Banyak orang mengenal istilah investasi. Banyak juga yang sudah tahu pentingnya melakukan investasi. Namun, ketika ditanyakan apakah mereka sudah berinvestasi? Tidak semua sudah melakukannya. Salah satu alasannya adalah mereka percaya bahwa investasi adalah proses yang rumit. Mencari metode investasi paling mudah bisa jadi sangat sulit dilakukan jika Anda tidak memiliki bekal informasi yang cukup.

Investasi adalah cara yang dapat kita lakukan untuk menghadapi inflasi. Apa itu inflasi? Inflasi adalah penurunan nilai mata uang. Misalnya, beberapa tahun yang lalu uang Rp 100 ribu bisa digunakan untuk membeli 10 kg beras, 2 kg telur, dan 2 liter susu. Namun, saat ini, dengan nilai yang sama sebesar Rp 100 ribu, barang yang kita dapatkan akan lebih sedikit. Hal ini terjadi bukan karena barang yang semakin mahal, namun karena nilai uang yang semakin turun setiap tahunnya.

Lalu, bagaimana cara agar nilai uang milik kita tidak turun? Jawabannya adalah investasi. Investasi adalah proses menyimpan uang dengan harapan pertambahan nilai di masa depan. Pertambahan nilai inilah yang akan menyeimbangkan nilai uang kita dengan inflasi yang terjadi. Bahkan jika cara investasi kita tepat, kita akan mendapat pertambahan nilai yang lebih tinggi dari inflasi. Menarik bukan?

Sangat banyak cara dan bentuk produk investasi. Bagi orang yang belum pernah investasi sebelumnya, banyaknya pilihan akan membuat memilih semakin sulit. Untuk itu, akan kita bahas investasi – investasi apa yang termasuk dalam investasi paling mudah yang dapat dilakukan oleh semua kalangan.

Deposito

Sebagian besar masyarakat sudah tidak asing dengan bank. Kebanyakan orang menggunakan bank sebagai sarana menyimpan dan meminjam uang. Menyimpan uang di bank bukanlah sebuah investasi karena bunga tabungan bank sangat jauh di bawah inflasi. Belum lagi potongan biaya administrasi setiap bulannya. Tetapi, di bank ada juga produk investasi yang disediakan yaitu deposito.

Deposito adalah salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan dengan mudah. Kita hanya perlu memiliki rekening di suatu bank dan kita dapat langsung memanfaatkan deposito di bank tersebut. Rata – rata bunga deposito setelah dipotong pajak memang masih di bawah rata – rata inflasi, namun masih jauh lebih baik daripada uang milik kita tidak diinvestasikan sama sekali.

Kelebihan dari deposito adalah syarat yang mudah. Selama kita memiliki rekening bank maka kita sudah bisa melakukan deposito. Keuntungan yang lain yaitu risiko yang sangat rendah. Selain pengawasan aktivitas bank yang ketat yang dilakukan oleh Bank Indonesia, bunga deposito juga sudah dijamin oleh bank sehingga kemungkinan bank gagal bayar bunga deposito sangat kecil.

Kekurangannya adalah likuiditas. Deposito biasanya memiliki jangka waktu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau 2 tahun. Jika kita ingin menggunakan uang deposito sebelum jangka waktu yang disepakati habis, kita tidak dapat melakukannya. Kerugian lain adalah bunga yang kecil. Namun ini sesuai dengan risiko deposito yang rendah.

Logam Mulia

Sebelum uang kertas digunakan, ada masa di mana transaksi jual beli menggunakan uang yang terbuat dari logam mulia. Logam mulia yang digunakan diantaranya emas dan perak. Saat ini, logam mulia dianggap sarana investasi yang baik karena tidak terpengaruh inflasi. Misalnya, jika pada jaman dahulu orang dapat membeli 1 ekor kambing dengan 4 gram emas, saat ini pun kita bisa membeli 1 ekor kambing dengan jumlah emas yang sama.

Emas adalah pilihan utama ketika seseorang memutuskan untuk berinvestasi logam mulia. Emas dapat berbentuk perhiasan atau batangan. Selain itu, ada juga produk berupa tabungan emas. Tabungan emas memungkinkan kita untuk tidak membeli emas secara fisik, tetapi emas yang didapat berupa saldo tabungan emas. Saat mencapai berat tertentu, kita dapat menarik fisik emas tersebut dari tabungan emas milik kita.

Kelebihan investasi emas adalah kemudahan untuk memulai. Tidak ada syarat apapun untuk dapat memulai investasi emas. Emas, baik perhiasan maupun batangan, dapat dibeli di mana saja. Membuat tabungan emas juga hal yang mudah. Bahkan dengan tabungan emas, kita dapat menabung emas mulai dari 0,01 gram atau sekitar Rp 7 ribu rupiah saja.

Kekurangannya adalah harga emas di Indonesia bergantung pada 2 hal, yaitu harga emas dunia dan nilai tukar Dollar dan Rupiah. Harga emas dunia beberapa terakhir memiliki tren penurunan nilai, meskipun begitu harga emas di dalam negeri tetap naik. Hal ini disebabkan karena Rupiah melemah terhadap Dollar. Artinya, jika kita ingin semakin untung dalam investasi emas, harapannya adalah harga emas dunia naik atau ekonomi negara turun sehingga Rupiah melemah.

Reksadana

Pada jaman dahulu, orang yang ingin membeli saham atau kepemilikan perusahaan haruslah orang – orang bermodal besar. Lalu, muncul sebuah ide untuk membeli saham secara patungan, yaitu modal milik beberapa orang yang nilainya kecil dikumpulkan kemudian digunakan untuk membeli saham perusahaan tersebut. Hal inilah yang disebut mutual fund atau reksadana. Sederhananya investasi reksadana adalah saat kita dan orang – orang lainnya menyerahkan uang kita ke manajer investasi untuk dikelola dan diinvestasikan.

Pilihan investasi reksadana dapat disesuaikan dengan tujuan investasi kita. Jika kita ingin investasi jangka panjang, reksadana saham bisa menjadi pilihan. Jika ingin jangka pendek, ada reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Jika ingin jangka menengah, reksadana campuran bisa jadi jawaban.

Kelebihan investasi reksadana adalah kita bisa memulai dari nilai yang cukup kecil, yaitu Rp 100 ribu saja. Reksadana juga sangat likuid, yaitu dapat dibeli dan dijual kapan saja setiap hari. Memulai investasi reksadana juga sangat mudah. Cukup banyak sekuritas yang memungkinkan kita untuk berinvestasi secara 100% online. Cukup sediakan KTP, NPWP, dan formulir yang diisi secara online, maka kita siap berinvestasi reksadana.

Kekurangannya adalah segala investasi yang dilakukan sepenuhnya dipegang oleh manajer investasi. Hasil dari investasi, baik untung maupun rugi, sangat bergantung pada kemampuan manajer investasi dalam mengelola uang kita. Hal ini membuat kita tidak mempelajari secara langsung kegitan investasi yang dilakukan oleh para manajer investasi ini.

Demikian pilihan investasi paling mudah untuk semua kalangan. Produk – produk investasi di atas dapat dibeli oleh siapa saja dengan modal yang tidak terlalu besar. Tujuan investasi untuk mengimbangi inflasi juga dapat dicapai dengan produk – produk di atas. Sekarang, giliran Anda untuk memilih dan memulai berinvestasi.