Merupakan mimpi setiap orang untuk memiliki rumah sendiri. Namun, seiring dengan naiknya harga rumah yang gila-gilaan, mimpi tinggal di rumah sendiri rasanya semakin sulit dicapai. Harga rumah di wilayah Jakarta sudah hampir tidak masuk akal, terutama bagi generasi milenial. Meskipun demikian, bukan hal mustahil untuk memiliki rumah. Agar keinginan ini cepat terwujud, ada beberapa tips yang layak untuk Anda ikuti.

Hitung Harga Rumah Impian dan Skema Pembelian

Harga rumah minimalis yang realistis untuk kawasan pinggir Jakarta seperti Depok, Tangerang atau Bekasi di tahun 2019 sekitar Rp500.000.000. Jika Anda ingin membeli rumah dengan skema KPR (Kredit Perumahan Rakyat), maka setidaknya harus menyiapkan 25% dari harga rumah untuk keperluan DP (Down Payment) dan biaya lain-lain seperti notaris dan asuransi. Kalau Anda memiliki target mempunyai rumah dalam 3 tahun ke depan, maka dengan estimasi kenaikan harga rumah adalah 20% per tahun, harga rumah yang Anda incar sudah sekitar Rp800.000.000. Artinya, Anda harus menyiapkan setidaknya Rp200.000.000. Apabila Anda tinggal di daerah dan ingin membeli rumah di sana, tentu tabungan yang mesti disiapkan lebih sedikit. Nah, bagi Anda yang ingin membangun rumah sendiri, bisa mempertimbangkan opsi membeli tanah kosong saja. Memang sedikit lebih sulit mencari tanah kavling yang berada tidak jauh dari kota, namun modal yang diperlukan lebih hemat ketimbang membeli rumah jadi dari pengembang.

Membuat Rencana Keuangan yang Jelas

Berdasarkan estimasi di atas, ternyata tabungan yang harus disimpan cukup besar, ya. Oleh sebab itu ada baiknya jika Anda langsung merealisasikan rencana menabung sedini mungkin. Meskipun sebagai fresh graduate, sisihkanlah setidaknya 20% dari gaji Anda khusus untuk tabungan rumah. Di tahun berikutnya, tentu ada kenaikan gaji, belum lagi bonus yang biasanya diberikan perusahaan. Daripada dikeluarkan untuk keperluan kurang mendesak, sebaiknya langsung ditabung saja. Catat pengeluaran setiap bulannya agar tidak terjadi kebocoran dan Anda bisa memeriksa ke mana saja gaji Anda dihabiskan. Terapkan pola hidup hemat dengan mengurangi jajan yang sekali makan bisa menghabiskan Rp30 ribu. Lebih baik bawa bekal dari rumah untuk menghemat hingga satu juta rupiah setiap bulannya dari budget konsumsi. Kemudian bijaklah ketika berbelanja, dan pastikan hanya membeli kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

Dahulukan Menabung Baru Menghabiskan Sisanya

Trik termudah untuk menghemat pengeluaran adalah dengan cara langsung mentransfer sebagian besar gaji Anda ke rekening khusus tabungan, dan hanya menyisihkan sebagian nominal untuk keperluan sehari-hari seperti makan, transportasi, atau tempat tinggal. Dengan demikian, otak Anda akan dipaksa untuk mengakali bagaimana bertahan selama sebulan dengan uang yang tersisa. Barulah jika ada keperluan mendesak, Anda bisa mengambil sedikit dari tabungan. Hal ini bisa mencegah Anda dari membeli barang atau jajanan yang kurang penting.

Investasikan Sebagian Penghasilan

Lebih baik jangan hanya mengandalkan tabungan saja. Bunga yang diperoleh dari menabung sangat kecil, dan akan tergerus oleh inflasi. Mulailah belajar mengenai investasi. Saat ini banyak bank dan manajer investasi yang menawarkan produk reksadana, yaitu instrumen yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek (saham, obligasi, pasar uang dan lain-lain). Return atau bunga yang dihasilkan lebih tinggi daripada deposito, tergantung produk yang Anda pilih. Apa saja produk reksadana yang ada di pasaran bisa Anda cek dengan mudah di internet, bahkan saat ini sudah tersedia marketplace khusus reksadana di mana Anda bisa memilih investasi yang tepat. Hanya dengan Rp500 ribu saja, Anda sudah bisa berinvestasi. Jika Anda masih belum yakin, bisa mulai berinvestasi emas yang memiliki resiko rendah. Harga emas pasti akan naik setiap waktunya, jadi saat memiliki uang lebih, bisa mempertimbangkan untuk membeli emas beberapa gram karena Anda tidak akan rugi ketika menjualnya kembali.

Cari Uang Tambahan

Tidak cukup rasanya kalau hanya mengandalkan gaji dari kantor saja untuk mencapai mimpi membeli rumah idaman. Waktu luang yang Anda miliki bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan. Sesuaikan dengan skill yang Anda punya, misalnya Anda biasa mendesain gambar, membuat website, atau menulis artikel, saat ini banyak platform freelance yang mencari tenaga Anda. Biasanya Anda akan dibayar per project, dengan angka yang lumayan tergantung tingkat kesulitan. Atau jika Anda suka masak, coba deh menjual produk Anda melalui GO-FOOD atau GRAB-FOOD. Buat yang bingung ingin berjualan apa, saat ini kesempatan untuk menjadi reseller atau dropshipper juga terbuka lebar di berbagai e-commerce. Dengan begini, Anda bisa mendapatkan uang tanpa harus memiliki produk.

Hal terpenting saat menabung untuk rumah impian adalah komitmen. Percayalah, pengorbanan Anda akan terbayar saat akhirnya berhasil memiliki rumah yang diidam-idamkan. Rumah adalah salah satu bentuk investasi terbaik karena harganya tidak akan turun, apalagi jika berada di lokasi yang strategis dan berpotensi untuk berkembang. Oleh karena itu, praktikkan tips di atas agar lebih cepat memiliki rumah sendiri, ya!