Salah satu permasalah yang dihadapi Indonesia sebagai negara berkembang saat ini adalah kondisi perekonomian yang kurang stabil. Hal ini bisa dilihat dari semakin melemahnya nilai tukar antara rupiah dengan dolar Amerika Serikat.

8 Alasan Kenapa Rupiah Terus Melemah

Ada banyak pemicu dan dampak yang ditimbulkan dari melemahnya mata uang rupiah. Tetapi sebelum itu yang perlu dipahami dengan baik adalah alasan kenapa rupiah melemah? Berikut adalah beberapa penyebabnya.

Perekonomian Amerika Serikat Terus Meningkat

Salah satu alasan kenapa rupiah melemah adalah tingkat perekonomian di Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan. Sebelumnya negara adi daya tersebut diketahui mengalami krisis ekonomi pada kisaran tahun 2008, akan tetapi melalui berbagai upaya sekarang kondisi perekonomian Amerika menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Peningkatan ekonomi negara Paman Sam ini ikut berpengaruh terhadap Bank Sentral Amerika yang dikenal sebagai The Fed (Federal Reserve System), sehingga suku bunga acuan ikut naik. Hal ini juga menyebabkan para investor lebih memilih untuk menukarkan uangnya menjadi Dolar dan diinvestasikan ke Amerika.

Harga Komoditas Ekspor di Indonesia Menurun

Kekuatan rupiah di Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh komoditas ekspor. Jika jumlah barang yang diekspor semakin tinggi dan besar, maka eksistensi rupiah juga akan semakin baik. Begitupun sebaliknya jika komoditas ekspor justru menurun, maka rupiah dapat terus melemah bahkan bisa sampai anjlok.

Saat ini Indonesia sedang berada pada titik dimana permintaan ekspor barang dari negara lain mengalami penurunan. Akibatnya kondisi perekonomian dan juga neraca perdagangan yang mempunyai peran besar terhadap kondisi rupiah ikut mengalami gangguan.

Perekonomian China Melemah

China dikenal sebagai negara yang menjalin hubungan ekonomi dengan Indonesia. Jadi kondisi perekonomian Indonesia sedikit banyak juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di China. Jika perekonomian China meningkat, maka tingkat permintaan barang dari Indonesia juga berjalan seiring, sehingga stabilitas rupiah semakin membaik.

Besarnya Utang Luar Negeri Indonesia

Utang luar negeri juga menjadi salah satu alasan kenapa rupiah melemah. Apalagi sistem pembayaran utang luar negeri harus menggunakan mata uang yang telah disepakati ketika melakukan transaksi dan mata uang dolar Amerika Serikat masih menjadi aleternatif yang selalu dipilih.

Berhubung pembayaran utang dilakukan menggunakan dolar, maka Indonesia harus menukarkan rupiah menjadi dolar terlebih dahulu. Mencetak rupiah dalam jumlah banyak untuk membayar utang juga tidak semudah yang dibayangkan, karena efek samping yang ditimbulkan adalah terjadinya inflasi.

Kebijakan Dari the Fed

The Fed atau Federal Reserve yang merupakan Bank Sentral Amerika Serikat mempunyai peran dalam mengeluarkan kebijakan suku bunga. Ketika suku bunga dinaikkan, sebenarnya dampak yang ditimbulkan cukup baik terhadap negara adidaya tersebut. Misalnya dalam hal investasi dari negara asing yang memperkuat nilai mata uang.

Akan tetapi hal sebaliknya justru terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia. Jika investasi semakin meningkat di Amerika, maka mata uang negara berkembang termasuk rupiah akan mengalami tekanan yang berarti. Akhirnya nilai dolar semaki kuat, sedangkan rupiah mengalami penurunan.

Terjadi Perang Dagang

Meski sudah mengaku gencatan senjata, tetapi perang dagang yang berlangsung antara Amerika Serikat dan China mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap rupiah. Hal tersebut berkaitan dengan persepsi investasi dari pihak penanam modal atau investor. Pihak investor tentu akan melihat prospek ekonomi sebelum menanamkan modalnya.

Situasi perang dagang yang melibatkan dua negara besar tersebut berimbas pada kinerja ekspor barang dan jasa pada kancah global mengalami penurunan dan juga berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu perang dagang juga mengakibatkan kebutuhan terhadap mata uang asing semakin meningkat, sehingga menurunkan permintaan mata uang domestik.

Tingginya Jumlah Impor Barang Dan Jasa

Cara paling sederhana untuk meningkatkan stabilitas rupiah sebenarnya adalah memperbanyak ketersedian kebutuhan akan rupiah sendiri. Hal ini bisa diatasi dengan mengurangi permintaan atau impor barang dan jasa dari luar negeri. Sayangnya yang terjadi saat ini justru sebaliknya dimana jumlah impor di Indonesia semakin tinggi.

Padahal tingginya tingkat impor barang atau jasa akan mengakibatkan kebutuhan terhadap rupiah semakin melemah. Apalagi status dolar sebagai mata uang internasional menyebabkan kebutuhan terhadap dolar jauh lebih tinggi, sehingga nilai tukar rupiah juga terus mengalami penurunan.

Yield Spread

Yield Spread juga menjadi salah satu faktor pemicu nilai rupiah terus mengalami penurunan. Yield spread ini terjadi antara US Treasury yang tidak lain adalah surat berharga milik pemerintah Amerika Serikat dan surat berharga negara tenor dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Jika yield spread terus mengalami pelebaran, maka dampaknya juga akan turut dirasakan oleh kondisi rupiah. Bahkan Bima Yudhistira yang merupakan seorang peneliti di Institute of Development for Economics and Finance juga menyatakan hal serupa. Menurutnya ketika yield spread semakin lebar, investor asing mempunyai kecenderungan untuk menjual surat utang dengan Indonesia.

Demikian beberapa alasan mengapa Rupiah terus melemah. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki pendapat lainnya?