Apakah Anda berencana pensiun dalam waktu 10 tahun lagi? Memutuskan pensiun dini mungkin sesuatu yang Anda inginkan. Namun tidak sedikit pula yang masih bingung dengan rencana pensiunnya; haruskah mengambil pensiun dini? Usia berapa seharusnya mengambil pensiun dini? Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mengambil pensiun dini? Tidak perlu ragu, simak pembahasannya berikut ini.

Pro Dan Kontra Mengambil Pensiun Dini

Tidak semua orang dapat dengan mudah mengambil keputusan ini. Hilangnya pekerjaan, masalah kesehatan, dan tanggung jawab pada keluarga dapat mempengaruhi keputusan pensiun dini bahkan yang rencananya paling baik sekalipun.

Namun jika Anda memiliki hak untuk menentukan sendiri kapan Anda akan pensiun, tidak ada salahnya mempertimbangkan pro dan kontra yang ada pada keputusan pensiun dini.

Pendapat Yang Pro Tentang Mengambil Pensiun Dini

Berikut adalah pendapat yang pro tentang keputusan mengambil pension dini.

Baik Untuk Kesehatan

Waktu tidur yang lebih leluasa, menghirup udara segar, dan mendapat sinar matahari yang cukup, mungkin adalah beberapa kebiasaan sehat baru yang akan didapat setelah pensiun.

Hal ini bukan hanya cerita semata. Sebuah studi menunjukkan bahwa karyawan korporasi kelas menengah yang pensiun pada usia 60 tahun tidak memiliki gangguan kesehatan yang berarti secara keseluruhan. Malah faktanya para pekerja di tingkat yang lebih tinggi, yang lebih berisiko dalam kesehatan mentalnya, mengalami kemajuan kondisi setelah pensiun karena mereka tidak lagi menderita stres yang berhubungan dengan pekerjaan.

Ada Cukup Banyak Waktu Untuk Bepergian

Setelah pensiun, seseorang memiliki lebih banyak waktu luang dan kesempatan untuk bepergian ke tempat yang dulu ketika masih bekerja sulit dilakukan karena keterbatasan jatah cuti dan lain sebagainya. Kini sebelum masalah kesehatan membatasi mobilitas, rencana bepergian yang dulu tertunda dapat terwujudkan.

Kesempatan Untuk Mencoba Karir Baru

Jika Anda sempat berencana untuk berganti bidang pekerjaan atau ingin memulai bisnis sendiri, lebih cepat tentu lebih baik. Anda akan punya lebih banyak waktu untuk menjajal karir baru dan bereksplorasi di bidang tersebut.

Pendapat Yang Kontra Tentang Mengambil Pensiun Dini

Berikut adalah pendapat yang kontra tentang keputusan mengambil pension dini.

Dapat Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Pensiun dini boleh jadi mendatangkan manfaat bagi kesehatan Anda karena hidup Anda bebas dari stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Tapi bukan berarti risiko penyakit tidak ada sama sekali. Seiring dengan usia yang bertambah, aktivitas berkurang, serta tidak teraturnya jadwal, penyakit seperti stroke dan penyakit jantung bisa menghampiri. Selain itu kualitas kesehatan mental juga bisa menurun akibat transisi gaya hidup yang sulit dan tidak dipersiapkan dengan baik.

Pendapatan Menjadi Jauh Lebih Kecil

Pensiun dini berarti semakin cepat pula Anda melepaskan satu sumber pemasukan. Kondisi finansial sebelumnya, di mana Anda memiliki pemasukan tetap, akan terpengaruh begitu Anda pensiun. Maka dari itu penting sekali mempersiapkan keuangan pasca pensiun dengan tepat sebelum mengambil keputusan.

Tabungan Dana Pensiun Anda Akan Digunakan Untuk Waktu Yang Lama

Jika Anda pensiun di usia 50 dan hidup sampai katakanlah, 90 tahun, maka tabungan untuk dana pensiun Anda harus cukup selama 40 tahun. Itu jika Anda hanya mengandalkan tabungan saja untuk membiayai hidup sehari-hari. Sementara itu tetap bekerja untuk waktu yang lebih lama berarti Anda bisa menabung lebih banyak untuk dana pensiun.

Bagaimana Cara Yang Efektif Dalam Menyiapkan Pensiun Dini?

Setelah bertahun-tahun bekerja dan menabung, Anda akhirnya mempertimbangkan inilah waktu yang tepat untuk pensiun. Tapi sebaiknya tidak perlu terburu-buru. Jika Anda berencana untuk pensiun dalam waktu kira-kira 10 tahun lagi, cobalah untuk melakukan langkah-langkah berikut ini sejak dini untuk memastikan bahwa Anda bisa menikmati gaya hidup yang nyaman setelah pensiun.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan dalam mempersiapkan pensiun dini.

Miliki Pendapatan Pasif

Jelas sekali bahwa begitu Anda berhenti dari pekerjaan, seluruh atau sebagian pendapatan Anda yang semula akan berkurang. Gaya hidup yang biasa Anda jalani mungkin akan terpengaruh. Untuk itu, agar Anda tetap bisa menikmati hidup dengan nyaman seperti sedia kala—bahkan lebih baik—Anda perlu memiliki pendapatan pasif jika tidak bekerja di bidang lain, terutama. Bisa dari usaha sewa properti, misalnya atau berinvestasi di keranjang yang khusus untuk dijadikan pendapatan rutin Anda.

Pastikan Investasi Anda Bertumbuh Dan Terdiversifikasi

Banyak orang yang masih menghindari investasi karena mereka enggan menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Tapi pertumbuhan dalam instrumen investasi itu penting untuk fase-fase seperti ini. Jika risiko Coba pertimbangkan untuk memadukan beberapa instrumen investasi sekaligus seperti saham, reksa dana, obligasi, dan aset lain yang mampu Anda tanggung risikonya. Sesuaikan juga dengan jangka waktu dan kebutuhan likuiditasnya. Semakin segera berinvestasi, semakin baik bagi masa depan.

Manfaatkan Tabungan Dana Pension

Jika belum memiliki rekening khusus untuk menyimpan dana pensiun Anda, sekarang adalah waktu yang tepat. Masih ada waktu yang cukup untuk menabung secara konsisten bagi masa depan Anda nanti. Anda juga bisa memanfaatkan produk asuransi untuk dana pensiun yang kini sudah tersedia di berbagai perusahaan asuransi.

Kurangi Hutang Anda

Selain mengutamakan sumber pendapatan baru setelah pensiun nanti, Anda juga perlu memperhatikan bagaimana uang Anda akan terpakai. Alangkah baiknya hutang Anda mulai dibatasi, bahkan sebisa mungkin hutang yang ada diselesaikan. Dengan membatasi hutang baru dan mengurangi hutang yang ada, Anda dapat meminimalisasi jumlah pendapatan setelah pensiun yang akan habis tergerus pembayaran bunga.

Hitung Pendapatan Yang Dapat Diperoleh Setelah Pension

Perkirakan estimasi pendapatan yang akan Anda dapatkan, misalnya dari pendapatan pasif atau gaji pensiunan. Sisa dana pensiun yang Anda peroleh kemungkinan akan berasal dari gaji, tabungan, dan investasi. Kalkulasikan agar aset Anda bertahan selama masa hidup Anda. Hitung pula biaya hidup yang harus Anda keluarkan nantinya, apakah pendapatan Anda bisa meng-cover biaya hidup?

Pertimbangkan Biaya Perawatan Kesehatan di Masa Depan

Jika Anda berencana pensiun dini, biaya kesehatan mestilah menjadi prioritas utama karena hal ini berkaitan dengan kelangsungan hidup Anda. Setelah pensiun, Anda harus menanggung sendiri biaya perawatan kesehatan yang Anda butuhkan. Maka dari itu, penting sekali memiliki dana khusus untuk keperluan kesehatan atau asuransi kesehatan yang akan menanggung segala biaya.

Rencanakan di Mana Anda Akan Tinggal

Rencana pensiun biasanya diikuti pula dengan rencana pindah tempat tinggal. Di mana Anda memutuskan untuk menetap bisa memiliki dampak yang besar. Misalnya, Anda menjual rumah Anda di daerah yang mahal lalu pindah ke rumah di daerah yang lebih murah. Biaya-biaya yang Anda keluarkan semula seperti pajak, otomatis akan menurun.

Uang yang biasa Anda bayarkan untuk pajak jadi bisa Anda alokasikan pada hal lain. Begitu pula sebaliknya. Jadi pertimbangkanlah untuk menetap di daerah yang secara finansial mampu Anda kelola.

Miliki Rencana Setelah Pension

Anda mungkin memutuskan untuk pensiun karena sudah bosan bekerja atau hanya tidak lagi ingin bekerja untuk perusahaan. Namun mengambil pensiun dini untuk menghabiskan waktu yang sangat panjang tanpa melakukan apa-apa akan memunculkan perasaan tidak bahagia lama kelamaan. Terutama jika Anda orang yang terbiasa dengan kesibukan dan rutinitas.

Meskipun misalnya Anda tidak berencana membuka usaha sendiri atau semacamnya, cobalah untuk merencanakan aktivitas masa pensiun yang tetap aktif, seperti berolah raga, bepergian ke tempat yang selalu diimpikan, atau mempelajari hal baru. Pikirkan aktivitas yang membuat Anda tetap produktif meskipun sudah tidak lagi bekerja seperti dulu.

Tanyakan Hal-Hal Berikut Ini Pada Diri Anda Sebelum Memutuskan Untuk Pension

  1. Bagaimana Anda akan bertanggung jawab membiayai keluarga Anda tanpa pekerjaan yang sekarang? Apakah Anda punya pemasukan lain seperti usaha sampingan atau imbal hasil dari investasi, misalnya?

  2. Apa rencana cadangan Anda jika terjadi kesulitan finansial? Apakah Anda akan mengandalkan dana darurat atau menjual aset?

  3. Bagaimana Anda akan mendapatkan perawatan kesehatan jika membutuhkannya nanti? Dengan asuransi? Atau simpanan khusus?

  4. Bagaimana cara Anda menjaga agar tetap sehat lahir dan batin? Apakah memerlukan perubahan dalam gaya hidup?

  5. Apa yang akan Anda lakukan setelah pensiun?

  6. Bagaimana keadaan tempat tinggal Anda nantinya? Tetap di rumah semula? Pindah ke daerah lain? Atau, hidup sambil traveling dengan berpindah-pindah?

  7. Seperti apa kehidupan setelah pensiun yang Anda inginkan? Aktivitas apa yang akan Anda lakukan sehari-hari? Apakah aktivitas itu realistis dan membuat Anda bahagia?

  8. Bagaimana pensiun ini akan mempengaruhi interaksi dan lingkaran sosial Anda? Akankah Anda lebih sering menemui teman-teman kerja, misalnya? Bagaimana menyesuaikan jadwal dengan mereka yang masih aktif bekerja?

  9. Bagaimana agar Anda dan pasangan tetap sejalan dalam masalah uang dan tujuan hidup? Bagaimana pasangan akan menanggapi keputusan ini?

  10. Bagaimana Anda akan mendefinisikan dan memandang diri Anda setelah pensiun?

Sudah Siap Untuk Pensiun Dini?

Memutuskan kapan akan pensiun adalah sebuah keputusan rumit yang lebih dari sekadar mempertanyakan uang dan tabungan. Kesehatan Anda, kewajiban dalam keluarga, dan keinginan pribadi haruslah turut dipertimbangkan.

Yang paling penting adalah Anda perlu memikirkan apa yang akan Anda lakukan setelah pensiun dengan matang dan tidak terburu-buru, meskipun waktu Anda setelah pensiun begitu panjang. Karena yang juga tidak kalah penting bukan hanya berhenti dari suatu hal tapi berhenti untuk melakukan hal lainnya.

Jika Anda sudah membaca sampai ke akhir artikel ini dan merasa harus berhenti kerja namun masih belum bisa memutuskan, mungkin Anda bisa coba me-refresh diri Anda sejenak. Misalnya ambil cuti yang agak panjang untuk mencoba seperti apa rasanya hidup di masa pensiun. Mungkin setelah itu Anda bisa memutuskan dengan lebih jernih. Semoga artikel ini bisa berguna dalam membantu Anda mempertimbangkan keputusan dan persiapan pensiun dini, Anda, ya.