Sampai saat ini, uang kuno Indonesia masih menjadi primadona yang diincar para kolektor. Meskipun tampil dengan desain lama, namun hal tersebut mampu menarik perhatian sebagai barang antik, langka, dan bernilai jual tinggi. Tidak sedikit dari mereka mau membayar dengan nominal besar.

Mata Uang Kuno

Seperti diketahui, uang merupakan barang yang dijadikan sebagai alat tukar sah dan memiliki nilai tetap. Secara periodikal, suatu negara biasanya akan memperbaharui desain tampilannya. Saat ini, banyak orang yang mengincar cetakan lama karena keunikan desain dan kini tidak diterbitkan lagi.

Selain keunikan uang kuno Indonesia juga memiliki nilai sejarah yang tinggi dan menjadi saksi zaman penjajahan dan kerajaan. Karena hal tersebutlah, benda langka ini banyak dicari oleh para pemburu uang bersejarah. Berikut di antaranya:

Uang Kertas 5 Gulden Seri Wayang

Uang kertas cetakan lama pecahan 5 Gulden ini dicetak percetakan Johan Enschede en Zonen. Banyak kolektor yang tertarik dikarenakan desain tampilannya menarik dengan gambar utama penari wayang. Di baliknya, terdapat teks undang-undang dalam 4 bahasa, yaitu Jawa, Arab, Belanda dan Mandarin.

Lebih menariknya lagi, pecahan 5 Gulden ini memiliki nomor seri dua huruf kemudian diikuti lima angka. Uang lawas ini memiliki tiga versi dengan tanda tangan tokoh yang berbeda sesuai tahun terbitnya, yaitu Praasterink (1934-1937), Waveren (1937-1939) dan R.E. Smits (1939).

Uang kuno Indonesia 5 Gulden menjadi primadona, sehingga paling dicari oleh para kolektor dibanding dengan pecahan lainnya. Barang unik ini dibandrol dengan kisaran harga mulai dari Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 400.000, tergantung kondisi dan siapa penanda tangannya.

Uang Kertas 1.000 Gulden Seri Wayang

Uang kertas kuno pecahan 1.000 Gulden berseri wayang diedarkan antara tahun 1933 sampai dengan tahun 1939 oleh De Javasche Bank. Kini menjadi barang langka yang menjadi incaran banyak kolektor dan memiliki nilai jual tinggi dibandrol dengan harga mencapai Rp. 100 jutaan, sangat fantastis bukan?

Uang kuno berseri wayang ini banyak dicari serta menarik perhatian para kolektor dikarena dicetak pada masa penjajahan. Cetakan berupa kertas masih jarang diproduksi terlebih gambarnya memuat nilai dari budaya Indonesia. Uang kertas kuno berseri wayang ini memiliki beberapa nilai pecahan, diantaranya 5, 8, 10 dan 25 Gulden memiliki 3 versi tanda tangan, berbeda dengan pecahan 1.000 yang hanya tersedia 1 macam saja.

Uang Kertas 100 Rupiah

Uang kertas dengan pecahan 100 rupiah ini dicetak pada tahun 1948 bernilai jual yang tinggi mencapai Rp. 100 jutaan, harga fantastis senilai dengan nilai sejarahnya. Menurut para kolektor, barang ini menjadi saksi perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia dari penjajahan setelah dijajah 350 tahun.

Uang kuno jenis ini dihargai cukup mahal dikarenakan pada masa itu cetakan berupa kertas masih jarang diproduksi, kebanyakan berupa koin. Meskipun nilainya kecil, namun nilai sejarahnya sangatlah besar.

Uang kuno pecahan 100 rupiah ini dicetak pada tahun 1948 bergambar sosok Bung Karno mengenakan peci. Barang ini sangat langka dan susah ditemui, bahkan jika kondisinya masih bagus para kolektor bisa membeli dengan harga yang lebih mahal mencapai Rp. 150 jutaan.

Uang Kertas 5.000 Rupiah

Uang kertas pecahan 5.000 rupiah terbitan tahun 1958 termasuk barang yang sangat langka dan banyak dicari. Meskipun nilainya terbilang kecil namun jangan salah nilai jualnya bisa mencapai Rp. 10 juta lebih. Harganya jauh bisa lebih mahal jika kondisinya masih bagus.

Harga yang cukup tinggi rela dibayarkan para kolektor karena mata uang kertas pecahan 5.000 rupiah ini memiliki nilai sejarah, dimana pada zaman dahalu hanya dimiliki oleh para bangsawan dan orang kaya.

Secara ukuran, uang kuno pecahan 5.000 rupiah ini lebih besar dan lebar dibandingkan cetakan kertas sekarang. Desain tampilan kedua sisinya berbeda, bagian depan bergambar perempuan berbaju kebaya sedang memanen padi dan bagian belakang terdapat pemandangan hamparan sawah.

Memang harga jual pecahan 5.000 rupiah ini tidak semahal pecahan 100 rupiah, padahal nilainya lebih kecil. Hal ini disebabkan karena uang kuno bergambar pahlawan lebih banyak diminati oleh para kolektor dibanding seri lainnya.

Uang Kertas 500 Rupiah

Uang kuno cetakan kertas dengan pecahan 500 rupiah berseri hewan diterbitkan tahun 1992. Barang ini memiliki nilai jual cukup mahal dibandingkan seri lainnya dengan tahun emisi yang sama, bahkan para kolektor rela membayar seharga Rp. 1,5 jutaan.

Meskipun terbilang bukan uang kuno yang dihentikan peredarannya pada tahun 2011, namun sekarang menjadi barang antik karena banyak dicari dan keberadaannya pun langka. Desain tampilannya mungkin tidak sebagus cetakan terbaru, namun nyatanya justru hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Kolektor.

Uang Koin 25.000 Rupiah

Uang koin pecahan 25.000 rupiah ini termasuk barang kuno yang diproduksi sekitar tahun 1970 berseri budaya Indonesia. Logam ini berbahan dasar dari emas dengan kadar mencapai 90 sampai 100 persen dengan berat 8 gram berdiameter 26 mm.

Desain tampilan uang koin ini bergambar Burung Garuda disertai dengan logo Bank Indonesia dengan tahun terbitan 1970. Bagian belakang terdapat tokoh pahlawan Nasional, yaitu Jendral Sudirman yang dikelilingi tulisan “25 Tahun Kemerdekaan” dan “Republik Indonesia”.

Koin kuno pecahan 25.000 rupiah ini sulit ditemui karena diproduksi hanya 970 keping saja, dibandrol dengan harga yang cukup mahal, yaitu mencapai Rp. 8 jutaan. Menurut sejarah, uang berseri budaya ini merupakan cetakan pertama Bank Indonesia dan menjadi cikal bakal cetakan kertas.

Jangan melihat dari tampilannya yang lusuh, dibalik itu semua uang kuno Indonesia bernilai jual cukup tinggi dan memiliki nilai sejarah di dalamnya. Barang antik ini bisa menjadi sarana investasi buat Anda yang menguntungkan.