Dengan begitu banyaknya kegiatan yang Anda lakukan setiap hari, ada kalanya Anda keteteran dalam manajemen. Anda merasa waktu seakan tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan padahal Anda sudah mengerjakannya untuk waktu lama atau tugas-tugas selalu menumpuk meskipun Anda sudah mengaturnya sedemikian rupa.

Jika Anda pernah atau sering merasa seperti itu, mungkin saatnya Anda melihat lagi apa yang sudah Anda lakukan untuk me-manage-nya. Terutama jika Anda bekerja dalam sebuah organisasi yang memiliki kegiatan bisnis, di mana Anda merupakan bagian dari struktur hierarkis yang memiliki fungsi yang berbeda-beda namun saling berhubungan.

Pentingnya Kemampuan Manajemen

Dalam kehidupan berorganisasi, kemampuan manajemen adalah sebuah kemampuan krusial yang berpengaruh langsung pada keberhasilan pencapaian tujuan organisasi tersebut. Berbagai cabang manajemen secara keilmuan umumnya digunakan dalam organisasi, misalnya manajemen waktu, manajemen proyek, hingga manajemen sumber daya manusia.

Untuk itu, mempelajari dasar-dasar manajemen sangat diperlukan mengingat ilmu ini begitu luas cakupannya dan sering Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah pembahasan mengenai dasar ilmu manajemen secara sekilas.

Mengenal Apa Itu Manajemen

Sebelum terjun lebih dalam pada seluk beluk manajemen secara singkat, terlebih dahulu Anda perlu mengetahui pengertian manajemen baik secara umum, maupun menurut para ahli. Pemahaman mengenai definisi manajemen ini akan menjadi dasar bagi Anda dalam mempelajari ilmu manajemen lebih lanjut.

Pada dasarnya, manajemen merupakan suatu ilmu dan seni di mana seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas melalui orang lain, baik secara individu maupun kelompok. Pekerjaan atau tugas ini diselesaikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam penyelesaiannya, pencapaian tujuan ini dilakukan secara kooperatif dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Manajemen Secara Etimologi

Secara etimologi, istilah manajemen diambil dari bahasa Perancis kuno yang diartikan sebagai seni mengatur dan melaksanakan. Selain itu, manajemen juga bisa diartikan sebagai proses perencanaan, koordinasi, dan pemanfaatan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien.

Lalu, apakah manajemen berarti mendelegasikan semua jenis tugas pada orang lain? Jika demikian, apa yang kita lakukan dalam proses manajemen ini?

Tidak sepenuhnya dapat dikatakan begitu. Delegasi adalah bagian dari proses manajemen itu sendiri. Dalam manajemen, seluruh anggota organisasi memiliki fungsi, peran, kewajiban, serta wewenangnya masing-masing. Dalam mengerjakan tugasnya, seluruh anggota ini kemudian berkolaborasi agar pekerjaan menjadi teratur.

Manajemen Menurut Para Ahli

Jika itu tadi adalah pengertian manajemen secara umum, para ahli memiliki sudut pandangnya masing-masing.

Mary Parket Follet Menurut Mary Parket Follet, manajemen adalah seni menyelesaikan tugas melalui perantara. Menurutnya, manajemen bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas yang dilakukan oleh seorang manajer yang mengarahkan bawahannya atau orang lain dalam menyelesaikan suatu pekerjaan agar tujuan dapat tercapai.

George Robert Terry Sementara itu, menurut George Robert Terry, manajemen diartikan sebagai proses khas dari beberapa tindakan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, serta pengawasan. Semua tindakan ini bertujuan untuk mencapai target dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Ricky W. Griffin Selain itu, ada pendapat dari Ricky W. Griffin bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan kontrol pada sumber daya supaya tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Dalam hal ini, tujuan tersebut tercapai sesuai dengan planning sembari dilakukan dengan cermat, tepat waktu, dan terorganisasi.

Lawrence A. Appley Namun berbeda dengan ahli lainnya, Lawrence A. Appley beranggapan bahwa manajemen sebagai keahlian dalam membangkitkan orang lain atau kelompok agar bersedia melakukan suatu pekerjaan.

Hilman Sedangkan Hilman mengartikan manajemen sebagai fungsi mencapai suatu target melalui perantara dan disertai dengan pengawasan agar tujuan dapat tercapai bersama.

Dari pengertian-pengertian manajemen menurut para ahli tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen secara garis besar adalah usaha untuk mencapai tujuan dengan cara mengelola serta mengawasi.

Enam Unsur Dalam Manajemen

Dalam aktivitas bisnis, terdapat enam unsur yang mempengaruhi kinerja manajemen. Keenam unsur ini penting untuk diperhatikan karena dengannya sebuah kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar dan harus saling melengkapi dan difungsikan dalam posisi yang sama. Berikut adalah uraian singkat mengenai enam unsur dalam manajemen:

Manpower (Manusia atau Tenaga Kerja)

Manusia dalam manajemen merujuk pada sumber daya manusia. Segala yang berhubungan dengan tenaga kerja dapat mempengaruhi proses manajemen suatu bisnis seperti proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, promosi, hingga pemeliharaan tenaga kerja. Manusia dengan pola pikir dan sudut pandangnya pun berperan dalam penentuan rencana serta tujuan yang akan dicapai.

Money (Uang)

Manajemen bisnis yang baik haruslah dapat memenuhi kebutuhannya secara finansial. Sebuah manajemen dalam kegiatan bisnis juga dipengaruhi oleh bagaimana bisnis tersebut mengelola keuangannya dengan baik.

Material (Bahan Baku atau Material)

Material di sini berarti bahan baku atau bahan dasar dalam manajemen baik di industri produk maupun jasa. Kualitas material yang dipilih pun berpengaruh pada kualitas bisnis. Semakin baik kualitas material yang digunakan, maka akan semakin baik pula kualitas bisnisnya.

Machine (Mesin)

Mesin dalam hal ini berarti sumber daya yang tersedia untuk suatu kegiatan bisnis seperti fasilitas, sistem, peralatan, dan perlengkapan yang dipakai dalam aktivitas operasional. Sumber daya mesin di sini akan saling berhubungan dengan sumber daya manusia yang mengoperasikan dan memeliharanya.

Teknologi serta pemilihan mesin atau alat juga berpengaruh pada efisiensi waktu dalam manajemen.

Method (Cara atau Metode)

Dalam manajemen kegiatan bisnis, unsur metode ini dapat terdiri dari proses produksi dan secara umum bagaimana suatu bisnis dijalankan. Metode yang dipakai harus memperhatikan target, fasilitas, finansial, waktu, serta kegiatan bisnis atau kegiatan operasional agar kegiatan manajemen berjalan dengan efektif dan efisien. Sama seperti unsur mesin, unsur metode ini juga berkaitan erat dengan sumber daya manusia sebagai perencana dan pengendalinya. Tidak hanya itu, unsur ini pun termasuk juga kebijakan dan data yang dipergunakan perusahaan dalam mendukung kegiatan manajemen.

Market (Pasar)

Yang terakhir yaitu unsur pasar. Kegiatan manajemen suatu bisnis akan berjalan lancar dan berkembang dilihat dari bagaimana suatu bisnis memilih dan mengelola pasar serta bagaimana proses tersebut melakukan strategi pengembangan pasarnya.

Unsur lain dalam manajemen

Selain 6M di atas, ada pula para ahli yang menambahkan satu lagi unsur manajemen dalam kegiatan bisnis, yaitu Promotion atau usaha pemasaran bisnis tersebut. Ada juga yang memasukkan komponen Mother Nature atau lingkungan serta Measurement atau ukuran.

Lingkungan berarti bagaimana pengaruh kondisi lingkungan sekitar tempat kegiatan bisnis tersebut didirikan atau dijalankan, seperti kondisi geografisnya. Sementara ukuran dalam hal ini adalah bagaimana kinerja bisnis tersebut diukur, atau bisa juga bagaimana suatu bisnis menggunakan satuan ukuran dalam kegiatan operasionalnya.

Unsur-unsur ini umumnya dapat ditemukan dalam cabang keilmuan manajemen operasional atau manajemen produksi di mana cabang manajemen ini biasa digunakan di perusahaan manufaktur. Lebih lanjut mengenai hal ini, akan dibahas di poin selanjutnya.

Fungsi manajemen

Setelah mempelajari komponen apa saja yang membentuk dan mempengaruhi suatu kegiatan manajemen, selanjutnya fungsi manajemen perlu diperhatikan karena dari sinilah seorang pengelola atau manajer berpatokan.

Fungsi Sederhana Dalam Manajemen

Pada dasarnya, fungsi manajemen yang paling sederhana adalah PDCA dibagi menjadi empat, yaitu:

  • Plan atau fungsi pembuatan rencana dan tujuan
  • Do atau fungsi pelaksanaan dan pelatihan
  • Check atau fungsi pengawasan dan evaluasi
  • Action atau fungsi tindak lanjut

Kombinasi Fungsi Manajemen

Keempat fungsi dasar yang merupakan sebuah siklus ini kemudian oleh para ahli dikembangkan menjadi berbagai kombinasi fungsi seperti:

  • POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling)
  • POCC (Planning , Organizing, Commanding, dan Controlling)
  • POSDC (Planning, Organizing, Staffing, Directing, dan Controlling)

Lima Fungsi Manajemen yang Umum Digunakan

Selain penjelasan di atas, pada artikel kali ini akan dibahas lima fungsi manajemen yang umum digunakan. Berikut adalah lima fungsi manajemen yang semuanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

Fungsi Perencanaan (Planning)

Fungsi ini berisi aktivitas strategis di mana di dalamnya disusun hal-hal yang akan dilakukan dengan sumber daya yang tersedia. Dalam fungsi ini juga ditetapkan tujuan atau target yang akan dicapai oleh suatu bisnis.

Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Dalam fungsi ini kegiatan-kegiatan besar dibagi menjadi kegiatan-kegiatan lebih kecil sehingga dalam pelaksanaannya, manajemen yang lebih tinggi dapat menentukan siapa-siapa saja yang mengerjakan kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan dengan memilah siapa yang harus mengerjakan tugas tertentu, bagaimana tugas tersebut dikelompokkan, dan siapa yang mengambil keputusan.

Fungsi Penempatan (Placement)

Umumnya fungsi penempatan lebih sering ditemukan secara khusus pada manajemen sumber daya manusia. Akan tetapi beberapa bisnis juga memasukkan fungsi ini dalam fungsi dasar manajemennya seperti dalam fungsi staffing. Dalam fungsi penempatan, sumber daya manusia ditempatkan pada posisinya masing-masing sesuai dengan tugasnya.

Fungsi Pengarahan (Actuating)

Sementara itu, fungsi pengarahan adalah tindakan di mana tingkatan manajemen yang lebih tinggi mengusahakan agar semua anggota organisasinya melakukan tugas-tugasnya sehingga mencapai tujuan bersama. Dalam fungsi ini juga dilakukan bimbingan dan pemberian motivasi pada para anggota.

Fungsi Evaluasi (Controlling)

Lalu yang terakhir yaitu fungsi evaluasi. Fungsi ini memiliki beberapa kegiatan seperti verifikasi, penilaian kinerja, koreksi, penyelesaian masalah, hingga penindaklanjutan. Namun intinya, fungsi evaluasi bertujuan untuk memastikan bahwa apa yang telah ditetapkan ketika perencanaan berjalan dengan sesuai planning.

Dalam manajemen, fungsi-fungsi ini dilakukan secara terus menerus sebagai sebuah siklus, dimulai dari planning dan berakhir di controlling, kemudian kembali lagi ke fungsi planning. Begitu seterusnya sehingga didapat suatu manajemen yang mengalami peningkatan secara kontinu.

Cabang ilmu manajemen

Manajemen adalah kegiatan yang dapat ditemukan di berbagai bidang. Maka, cabang ilmu manajemen pun sangat beragam sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya saja di bidang produksi atau kegiatan operasional suatu bisnis (baik barang maupun jasa), manajemen yang diterapkan adalah manajemen operasional atau manajemen produksi.

Jenis ilmu manajemen lainnya antara lain adalah:

  • Manajemen administrasi
  • Manajemen strategi
  • Manajemen keuangan
  • Manajemen pemasaran
  • Manajemen SDM
  • Manajemen risiko

Bagaimana penerapan ilmu manajemen Anda sehari-hari?

Tidak cuma di dalam dunia bisnis saja manajemen dapat diterapkan. Dalam kehidupan Anda sehari-hari pun sebetulnya banyak terdapat praktek manajemen, seperti manajemen waktu, manajemen keuangan pribadi atau keluarga, hingga manajemen energi yang berkaitan dengan produktivitas.

Apapun pekerjaan Anda, seorang karyawan perusahaan, ibu rumah tangga, pelajar atau mahasiswa, pekerja lepas sekalipun, semua memerlukan penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting adanya karena dengan memanfaatkan ilmu manajemen, seluruh kegiatan tersebut dapat terkendali dan Anda dapat lebih fokus dan optimal dalam mencapai tujuan Anda.