bagi Anda yang sudah sering menggunakan kartu kredit, pasti lah sudah tidak asing lagi dengan istilah minimum payment. Minimum payment merupakan opsi pembayaran yang disukai oleh para pemegang kartu kredit karena mereka tidak perlu membayar penuh cicilannya tiap bulan, lebih tepatnya hanya perlu membayar 10% dan bisa dibayarkan dengan cicilan lainnya. Selain itu, opsi minimum payment ini akan menghindarkan Anda dari daftar blacklist di bank Indonesia karena Anda tercatat selalu membayar cicilan tiap waktu tiap bulannya.

Simpan Bukti Transaksi Untuk Digunakan Dalam Mengawasi Laporan Kredit

Nah hal yang satu ini tidak boleh Anda lupakan bahkan akan berguna di kemudian hari. Bukti pembayaran cicilan juga perlu Anda simpan dengan baik untuk menolak adanya tagihan di luar kuaa Anda yang bisa datang di kemudian hari. Anda bisa menuntut balik bank ataupun non-bank yang meminjami Anda uang dan pastinya anda tidak akan mengalami kerugian.

Ambil Kredit Sesuai Kebutuhan Dan Kemampuan Bayar

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan ketika akan mengajukan kredit adalah memikirkan betul-betul apakah barang tersebut menjadi kebutuhan utama Anda. Jangan sampai Anda beli barang yang tidak mendesak dengan kartu kredit dan justru menyebabkan hutang menumpuk.

Ingat, Jangan Lupa Bayar Cicilan Bulan Ini

Yup, satu kata yang perlu Anda ingat setelah mengajukan kredit adalah dengan membayarnya tepat waktu agar kredit cepat lunas dan Anda tidak akan lagi terbebani dengan semua kredit ini. Akan lebih baik apabila anda bisa bayar cicilan sebelum waktu jatuh tempo karena biasanya akan mendapat promo berupa cashback ataupun penawaran lainnya yang tidak kalah menarik.

Nah bagaimana? Pastinya Anda sudah jelas kan mengenai pentingnya BI checking dan cara check BI checking yang tepat? BI Checking adalah salah satu syarat untuk pengajuan kredit dan apabila riwayat kredit alias kolektibilitas Anda bermasalah maka dana pun tidak akan cair. Untuk mengetahui status BI checking Anda pun juga mudah, yaitu dengan datang langsung ke kantor OJK atau melakukannya secara online.

Apabila BI checking Anda bermasalah maka Anda perlu segera melakukan pelunasan pada kredit yang dijalankan sebelumnya agar skor kolektibilitas kembali menjadi baik. Perlu diingat untuk mengajukan kredit pada hal yang seperlunya saja agar hutang tidak menumpuk di kemudian hari. Bukan lah hal yang susah untuk mengurus BI checking Anda bukan? Semoga informasi ini bermanfaat ya!