Banyak orang yang membeli produk asuransi dikarenakan tidak ingin menanggung risiko yang menimbulkan kerugian finansial. Risiko ini bisa berupa risiko kehilangan, risiko kecelakaan, risiko mobil rusak, risiko kesehatan, sampai risiko kematian. Setiap jenis asuransi ditujukan untuk menanggung risiko-risiko yang sifatnya spesifik.

Kenali Apa Itu Asuransi Jiwa

Dalam kasus asuransi jiwa, risiko yang ditanggung adalah risiko kematian. Jika Anda sebagai kepala keluarga meninggal sewaktu-waktu, maka apa yang akan terjadi dengan keluarga yang mengandalkan Anda untuk memenuhi kehidupan sehari-hari? Nah, inilah tujuan dari adanya asuransi jiwa, yaitu melindungi orang-orang terkasih secara finansial jika Anda meninggal.

Ketahui Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

Banyak masyarakat awam yang masih bingung dengan perbedaan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan sehingga belum bisa memutuskan jenis asuransi yang sesuai. Secara garis besar, perbedaan kedua jenis asuransi terletak pada risiko yang ditanggung perusahaan asuransi.

Asuransi Kesehatan

Pada asuransi kesehatan, perusahaan memberikan jaminan finansial jika pemegang polis mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan perawatan, misalnya sakit dan kecelakaan. Jika hal ini terjadi, Anda dapat mengajukan klaim sehingga perusahaan akan menanggung biaya perawatan, seperti rumah sakit, dokter, operasi, obat-obatan, rawat inap, dan biaya-biaya terkait sesuai dengan ketentuan polis. Tujuan asuransi ini adalah meringankan beban finansial jika sewaktu-waktu Anda mengalami gangguan kesehatan.

Asuransi Jiwa

Sedangkan pada asuransi jiwa, perusahaan asuransi akan memberikan jaminan finansial jika sewaktu-waktu Anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap yang mengakibatkan Anda kehilangan pekerjaan.

Tujuan utama dari asuransi jiwa memang bukan untuk memberi keuntungan kepada Anda sebagai pemegang polis, melainkan menjamin kehidupan mereka (anggota keluarga) yang masih bergantung secara finansial pada Anda. Jika sesuatu terjadi pada Anda, kehidupan orang-orang yang Anda sayangi dijamin oleh asuransi yang Anda miliki. Jaminan yang diberikan berupa dana tunai yang besarannya bergantung pada biaya premi yang dibayarkan.

Kategori Resiko Kematian yang Ditanggung Asuransi Jiwa

Secara umum, terdapat 5 jenis risiko kematian yang ditanggung oleh asuransi jiwa. Lima jenis tersebut yaitu sebagai berikut

Kerugian yang terjadi secara kebetulan

Risiko kematian akan ditanggung asuransi jika terjadi secara tidak sengaja, misalnya saja kecacatan karena sakit atau kecelakaan yang tidak disengaja. Jika tertanggung sengaja melakukan kegiatan yang berisiko celaka, seperti mengikuti balapan liar, melakukan tindakan kriminal, atau melakukan hubungan seks bebas sehingga terkena HIV/AIDS, maka perusahaan asuransi dapat menolak klaim tersebut.

Kerugian yang riil atau nyata

Hal ini berarti kerugian yang ditanggung terukur atau dapat dibatasi dengan waktu yang jumlah, misalnya sampai kapan polis dibayarkan dan berapa banyak kerugian yang harus ditanggung.

Kerugian yang berarti

Kerugian harus memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan pemegang polis, misalnya saja tertanggung mengalami kecelakaan saat bekerja sehingga tidak dapat menghidupi keluarganya selama waktu tertentu.

Tingkat kerugian dapat diprediksi

Besaran kerugian yang ditanggung perusahaan harus dapat diperkirakan, sehingga dapat disesuaikan dengan premi yang harus dibayarkan.

Kerugian yang bukan disebabkan bencana

Perusahaan tidak akan menanggung kerugian yang disebabkan malapetaka besar yang datang tiba-tiba menimpa suatu daerah, misalnya daerah yang langganan banjir dan daerah dekat gunung berapi.

Resiko Kematian yang Tidak Ditanggung Asuransi Jiwa

Memiliki asuransi jiwa bukan berarti semua risiko kematian akan ditanggung perusahaan. Perusahaan asuransi umumnya memberlakukan beberapa pengecualian yang mana dalam kondisi tertentu, klaim bisa saja ditolak.

Hal ini dilakukan agar pemegang polis tidak menyepelekan adanya asuransi yang bisa menyebabkan kerugian pada perusahaan asuransi. Berikut ini beberapa risiko kematian yang tidak ditanggung perusahaan asuransi.

  • Melakukan bunuh diri
  • Vonis hukuman mati
  • Melakukan tindak kejahatan
  • Sengaja dibunuh oleh pihak yang berkepentingan dengan uang pertanggungannya
  • Meninggal karena terkena HIV/AIDS
  • Memiliki profesi yang berisiko kematian tinggi

Pahami Siapa Saja yang Membutuhkan Asuransi Jiwa

Tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Asuransi jiwa bisa sangat menguntungkan jika dimiliki oleh seseorang yang memang membutuhkan, akan tetapi bisa juga menjadi sia-sia jika tidak tepat sasaran. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari asuransi ini, sebaiknya ketahui 2 tipe orang yang membutuhkan asuransi jiwa berikut ini.

Sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan

Mungkin jarang terbesit di benak Anda mengenai apa yang akan terjadi kepada keluarga jika sewaktu-waktu Anda meninggal. Memang kurang enak dibayangkan, tapi risiko tersebut tetap ada.

Jika keadaan finansial sudah stabil, tidak ada salahnya memikirkan keamanan keluarga di masa depan, terutama jika Anda memiliki pasangan yang tidak bekerja dan anak-anak yang masih sekolah yang tentunya sangat bergantung kepada Anda.

Kebanyakan orang merasa rugi jika harus membayar premi secara rutin tanpa mendapatkan hasil. Di sini sebenarnya pola pikir yang salah di masyarakat. Tujuan utama membeli produk asuransi adalah untuk mendapatkan jaminan perlindungan, bukan untuk mendapatkan keuntungan. Jika sampai akhir masa asuransi Anda dalam keadaan sehat, justru itu hal yang bagus karena keluarga tidak terganggu secara finansial.

Memiliki hutang/cicilan

Mungkin anak-anak sudah besar dan bisa mencari nafkah sendiri, tetapi jika Anda masih memiliki tanggungan lainnya seperti hutang/cicilan, sebaiknya pertimbangkan untuk memiliki asuransi jiwa. Hal ini untuk mencegah keluarga menanggung cicilan tersebut ketika Anda meninggal. Sehingga siapapun yang menjadi penerima manfaat asuransi akan memiliki uang yang cukup untuk menutup hutang/cicilan Anda.

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa

Setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sama halnya dengan produk asuransi jiwa. Sebelum membeli produk asuransi jiwa, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa berikut ini.

Kelebihan Asuransi Jiwa

Berikut ini adalah ulasan mengenai kelebihan dari asuransi jiwa yang bisa Anda simak dan jadikan pertimbangan.

Memberikan perlindungan finansial kepada keluarga Pada saat membeli produk asuransi jiwa, tentu Anda tidak berharap keluarga akan menggunakannya. Namun, karena risiko tersebut memang ada, hal tersebut bisa saja terjadi. Keuntungan memberi asuransi adalah keluarga mendapatkan jaminan finansial dengan jumlah yang cukup besar dengan membayar premi yang terjangkau.

Umumnya, benefit kematian yang diberikan cukup besar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sampai membayar pendidikan anak-anak. Jika Anda ingin memastikan keluarga tidak menderita secara finansial jika Anda meninggal, asuransi jiwa merupakan pilihan yang paling mudah dan murah.

Dapat memilih premi dengan harga yang sesuai Salah satu pertimbangan banyak orang sebelum membeli produk asuransi jiwa adalah biaya premi yang dibayarkan. Namun sebenarnya, biaya premi bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Perusahaan asuransi umumnya menyediakan berbagai produk asuransi jiwa dengan harga dan manfaat yang bervariasi. Selain itu, premi juga bisa dibayarkan bulanan atau tahunan.

Membantu Anda menabung

Saat ini, ada berbagai produk asuransi jiwa yang tidak hanya menawarkan manfaat proteksi, melainkan juga menawarkan manfaat tabungan yang bisa digunakan untuk kebutuhan Anda di masa depan. Jika Anda tertarik menabung untuk kedamaian di hari tua, produk asuransi dengan manfaat tabungan dapat menjadi pilihan. Premi yang dibayarkan akan dialokasikan sebagian untuk tabungan.

Kekurangan Asuransi Jiwa

Selain kelebihan, tentu saja asuransi jiwa memiliki kekurangan. Berikut beberapa kekurangan asuransi jiwa yang dapat Anda simak

Asuransi jiwa menimbulkan biaya

Kekurangan ini yang sering menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli produk asuransi. Jika dalam periode asuransi, sesuatu terjadi pada Anda, keluarga akan mendapat keuntungan yang cukup besar. Tapi jika tidak? Premi yang Anda bayarkan secara rutin akan hangus. Meskipun demikian, umumnya biaya premi ini cukup murah, terutama jika Anda memilih jenis asuransi jiwa berjangka.

Anda tidak bisa menikmatinya Hal ini yang menjadikan banyak orang tidak tertarik menggunakan produk asuransi jiwa, mereka tahu tidak akan menikmatinya. Jika Anda seseorang yang masih berfokus pada diri sendiri dan belum memiliki tanggung jawab, wajar jika Anda tidak tertarik.

Tetapi jika kepentingan Anda sudah berubah dari “saya” ke “kami” sehingga bukan lagi keamanan sendiri yang Anda pikirkan melainkan keamanan bersama, mungkin Anda bisa mempertimbangkan asuransi jiwa.

Perizinan yang tidak mudah Sayangnya, Anda tidak bisa membeli produk asuransi jiwa hanya karena Anda menginginkannya. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh pihak asuransi untuk menyetujui aplikasi calon nasabah. Tidak semua orang dapat melewati proses ini.

Kebanyakan pihak asuransi mengharuskan calon nasabah melakukan uji medis saat mendaftar. Jika memiliki penyakit serius atau kebiasaan yang berisiko, maka premi yang dibayarkan bisa jauh lebih tinggi atau bahkan ditolak oleh pihak asuransi.

Akumulasi dana tunai cukup rendah Manfaat asuransi sebagai tabungan dan sarana investasi bisa dilihat dari sisi positif maupun negatif. Meskipun bisa digunakan sebagai tabungan masa depan, umumnya akumulasi dana tunai relatif rendah jika dibandingkan sarana investasi lainnya. Investasi pada asuransi dapat Anda jadikan investasi sampingan, sementara Anda memiliki investasi utama yang lebih menguntungkan.

Biaya premi yang semakin mahal Banyak kaum muda memilih asuransi jiwa berjangka karena biaya premi yang terjangkau. Asuransi jiwa berjangka memang lebih murah karena sifatnya yang sementara. Akan tetapi, jika sampai akhir kontrak asuransi pemegang polis masih hidup, maka jaminan asuransi akan hangus.  Untuk mencari asuransi baru tidak selalu mudah. Sebab saat akhir kontrak, usia jauh lebih tua dan mungkin kesehatan sudah menurun. Hal ini akan menyebabkan biaya premi lebih mahal saat mencari asuransi jiwa yang baru.

Dari 4 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia, Mana yang Cocok untuk Anda?

Secara umum, ada  4 jenis asuransi jiwa yang tersedia di Indonesia, yang mana masing-masing memiliki polis yang bisa Anda sesuaikan dengan rencana dan kebutuhan Anda di masa mendatang. Agar tak salah pilih, sebaiknya pahami masing-masing jenis asuransi jiwa berikut ini.

Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis asuransi jiwa yang paling terjangkau. Jenis asuransi jiwa ini menawarkan proteksi kepada tertanggung dalam jangka waktu tertentu saja, umumnya mulai dari 5 tahun hingga maksimal 30 tahun.

Jika dalam jangka waktu tersebut pemegang polis meninggal, maka perusahaan akan memberikan sejumlah uang  kepada ahli waris sebagai penerima manfaat. Dilihat dari harga preminya yang murah dan tetap dengan uang pertanggungan yang cukup besar, asuransi jiwa berjangka memang terlihat menarik.

Namun, sebaiknya pertimbangkan juga sisi lain dari asuransi ini. Sebab, jika dalam masa kontrak tidak ada keluhan kesehatan, maka premi yang telah dibayarkan secara berkala akan hangus.  Oleh karena itu, asuransi jiwa berjangka disarankan kepada Anda yang memiliki keluarga yang masih sangat membutuhkan Anda, misalnya saja anak-anak. Setidaknya Anda dapat membeli asuransi jiwa dalam jangka waktu tertentu hingga anak-anak Anda bisa hidup mandiri.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup merupakan jenis asuransi yang berlangsung selama Anda hidup. Asuransi jiwa ini umumnya mematok harga premi yang lebih mahal karena tidak hanya memberikan benefit kematian, tetapi juga mengalokasikan sebagian dari premi yang Anda bayarkan sebagai cash value atau nilai tunai yang akan diinvestasikan.

Dana yang diinvestasikan dapat bertumbuh sesuai dengan bunga yang diberikan. Investasi ini yang biasanya menjadi nilai jual dari asuransi jiwa seumur hidup. Adanya nilai tunai ini memungkinkan pemegang polis untuk cuti premi. Saat pemegang polis memilih cuti premi, maka perusahaan asuransi akan menarik dana dari nilai tunai untuk menanggung premi yang seharusnya dibayarkan.

Selain itu, pemegang polis juga dapat mengakses nilai tunai saat sedang membutuhkan dana, seperti menarik atau meminjam. Inilah mengapa asuransi jiwa seumur hidup disarankan untuk Anda yang ingin memberikan warisan kepada keluarga sekaligus memiliki tabungan jangka panjang untuk hari tua.

Asuransi Jiwa Dwiguna

Jenis asuransi jiwa ini mungkin masih belum terlalu familiar di kalangan masyarakat. Asuransi jiwa dwiguna merupakan produk asuransi yang menawarkan dua manfaat, yakni asuransi jiwa berjangka dan tabungan. Apabila Anda menginginkan produk asuransi jiwa untuk jangka waktu tertentu, tetapi menginginkan manfaat tabungan, asuransi jiwa dwiguna dapat menjadi salah satu opsi yang tepat.

Meskipun demikian, asuransi ini lebih menitikberatkan  pada tabungan, sehingga lebih direkomendasikan untuk Anda yang menginginkan adanya tabungan dalam periode tertentu, misalnya untuk pendidikan anak di masa depan. Jika dalam periode tersebut Anda meninggal, maka tabungan akan dikelola oleh pihak asuransi dan diberikan kepada ahli waris  saat kontrak berakhir.

Berbeda dengan asuransi jiwa berjangka, manfaat polis asuransi jiwa dwiguna tetap diberikan meskipun Anda masih hidup ketika masa kontrak berakhir. Pada dasarnya, asuransi jiwa dwiguna menawarkan dua manfaat yang merupakan gabungan dari manfaat asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup. Selain mempertimbangkan manfaat yang diberikan, biaya premi juga perlu Anda pertimbangkan sebab umumnya asuransi jiwa dwiguna mematok premi yang relatif mahal.

Asuransi Jiwa Unit Link

Sama seperti asuransi jiwa dwiguna, asuransi jiwa unit link juga menawarkan dua manfaat, yakni proteksi asuransi dan investasi. Hanya saja, dalam asuransi jiwa unit link manfaat, manfaat utama lebih ditekankan pada proteksi asuransi. Dari premi yang Anda bayarkan, mungkin hanya 10% atau 20% yang dialokasikan pada investasi. Oleh karena itu, keuntungan dari produk asuransi ini bisa Anda rasakan jika berinvestasi jangka panjang.

Sama seperti cara kerja investasi pada umumnya, investasi pada unit link juga memiliki risiko. Semakin besar resiko, maka semakin besar pula potensi keuntungan. Besaran risiko bisa Anda tentukan sendiri dengan memilih jenis investasi yang sesuai, bisa dalam bentuk deposito yang berisiko rendah hingga bentuk saham yang berisiko tinggi

Bagaimana Persyaratan dan Cara Mengajukan Asuransi Jiwa?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perusahaan asuransi tidak serta-merta menerima semua aplikasi yang masuk. Perusahaan akan mempertimbangkan kondisi calon nasabah untuk memastikan calon nasabah dapat melaksanakan kewajibannya sebagai nasabah di masa depan. Secara umum, berikut ini 3 kondisi nasabah yang dipertimbangkan.

Kondisi Nasabah yang Dipertimbangkan Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi selalu mempertimbangkan kondisi calon nasabahnya. Berikut adalah 3 kondisi nasabah yang dipertimbangkan oleh perusahaan asuransi.

Kondisi finansial calon nasabah

Kondisi finansial yang stabil menjadi syarat krusial untuk menjadi nasabah asuransi. Perusahaan akan menilai apakah kondisi finansial Anda dapat menopang kewajiban membayar premi setiap bulannya. Penilaian ini sudah mencakup kebutuhan primer Anda dan keluarga, seperti untuk makan, membayar tagihan, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya.

Usia calon nasabah saat mengajukan asuransi Selain kondisi finansial, usia Anda saat mengajukan asuransi juga akan mempengaruhi keputusan pihak asuransi untuk menerima atau menolak Anda sebagai nasabah. Umumnya, semakin tua usia, semakin besar pula premi yang dibayarkan, sebab risiko gangguan kesehatan lebih besar. Jika usia Anda masih muda, 35 tahun ke bawah, umumnya perusahaan asuransi membebankan biaya premi yang lebih ringan, sebab risiko Anda terkena gangguan kesehatan lebih kecil.

Kesehatan calon nasabah

Kesehatan calon nasabah saat mendaftar asuransi akan mempengaruhi diterima atau ditolaknya aplikasi Anda. Jika saat mendaftar Anda memiliki riwayat penyakit kronis, biaya premi bisa jauh lebih mahal dari mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit.

Persyaratan Mendaftar Asuransi Jiwa

Berkut ini beberapa persyaratan yang dibutuhkan sebelum mendaftar asuransi jiwa.

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Scan atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Akta Kelahiran
  • Formulir pengajuan asuransi yang sudah diisi
  • Uang untuk membayar premi pertama
  • Usia 18-54 tahun

Pertimbangan Sebelum Mendaftar Asuransi Jiwa Secara Online

Di era digital saat ini, tidak perlu takut membeli produk asuransi secara online. Saat ini, Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi mana perusahaan asuransi yang terpercaya dan yang tidak. Sebelum mendaftar asuransi jiwa secara online, sebaiknya beberapa hal berikut ini.

Pilih perusahaan asuransi yang dikenal memiliki reputasi yang baik

Pastikan perusahaan asuransi pilihan Anda terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan memiliki standard kemampuan RBC (risk base capital) di atas 120 persen. Selain itu, perhatikan juga bagaimana perusahaan melayani nasabah, bagaimana kecepatan responnya dan kemudahan aksesnya, dimana hal ini akan menentukan bagaimana pelayanan perusahaan di masa depan ketika Anda mengalami masalah. Selain itu, perhatikan bagaimana perusahaan memberikan informasi terkait produk asuransinya, sudah jelas atau masih mengambang.

Bandingkan produk asuransi

Pilih beberapa perusahaan asuransi terpercaya, kemudian bandingkan produk-produk asuransi jiwa yang ingin Anda beli. Baca dengan teliti polis asuransi, pertimbangkan apakah harga premi sesuai kemampuan, apakah jaminan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, dan perhatikan juga pengecualian-pengecualian yang ditetapkan.

Daftarkan diri Anda

Setelah yakin dengan produk asuransi yang diinginkan, segeralah mendaftar selagi Anda masih dalam keadaan sehat. Berikut ini langkah-langkah mendaftar asuransi jiwa secara online

Siapkan Dokumen Siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti KK, KTP, Akta kelahiran, dan NPWP. Saat pendaftaran, Anda akan diminta untuk melampirkan dokumen-dokumen tersebut.

Isi Formulir Isi formulir yang mencakup data diri Anda, alamat lengkap, pilihan kelas yang ditawarkan, dan pilihan instansi sebagai tempat rujukan.   Pilih biaya premi per bulan kemudian simpan data Jangan lupa untuk memilih besaran premi per bulan yang Anda inginkan, kemudian simpan data.

Print lembar virtual account Setelah mendapat balasan nomor registrasi yang dikirimkan via email, print lembar virtual account-nya

Lakukan pembayaran Lakukan pembayaran di bank yang ditetapkan perusahaan asuransi, kemudian Anda akan mendapat bukti pembayaran.

Gunakan fitur auto-debet jika Anda menginginkan kemudahan lebih Agar tidak pusing dengan pembayaran per bulannya, Anda dapat menggunakan fitur autodebit, sehingga pembayaran akan ditarik otomatis dari rekening Anda.

Beberapa Rekomendasi Produk Asuransi Jiwa Terbaik

Jika Anda masih awam dengan produk-produk asuransi jiwa yang ada, berikut ini akan kami berikan rekomendasi 5 produk asuransi jiwa di Indonesia yang terpercaya dan terbaik sebagai gambaran sebelum Anda menjelajah secara mandiri.

AXA Maestro Syariah

AXA Maestro Syariah merupakan salah satu produk asuransi jiwa dwiguna yang ditawarkan perusahaan asuransi AXA. AXA Maestro Syariah tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga menawarkan investasi jangka panjang yang berbasis syariah. Produk asuransi ini menawarkan uang pertanggungan hingga 250 juta.    Perlindungan yang ditanggung AXA Maestro Syariah meliputi santunan keluarga ketika Anda meninggal dunia secara alami (masa perlindungan hingga usia 99 tahun), meninggal akibat kecelakaan (masa perlindungan hingga usia 65 tahun), mengalami cacat total maupun tetap (masa perlindungan hingga usia 60 tahun), dan menanggung biaya rawat inap ketika Anda menjalani proses penyembuhan (masa perlindungan hingga usia 60 tahun).   Sebagian dari premi yang dibayarkan akan masuk ke dalam dana investasi. Dana investasi ini dapat ditambahkan maupun  ditarik kapan saja.

Sunlife Term Life

Sesuai dengan namanya, asuransi Term Life dari perusahaan Sunlife merupakan produk asuransi berjangka yang sifatnya sementara. Masa pembayaran premi dimulai dari 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Untuk membeli produk ini, usia pemilik polis harus dalam rentang 18-70 tahun dan usia tertanggung dalam rentang 5-70 tahun.    Manfaat yang diberikan asuransi Term Life dibagi menjadi dua kategori, yakni manfaat asuransi dasar dan manfaat asuransi tambahan. Manfaat dasar yang diberikan adalah manfaat kematian sebesar 100% uang pertanggungjawaban yang diberikan ketika tertanggung meninggal dunia, dengan besar manfaat kematian minimal Rp 100 juta. Sedangkan manfaat asuransi tambahan diberikan jika Anda memilih asuransi tambahan, manfaat ini mencakup risiko kematian akibat kecelakaan, risiko kecelakaan, penyakit kritis, dan cacat tetap.    Asuransi Term Life memberikan keleluasaan dalam pembayaran premi, Anda bisa memilih frekuensi pembayaran tahunan, semesteran, kuartalan, maupun bulanan.

Sequis My Life Protection

Asuransi jiwa Sequis My Life Protection merupakan salah satu asuransi jiwa berjangka yang cukup terjangkau dengan biaya premi mulai dari Rp 33 ribu per bulannya. Uang pertanggungan yang ditawarkan bisa mencapai Rp 300 juta, tergantung dengan harga premi yang Anda pilih. Masa perlindungan yang diberikan hingga usia 60 tahun.   Sequis My Life Protection menanggung tiga jenis perlindungan yakni santunan kepada keluarga ketika Anda meninggal dunia secara alami, ketika Anda meninggal karena kecelakaan, dan ketika Anda mengalami cacat tetap.    Jumlah uang pertanggungan yang diberikan bergantung rencana yang Anda pilih. Secara garis besar, produk asuransi ini menawarkan 3 jenis plan, yaitu plan A, B, dan C. Untuk plan A, biaya premi mulai Rp 33 ribu per bulan dengan  UP sebesar Rp 100 juta untuk kematian alami, Rp 200 juta untuk kematian akibat kecelakaan, dan Rp 100 juta untuk kasus cacat tetap. Untuk plan B, biaya premi mulai Rp 52,8 ribu per bulan dengan  UP sebesar Rp 200 juta untuk kematian alami, Rp 400 juta untuk kematian akibat kecelakaan, dan Rp 200 juta untuk kasus cacat tetap. Untuk plan C, biaya premi mulai Rp 77,3 ribu per bulan dengan  UP sebesar Rp 300 juta untuk kematian alami, Rp 600 juta untuk kematian akibat kecelakaan, dan Rp 300 juta untuk kasus cacat tetap.   Mungkin sekian artikel mengenai 4 jenis asuransi jiwa. Semoga artikel ini dapat membantu Anda memilih asuransi terbaik untuk kebutuhan Anda.