Kartu kredit selalu dihubungkan dengan kesulitan pembayaran dan masalah yang timbul setelahnya. Namun di balik semua itu tetap ada manfaat disetiap resiko karena pada dasarnya ketika digunakan dengan benar. Sama seperti penggunaan kartu kredit, setiap pemblokiran terhadap kartu kredit selalu dikaitkan dengan pembayaran yang kurang atau bahkan tidak baik, padahal hal ini tidak semata mata hanya karena pembayaran namun bisa juga karena nasabah lupa mengaktivasi kartu kredit yang sudah disetujui dan dikirim dan bisa juga karena permintaan sebelumnya dari pemegang kartu.

Resiko Penunggakan Pembayaran Kartu Kredit

Penunggakan terhadap pembayaran kartu kredit dapat mengakibatkan resiko di bawah ini :

Resiko Bunga Yang Tinggi

Kartu kredit adalah salah satu jenis utang dengan bunga yang tinggi dengan rata-rata bunga 2%-2,5% per bulan. Bunga ini bukan cuma dikenakan ketika tidak membayar kartu kredit, tetapi juga ketika membayar kurang dari jumlah total tagihan dari minimum payment, dan ketika melakukan pembayaran penuh tetapi setelah tanggal jatuh tempo. Perhitungan dari bunga ini dihitung secara proporsional terhadap setiap transaksi sejak transaksi dibukukan. Adapun selisih hari antara tanggal pembukuan dengan tanggal tagihan juga akan dikenakan bunga harian.

Membayar Denda

Bukan hanya membayar bunga, nasabah juga harus membayar denda yaitu biaya keterlambatan sebesar 3% dari total tagihan pada bulan tersebut, dengan jumlah maksimal denda adalah sebesar Rp150.000 setiap bulan.

Skor Kartu Kredit Menurun

Nasabah yang menggunakan kartu kredit memiliki skor atau kualitas kredit yang adalah "nilai" yang menentukan untuk layak atau tidaknya mendapat pinjaman serta menentukan besaran jumlah pinjaman yang bisa didapatkan.

Nasabah Akan "Diteror" Bank

Bank tidak akan lelah menelepon nasabah yang menunggak pembayaran kartu kredit meskipun hanya terlambat beberapa minggu dari tenggat waktu. Bahkan nasabah akan didatangi oleh debt collector atau penagih utang.

Nasabah Masuk Dalam Daftar Hitam Bank Indonesia

Konsekuensi terbesar ketika tidak membayar kartu kredit adalah nasabah akan masuk dalam daftar hitam atau blacklist BI. BI memiliki informasi debitur individual historis (catatan rekam jejak pembayaran yang Anda lakukan dalam jangka waktu 24 bulan terakhir) yang berfungsi adalah untuk mengetahui historis pembayaran Anda. Setiap pengajuan kredit ke bank, entah itu kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), mensyarakatkan pengecekan IDI Historis atau BI Checking untuk membantu bank menentukan apakah nasabah layak mendapat pinjaman atau tidak. Bila nama sudah masuk dalam daftar hitam BI nasabah akan mengalami kesulitan mengajukan kredit ataupun mendapatkan kenaikan limit kartu kredit. IDI Historis sendiri hanya menampilkan status kelancaran pembayaran selama 24 bulan (2 tahun) terakhir saja. Namun bukan berarti bahwa status blacklist BI hanya akan bertahan selama 2 tahun (24 bulan) saja, dan nama debitur (nasabah) akan bersih dengan sendirinya. Pada kenyataannya, data yang tersimpan oleh pihak BI akan terus bergeser secara otomatis sesuai dengan perkembangan status tunggakan di bulan-bulan berikutnya. Jadi, selama Anda belum melunasi tunggakan, maka nama Anda akan tetap terdaftar buruk dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia dan terlampir dalam IDI Historis tersebut.

Tata Cara Penghpusan Pemblokiran

Berikut adalah tata cara penghapusan pemblokiran kartu kredit yang dapat digunakan oleh nasabah :

Mengetahui Jenis Pemblokiran Yang Terjadi

Nasabah harus mengetahui sebab kartu di blokir dan berapa lama kartu terblokir

Menghubungi Call Center

Nasabah juga dapat menghubungi call center bila masih belum paham atas tindakan pemblokiran yang dilakukan bank. Selain itu kadang cukup dengan menghubungi call center nasabah dapat membuka pemblokiran yang terjadi (dengan menyampaikan data verifikasi yang benar tentunya)

Melengkapi Persyaratan Administratif

Setelah nasabah melakukan verifikasi, umumnya yang harus dilakukan adalah nasabah harus melengkapi persyaratan persyaratan administratif (setiap bank mempunyai persyaratan yang berbeda), umumnya fotokopi KTP, fotokopi kartu kredit, dan surat pernyataan.

Menunggu

Setelah persyaratan telah lengkap nasabah perlu untuk menunggu sampai mendapat pemberitahuan selanjutnya (maksimal 14 hari sudah bisa digunakan kembali)

Membayarkan Tagihan Yang Diperlukan

Jika pemblokiran terjadi karena ketidakmampuan/kesalahan nasabah dalam hal pembayaran maka berarti kartu sudah diblokir secara permanen dan ia tidak dapat lagi melakukan transaksi menggunakan kartu tersebut. Dalam tahapan ini nasabah diharuskan untuk membayar denda keterlambatan beserta utang yang telah terakumulasi selama berbulan-bulan beserta dengan bunga yang terus berjalan. Pada masa pula ini biasanya nasabah juga sudah mendapatkan peringatan dari pihak bank dan dicari oleh debt collectors. Dampak yang paling terasa saat sudah dikejar debt collectors biasanya terasa di sisi emosional. Belum lagi nama Anda akan langsung tercatat dalam blacklist BI karena kolektabilitas nasabah yang buruk karena menunggak. Satu-satunya cara untuk keluar dari catatan ini adalah dengan melunasi seluruh utang yang tertunggak, dan mendapatkan surat lunas dari bank yang bersangkutan, agar nama nasabah kembali bersih dan bisa mengajukan pinjaman di kemudian hari. Nasabah bisa memanfaatkan 3 jenis program bank yang dapat meringankan beban dalam melunasi utang yang masih berjalan:

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50% disesuaikan dengan kemampuan bank), namun nasabah harus langsung membayar dalam satu kali bayar.

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Program satu ini cocok bagi nasabah dengan kemampuan finansial lebih minim. Program ini diincar oleh nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan. Ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan

Program yang satu ini adalah jenis program gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Mengajukan Kartu Kredit Lain

Jika pemblokiran yang terjadi karena kesalahan dan kelalaian dalam hal aktivasi maka, nasabah harus mengajukan ulang kartu kredit baru, yang bisa dilakukan melalui online dan manual (melalui sales dan telemarketing). Proses awal hingga kartu kredit siap diterbitkan butuh waktu sekitar 2 sampai dengan 1 bulan untuk kartu kredit bisa sampai ke tangan nasabah. Tahapan proses kartu kredit adalah sebagai berikut :

Proses awal

Pengajuan kartu kredit secara manual membutuhkan waktu 1 hari – 7 hari setelah formulir terisi. Kalau secara online tentu lebih cepat dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja untuk menulis data-data di aplikasi.

Proses memasukkan (input) data

Proses memasukkan atau input data ini dilakukan oleh pihak bank dan biasanya butuh waktu sekitar 1 – 2 hari kerja atau lebih.

Proses Pengecekan (checking)

Proses pengecekan oleh pihak bank umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 – 3 hari kerja.

Proses verifikasi

Proses verifikasi yang dilakukan pihak bank biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 – 4 hari kerja.

Proses survey

Bila memasuki tahap survei, artinya nasabah secara administratif aplikasi pengajuan kartu kredit sudah lengkap. Butuh waktu sekitar 2 – 3 hari kerja untuk ke proses selanjutnya.

Proses analisis kredit

Proses ini merupakan tahap penilaian kredit nasabah ke BI apabila sebelumnya memang pernah memiliki kartu kredit atau bentuk pinjaman-pinjaman lain yang sifatnya resmi. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 – 2 hari kerja.

Proses pembuatan kartu kredit

Pembuatan kartu kredit oleh bank adalah sekitar 3 hari kerja. Proses pembuatan nomor identitas pribadi (PIN/Inggris personal identification number) termasuk ke dalam tahap ini.

Proses pengiriman kartu kredit

Kartu kredit yang sudah selesai diterbitkan akan dikirimkan ke nasabah dengan kisaran waktu 2 – 5 hari atau lebih bila pengiriman dengan surat. Setelah tahap ini nasabah harus mengaktivasi kartu agar tidak kembali terblokir

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dalam menangani kartu kredit terblokir