Tindak penipuan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, tidak terkecuali di marketplace. Baru-baru ini, beberapa kasus penipuan Tokopedia sempat menarik perhatian. Tak tanggung-tanggung, jumlah korbannya bisa mencapai belasan orang dalam sehari. Beberapa diantaranya melayangkan komplain langsung ke Tokopedia. Bagaimana bisa pelanggan marketplace sebesar Tokopedia rentan mengalami tindak penipuan online?

Modus Penipuan yang Terjadi di Tokopedia

Penipuan berkedok penjual memang tidak hanya terjadi di Tokopedia. Pelanggan marketplace lain sebenarnya rentan pula mengalami penipuan. Hanya saja ada modus khusus yang selalu berulang pada kasus penipuan ini. Apa bentuk dan aksi penipuan yang dialami oleh para pelanggan Tokopedia tersebut? Berikut ciri-ciri penipuan berkedok jualan di lapak Tokopedia:

Pesanan Terkonfirmasi Otomatis

Tanpa disadari, beberapa pesanan telah terkonfirmasi sebelum barang diterima. Proses konfirmasi seharusnya dilakukan langsung oleh pembeli, bukan penjual. Pada beberapa kasus, pembeli tidak merasa menerima barang yang dibeli. Seringkali kasus ini menimpa pelanggan yang tergiur dengan harga murah. Penipuan Tokopedia dengan modus harga promo memang paling banyak menjerat korban.

Alih-alih barang diterima dengan selamat, Anda justru mengalami zonk. Barang tidak sampai, uang melayang ke tangan seller nakal. Oleh sebab itu, teliti aturan transaksi dan resiko yang dihadapi saat berbelanja online. Anda mungkin saja menjadi incaran para seller nakal di luar sana. Jadi, jangan pernah lengah untuk selalu waspada.

Pengiriman Kode OTP

OTP atau One Time Password sama halnya dengan kunci atau pintu masuk ke dalam sebuah akun. Seharusnya kode ini tidak diberikan ke sembarang orang, termasuk pihak Tokopedia. Para korban mengakui menerima SMS berupa kode OTP tanpa diminta. Kode inilah yang diminta oleh penjual dengan modus konfirmasi pengiriman. Padahal telah dihimbau untuk merahasiakan kode tersebut, pelanggan mengabaikannya.

Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian di pihak pelanggan, sebab memberi akses kepada pelaku. Dengan pemberian kode OTP, pelaku bisa masuk ke akun Tokopedia Anda secara bebas. Setelah masuk, mereka langsung melakukan konfirmasi penerimaan barang. Sistem akan membaca tanda tersebut dan mentransfer langsung uang yang dibayarkan oleh pembeli. Penipuan Tokopedia pun terkonfirmasi sebagai pembelian normal.

Cara Menghindari Penipuan dari Seller Nakal

Lantas, bagaimana caranya mencegah tindak penipuan dari para seller nakal? Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kasus penipuan online. Untuk pelanggan Tokopedia, tidak perlu khawatir berbelanja di marketplace ini. Selama Anda berhati-hati dan bijak, proses transaksi bakal berjalan dengan normal. Nah, cara mudah menghindari penipuan Tokopedia adalah sebagai berikut.

Jangan Memberi Kode OTP

Jika Anda jeli, SMS dari Tokopedia yang berisi kode OTP telah mencantumkan himbauan. Disana tertulis jelas untuk merahasiakan kode tersebut kepada siapapun, termasuk pihak Tokopedia. Taati aturan tersebut demi menyelamatkan akun dan barang yang Anda beli. Penipuan Tokopedia berkedok kode OTP sudah marak terjadi, jadi berhati-hatilah.

Perlu diketahui, kode OTP hanya dikirimkan oleh nomor resmi Tokopedia. Anda harus berhati-hati pula kalau menerima SMS OTP dari nomor tak dikenal. Ini kemungkinan besar adalah tindak penipuan baru yang ingin merugikan para pelanggan. Tidak ada salahnya menghubungi customer service saat menemukan kejanggalan pada proses transaksi.

Ubah Password Ketika Menerima Kode OTP

Bila anda menerima kode OTP dan khawatir akun bakal dibobol, sebaiknya ubah password sesegera mungkin. Ada baiknya jangan menggunakan kode password yang terlalu mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nomor telepon. Pasalnya, penipuan Tokopedia bisa mengaksesnya dengan mudah.

Kalau Anda masih bingung mengapa seller bisa mendapatkan nomor ponsel untuk mengakses akun, jawabannya mudah. Setiap transaksi melalui marketplace tentu mencantumkan nomor ponsel yang masih aktif. Nomor ponsel ini pula yang Anda gunakan untuk mendaftarkan akun Tokopedia. Saat Anda berbelanja, nomor ponsel akan tercantum dalam invoice pembelanjaan.

Dengan begini, seller bisa tahu nomor ponsel Anda dengan mudah. Jangan sangka pihak Tokopedia yang memberikan nomor Anda secara sembarangan. Tokopedia tentu memiliki aturan yang ketat untuk menjaga privasi para pelanggannya. Selalu berhati-hati dan waspada sebelum memutuskan berbelanja. Siapa saja bisa menjadi korban penipuan Tokopedia yang ramai terjadi belakangan ini.

Berbelanja di Seller Terpercaya

Tokopedia memberikan tanda khusus bagi seller terpercaya dan terbaik. Anda bisa memperhatikan reputasi seller sebelum memutuskan untuk berbelanja. Apakah seller tersebut menerima review baik dari pelanggan atau tidak? Jika Anda menemukan seller dengan reputasi buruk, sebaiknya urungkan niat untuk berbelanja. Carilah seller yang benar-benar terpercaya.

Jangan mudah tergiur dengan harga murah dari seller berpredikat buruk! Menjual dengan harga termurah adalah salah satu modus penipuan Tokopedia yang paling mudah dikenali. Anda sebenarnya bisa terhindar dari kasus-kasus seperti ini dengan mudah. Selama Anda berhati-hati, penipu tidak mudah menjerat Anda. Kalau Anda sendiri saja tidak hati-hati, bagaimana bisa menyalahkan Tokopedia sepenuhnya?

Langkah untuk Mengusut Penipu Tokopedia

Pertanyaan lain muncul dari para korban penipuan. Mereka bingung apa yang harus dilakukan usai mengalami penipuan? Di satu sisi, Anda tentu tak bisa mengikhlaskan kehilangan uang dalam jumlah cukup besar. Biar Anda mendapat sedikit pencerahan, kami memberi solusi termudah yang bisa dilakukan guna mengatasi kasus penipuan di marketplace, yakni:

Menghubungi Customer Service

Hubungi customer service secepat mungkin, maksimal 1 x 24 jam usai penipuan terjadi. Walaupun respon customer service lambat, kirim email dan chat sesering mungkin. Setidaknya Anda sudah melakukan pengaduan ke marketplace bersangkutan. Selain mencari solusi tepat, langkah ini juga bisa mengurangi angka penipuan Tokopedia di kemudian hari.

Umumnya, pihak Tokopedia akan melakukan proses investigasi internal. Jika ditemukan kasus penipuan, mereka akan membatalkan pesanan secara otomatis. Uang yang dibayarkan oleh pelanggan akan dikembalikan ke rekening bersangkutan.

Hanya saja, tidak semua kasus berujung memuaskan. Anda tetap harus berupaya optimal untuk mendapat perhatian dari pihak Tokopedia. Kalau bukan Anda yang mengusut kasus penipuan yang dialami, siapa lagi yang akan melakukannya?

Melaporkan ke Pihak Berwajib

Anda bisa menempuh jalur hukum untuk menuntut seller nakal. Saat ini, pihak kepolisian sudah memfasilitasi pengaduan penipuan online melalui subdit cyber crime. Anda dapat melaporkan tindak penipuan yang terjadi dengan melampirkan bukti-bukti. Setidaknya, bawa bukti transaksi pembayaran dan pemesanan dari Tokopedia.

Bukti dan data seller akan membantu kepolisian untuk mengusut kasus Anda. Bukan tidak mungkin, rekening seller akan dibekukan untuk menghindari aksi penipuan berikutnya. Kinerja kepolisian cukup memuaskan dalam mengungkap kasus penipuan online, tidak terkecuali penipuan Tokopedia. Anda bisa berharap besar pada aksi nyata dari kepolisian untuk menyelesaikan penipuan yang Anda alami.