Dalam bidang keuangan dan bisnis kita sering mendengar istilah cash ratio atau dalam bahasa Indonesia disebut Rasio Kas. Namun apa kita sudah benar '96 benar mengetahui tentang rasio kas? Apa itu pengertian dari Rasio kas? Dan apakah penting untuk mengetahui Cash Ratio? Dalam artikel berikut ini kita akan membahas dengan lebih jelas mengenai apa pengertian Cash Ratio, contoh rumus cash ratio serta rumus cash ratio. Mari kita simak penjelasan berikut!

Pengertian Cash Ratio (Rasio Kas)

Cash Ratio atau Kas rasio atau juga disebut sebagai Rasio asset tunai adalah rasio yang dipergunakan untuk membandingkan antara total kas (tunai) dan setara kas perusahaan dengan kewajiban lancarnya.

Pada dasarnya, Rasio kas ini merupakan penyempurnaan dari rasio cepat (quick ratio) yang dipergunakan untuk mengetahui atau mengidentifikasi sejauh mana dana yang berupa kas dan setara kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban hutang atau lancar jangka pendeknya.

Para calon kreditur mengunakan rasio kas ini untuk mengukur liquiditas perusahaan serta untuk mengetahui kemungkinan perusahaan untuk bisa menutupi kewajiban hutang jangka pendek yang dimiliki.

Dibandingkan dengan rasio liquiditas lainnya, rasio kas ini dikenal sebagai salah suatu rasio liquiditas yang paling ketat dan juga konservatif terhadap kemampuan perusahaan untuk menuutupi hutang maupun kewajiban jangka pendeknya.

Rasio ini hanya akan menggunakan asset dan aktiva lancar jangka pendek yang paling liquid yaitu kas dan setara kas. Hal ini karena kas dan setara kas adalah aktiva yang paling mudah dan cepat jika digunakan untuk melunasi hutang lancar perusahaan.

Rumus Cash Ratio (Rasio Kas)

Setelah anda mengetahui dan memahami penjelasan tentang pengertian rasio kas diatas selanjutnya kita akan membahas mengenai Rumus dalam menghitung Rasio kas. Untuk menghitung rasio kas, anda perlu membagikan aktiva lancar yang paling likuid yaitu kas dan setara kas dengan kewajiban lancar. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rumusnya:

Rasio Kas =(kas + Setara Kas) Hutang Lancar

Catatan:

-Kas merupakan seluruh alat pembayaran yang bisa segera digunakan, misalnya uang kertas, uang logam dan saldo rekening giro maupun tabungan di bank. -Setara kas yaitu investasi yang sangat likuid, berjangka pendek serta dapat dijadikan kas (tunai) secepatnya dalam jumlah tertentu dan tidak beresiko mengalami perubahan nilai yang signifikan. -Hutang lancar merupakan hutang atau kewajiban perusahaan yang harus dibayar dalam waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasional perusahaan tersebut secara tunai.

Contoh Perhitungan Cash Ratio (Rasio Kas)

Contoh 1

Perusahaan PT.XYZ memiliki aktiva lancar sebanyak Rp. 300 juta yang diantaranya adalah Rp. 150 juta berbentuk uang tunai dan Rp. 40 juta adalah rekening giro di bank. Dan perusahaan memiliki hutang lancar sebesar Rp. 200 juta. Berapakah Rasio Kas Perusahaan PT. XYZ?

Diketahui:

Kas dan Setara Kas = Rp. 190 juta ( Rp. 150 juta + Rp. 40 Juta) Hutang Lancar = Rp. 200 juta. Rasio kas =?

Jawab:

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) Hutang Lancar

Rasio Kas = Rp. 190 juta Rp. 200 juta

Rasio Kas = 0,95 Kali

Jadi Rasio Kas pada perusahaan PT XYZ adalah sebesar 0,95 kali.

Contoh 2

Sebuah Perusahaan dengan nama PT.Mawar memiliki aktiva lancar sebanyak Rp. 150 juta yang diantaranya adalah Rp. 30 juta berbentuk uang tunai dan Rp 10 juta adalah rekening giro di bank. Dan perusahaan memiliki hutang lancar sebesar 90 juta. Berapakah Rasio Kas Perusahaan PT. XYZ?

Diketahui

Kas dan Setara Kas = Rp. 40 juta ( Rp. 30 juta + Rp. 10 Juta) Hutang Lancar = Rp. 90 juta. Rasio Kas =?

Jawab:

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) Hutang Lancar

Rasio Kas = Rp. 40 juta Rp. 90 juta

Rasio Kas = 0,44 Kali

Penilaian Terhadap Cash Ratio (Rasio Kas)

Pada contoh 1 diatas telah kita coba untuk menghitung rasio kas perusahaan PT XYZ. Dari pembahasan diatas, dapat diketahui bahwa rasio kas PT.XYZ sebesar 0.95 Kali. Artinya PT.XYZ memiliki kas dan setara kas untuk membayar 95% kewajiban lancarnya. Rasio kas ini tinggi karena menunjukkan saldo kas yang juga tinggi sepanjang tahun.

Namun, dari contoh kedua, PT.Mawar hanya memiliki Kas Ratio sebesar 0,44 kali yang artinya Perusahaan tersebut hanya memiliki kas dan setara kas untuk membayar 44% kewajiban lancarnya. Rasio kas ini cukup rendah namun dapat diterima karena menunjukkan saldo kas yang cukup rendah sepanjang tahun.

Sebenarnya, rasio kas tidak begitu populer dalam analisis likuiditas seperti rasio cepat dan rasio lancar karena memiliki kegunaan yang terbatas. Sebenarnya, tidak ada penilaian umum terhadap rasio kas ini. Pada beberapa negara, rasio kas 0,2 bahkan sudah dianggap dapat diterima.

Dengan rasio kas yang terlalu tinggi sebenarnya dapat menunjukkan panggunaan asset yang tidak maksimal. Bagi perusahaan ditunjukkan dengan adanya uang tunai yang terlalu banyak di neraca keuangannya.

Demikianlah penjelasan mengenai cara menghitung cash ratio (rasio kas). Semoga penjelasan diatas bermanfaat, dan silahkan untuk membagikannya kepada teman '96 teman Anda yang membutuhkan. Selamat beraktivitas!