Limit Kartu Kredit Kembali Normal. Kapan Waktunya?

update

update

Kartu kredit adalah sebuah alat pembayaran pengganti uang tunai dalam bentuk kartu yang diterbitkan oleh bank untuk memudahkan para nasabahnya bertransaksi. Berbeda dengan kartu debit, dalam kartu kredit bank seperti meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Pada bank-bank di Indonesia, kartu kredit diciptakan untuk kemudahan dan cara kerjanya diatur oleh Bank Indonesia (BI). Saat ini terdapat berbagai macam perusahaan jasa keuangan penerbit kartu kredit di dunia termasuk Indonesia, termasuk diantaranya yaitu VISA, MasterCard dan American Express.

Credit Limit Kartu Kredit

Setiap kartu kredit yang dikeluarkan mempunyai limit dalam penggunaan yang disebut kredit limit. Bila penggunaannya melewati limit maka disebut over limit, yaitu istilah untuk penggunaan kartu kredit oleh pemilik kartu kredit yang bersangkutan yang telah melebihi (over) batas pagu kredit (limit) yang telah disetujui. Jika kartu kredit sudah over limit, maka dikenakan biaya over limit kartu kredit. Jadi sebaiknya selama penggunaan kartu kredit jangan sampai melebihi pagu kredit tersebut. Biaya over limit ini biasanya sekitar Rp50.000 atau 5% dari kelebihan limit, tergantung mana yang lebih besar. Jika angka yang diperoleh lebih besar daripada Rp50.000, maka biaya over limit yang harus Anda bayar sebesar angka tersebut. Tetapi jika angka perhitungan 5% dari kelebihan over limit tersebut lebih kecil daripada Rp50.000, maka biaya over limit yang harus Anda bayar adalah yang lebih besar, yakni Rp50.000. Perlu diingat bahwa biaya over limit ini dihitung dari kelebihan limitnya, bukan saldo terhutang atau pagu kredit.

Strategi Untuk Pembayaran Kartu Kredit

Pelunasan tagihan kartu kredit secara penuh

Pembayaran kartu kredit tidak harus secara penuh, namun minimal harus mencapai minimum payment. Minimum payment merupakah nominal terendah yang harus nasabah bayar selambat-lambatnya pada saat jatuh tempo dari tagihan. Dengan minimum payment bank bisa minimal memastikan kalau rekening kartu kreditmu tak bermasalah dan bukti kalau kamu memang taat peraturan dari kartu kredit. Namun minimum payment akan berubah menjadi masalah jika nasabah tak bisa membayar sisa tagihan pada bulan selanjutnya. Contoh ilustrasi agar dapat dimengerti pembaca adalah sbb:

Bulan ini nasabah memutuskan untuk membeli mobil dengan harga Rp 150 juta tanpa bunga 0 persen. Setiap bulannya nasabah harus membayar cicilan sebesar Rp 12,5 juta selama satu tahun. Namun, kalau kamu memilih untuk membayar minimum payment nih, maka akan muncul bunga sebesar 3,5 persen untuk tagihan berikutnya. Jadi bunga yang awalnya 0 persen akan menjadi 3,5 persen. Bulan pertama, tagihan pertama yang masuk sebesar Rp 12,5 juta. Dengan ini pembayaran bulan pertama aman. Bulan kedua, ternyata nasabah hanya mampu melakukan pembayaran minimum payment, sebesar 10 persen dari Rp 12,5 juta yaitu Rp 1,25 juta. Sisanya, Rp 11,25 juta akan masuk ke tagihan bulan berikutnya. Bulan keempat nasabah harus membayar tak hanya iuran bulanan rutin ditambah dengan sisa tagihan bulan kemarin Rp 12,5 juta ditambah dengan Rp 11,25 juta maka menjadi total Rp 23,75 juta. Lalu, ada tambahan lagi sebesar 3,5 persen dari Rp 11,25 juta yaitu sekitar Rp 400 ribu. Total yang nasabah harus bayar pada bulan keempat sebanyak Rp 12,5 juta ditambah Rp11,25 juta lalu ditambah Rp 400 ribu menjadi total sebesar Rp 24,15 juta. Dan perlu diketahui bahwa hal ini akan terus terjadi karena terakumulasi pada bulan-bulan berikutnya sampai tagihan lunas.

Karena itu biarpun dari kartu kredit terdapat cicilan 0 % dan dilengkapi fitur minimum payment, sebaiknya pembayaran jika bisa dilakukan penuh hendaknya nasabah membayar penuh.

Pembayaran sebelum jatuh tempo

Tanggal jatuh tempo adalah tanggal maksimal dimana tagihan kartu harus sudah terbayar, sedangkan tanggal cetak adalah tanggal penagihan transaksi dan saldo utang nasabah. Pada setiap bulannya, tagihan ini akan dikirim pada tanggal yang sama (email ataupun pos). Nasabah dan bank menyepakati suatu tanggal sebagai tanggal cetak. Dengan begitu setiap tanggal yang disepakati, bank akan mengirimkan tagihan yang harus nasabah bayarkan. Umumnya tanggal jatuh tempo adalah 15 hari sejak tagihan tercetak. Jika tanggal cetak pada tanggal 1, maka harus segera dibayar maksimal (tanggal jatuh tempo) tanggal 15 pada bulan yang sama. Sebagai ilustrasi dapat dilihat seperti ini : nasabah memiliki cicilan kredit mobil sebesar Rp 12,5 juta, maka harus membayarnya maksimal tanggal 15. Kalau membayarnya pada tanggal 16, kamu akan dikenai denda keterlambatan sebesar 3 persen dari total tagihan atau nilai maksimal Rp 150 ribu. Karena ini agar tak bertambah banyak tagihan, sebaiknya selalu pembayaran dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo. Keuntungan lain dengan pembayaran sebelum jatuh tempo adalah

    • Limit kartu kredit nasabah akan bertambah sesuai dengan jumlah uang yang anda bayarkan sehingga bisa digunakan untuk kepentingan lain yang harganya lebih tinggi dari saldo limit sebelumnya. Namun sebaiknya membayar tagihan sebelum dicetak billingnya, dengan tujuan untuk membeli barang lain yang harganya lebih tinggi dari saldo sebelumnya, sebaiknya nasabah memberi jeda 1 hari supaya menghindari overlimit kartu kredit.
    • Nominal tagihan berkurang, jika nasabah membayar tagihan sebelum e
  • Diantara keuntungan, ada juga kekurangan dari pembayaran tagihan kartu kredit sebelum e-billing dicetak yaitu nasabah bisa mengira tagihan sudah lunas, walaupun terlihat sepele, namun hal ini bisa terakumulasi menjadi besar, maka dari itu, memeriksa e-billing setiap ia datang adalah keharusan

    Menggunakan fasilitas autodebet

    Setiap kartu kredit selalu mempunyai fasilitas yang mempermudah penggunanya, salah satunya adalah autodebet. Autodebet membuat nasabah tak lupa untuk membayar tagihan yang biasanya autodebet bisa diaktifkan pada tanggal cetak atau maksimal seminggu setelahnya. Fasilitas ini umumnya didukung oleh banyak bank, namun untuk pastinya nasabah sebaiknya menanyakan ke customer service. Selain agar tepat waktu, autodebet juga bisa mencegah nasabah memakai uang pembayaran kartu kredit untuk kebutuhan lain yang mungkin tidak perlu. Fasilitas autodebet juga dapat disesuaikan tanggal pembayarannya, yang umumnya nasabah inginkan adalah setelah gajian. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam fasilitas autodebet adalah jangan sampai kejadian tak ada uang tapi saldo terpotong untuk bayar kartu kredit, sehingga mengakibatkan nasabah kekurangan dalam melengkapi kebutuhan pokok.

    Mengaktifkan email notifikasi tagihan

    Fasilitas lain yang ada dalam pembayaran kartu kredit adalah notifikasi tagihan kartu kredit , yang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu via email dan lewat pos. Dengan zaman yang makin canggih dan mendukung paperless nasabah sebaiknya memilih pengiriman via email saja. Karena selain tidak mendukung paperless, jika via pos tagihan bisa terlambat terkirim dan tidak jarang terselip atau bahkan salah kirim. Dengan memakai email selalu tepat waktu dan pastinya cepat. Nasabah bisa mendaftarkannya ke bank.

    Begitulah 4 strategi untuk membayar tagihan kartu kredit yang dapat nasabah lakukan. Nasabah juga harus berpikiran secara matang untuk memakai kartu kredit atau tidak. Kalau hanya untuk mengejar gaya hidup semata, lebih baik tidak memakai kartu kredit. Kartu kredit memang sebaiknya digunakan ketika dibutuhkan dan harus dipastikan kalau limitnya sudah sesuai dengan kemampuan keuanganmu. Nasabah harus mengusahakan untuk tidak lebih dari total gaji perbulannya atau maksimal 70-80% dari gaji. Jika bijak dalam penggunaan maka niscaya kebutuhan terpenuhi dan nasabah tidak akan diberatkan oleh pembayaran tagihan.

    If you like this page share

    Credit Cards

    recommend
    • get money back
    • reward points
    • refueling refund
    • mileage accumulation
    • shopping
    • other
    annual fee
    • free first year
    • free
    • free forever
    promotion
    • Yes
    • No
    Tags