Membeli saham dengan nilai lebih besar dari modal investasi? Apa bisa? Mungkin ini menjadi pertanyaan yang umum dilontarkan ketika Anda mendengar istilah dari margin trading saham. Namun, bagaimana perhitungan margin trading saham ini? simak beberapa penjelasan berikut ini.

Apa itu Fasilitas Margin Trading Saham?

Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, inovasi produk-produk baru di pasar modal semakin banyak yang ditawarkan oleh beberapa lembaga perbankan dan keuangan. Salah satu inovasi tersebut di antaranya adalah margin trading.

Margin trading merupakan sebuah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan broker untuk nasabahnya. Margin trading ini memberikan kesempatan untuk nasabahnya membeli saham beberapa kali lipat dari jumlah yang seharusnya didapat dengan dana pinjaman.

Kenapa bisa begitu? Istilah lainnya adalah Anda dapat membeli saham lebih banyak karena perusahaan broker memberi pinjaman dana untuk melakukan transaksi saham. Dana tersebut kemudian Anda harus kembalikan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Contoh Penggunaan Margin Saham

Ketika berinvestasi saham, melakukan pembelian saham melebihi kemampuan dana yang Anda miliki, ini merupakan hal yang diperbolehkan. Akan tetapi, fasilitas trading saham ini telah disediakan perusahaan broker untuk melakukan sebuah transaksi.

Contoh dari perhitungan margin trading saham ini sederhananya adalah jika seorang investor membeli 1.000 lembar saham X pada harga Rp. 3.000 per lembar. Maka, pada transaksi tersebut investor harus menyiapkan dana Rp. 3 juta.

Ketika harga saham X naik menjadi Rp. 4.000, maka keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp. 1 juta. Nilai tersebut diperoleh dari selisih harga beli dan jual Rp. 1.000 dikalikan dengan 1.000 lembar saham yang Anda miliki. Namun, apabila transaksi menggunakan fasilitas margin trading maka keuntungan yang diperoleh akan berbeda.

Misalnya, karena Anda menggunakan fasilitas margin maka uang investor Rp. 3 juta sanggup melakukan pembelian saham X pada harga Rp. 3.000 sebanyak 1.500 lembar saham. Dimana 1.000 lembar saham menggunakan uang pribadi, sedangkan pembelian 500 lembar saham memakai fasilitas margin tadi.

Ketika harga saham X naik menjadi Rp. 4.000, maka keuntungan yang Anda dapatkan akan lebih besar, yaitu sebesar Rp. 1,5 juta. Namun, jika harga saham X turun menjadi Rp. 2.500, maka kerugian Anda menggunakan fasilitas margin ini tentu lebih besar pula dari pada tidak menggunakan fasilitas tersebut.

Konsekuensi Membeli Saham Dengan Model Margin Trading

Ketika menggunakan fasilitas margin ini, ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi. Tidak melulu untung, tapi juga ada sejumlah kerugian jika Anda tidak mampu memprediksi. Cara untuk menghitung keuntungan dan kerugian dengan model margin trading dapat disimpulkan seperti penjelasan berikut ini.

Jika harga saham naik, maka keuntungan Anda akibat kenaikan harga saham dikurangi biaya pinjaman. Misalnya, kenaikan harga saham mencapai 10% dan biaya pinjaman 1%, maka keuntungan bersih Anda menjadi 10% – 1% = 9%.

Namun, jika harga saham turun, maka kerugian Anda akibat penurunan harga saham dikurangi biaya pinjaman. Misal, penurunan harga saham mencapai -10% dan biaya pinjaman 1%, maka kerugian Anda menjadi -10% – 1% = -11%.

Pada saat jatuh tempo, seorang trader saham harus membayar utang margin sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika Anda tidak melakukan pembayaran, maka trader akan dikenakan bunga atau pinjaman. Bila trader tidak mampu membayar, maka saham yang dimiliki akan dijual paksa sebagai gantinya.

Tahapan yang Harus Dilakukan Agar Dapat Menggunakan Margin Trading Saham

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebagai seorang investor saham agar dapat menggunakan fasilitas margin ini. Di antara tahapan tersebut antara lain, pertama adalah penandatanganan perjanjian fasilitas pembiayaan untuk penyelesaian transaksi efek.

Dalam perjanjian fasilitas ini, berisikan beberapa data penting seperti data diri, jumlah pinjaman yang bisa digunakan, besaran bunga, jangka waktu pembayaran, jaminan, tanggal pembayaran, status saham, serta persyaratan dan kewajiban yang harus dijalankan oleh nasabah.

Tahap selanjutnya adalah Anda diharuskan untuk menyetorkan sejumlah uang jaminan pada pembukaan account margin. Jumlah uang yang harus disetorkan ini tergantung ketetapan dari masing-masing broker yang dipilih oleh nasabah.

Pada tahapan akhir, Anda akan diberitahu mengenai risiko investasi dalam transaksi margin dan short selling. Pemberitahuan risiko investasi ini merupakan suatu ketentuan yang bertujuan untuk mengetahui akan konsekuensi yang akan ditanggung, terutama untuk pembiayaan penyelesaian transaksi.

Anda dapat menggunakan fasilitas margin untuk bertransaksi di Bursa Saham setelah semua proses di atas telah diselesaikan. Namun, yang harus Anda ingat bahwa tidak semua saham dapat dibeli dengan fasilitas margin ini. Sesuai ketentuan, hanya saham-saham tertentu saja yang bisa dibeli dengan margin.

Keuntungan Menggunakan Margin Trading Saham

Dengan menggunakan fasilitas margin trading ini, Anda yang melakukan transaksi saham akan mampu mendapat keuntungan lebih besar meskipun dengan menggunakan modal terbilang sangat kecil. Hal ini dikarenakan fasilitas margin memberikan investor saham kesempatan untuk mendapatkan leverage yang tinggi.

Jadi, dengan adanya kenaikan harga saham, maka dapat menghasilkan potensi keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan bertransaksi tanpa margin. Di samping itu, fasilitas margin ini juga memberikan fleksibilitas bagi investor saham untuk berinvestasi dengan dana yang lebih sedikit.

Misalnya saja, untuk bertransaksi saham sejumlah Rp. 1 juta, dengan fasilitas margin ini seorang investor cukup membayar kurang lebih 80% atau sesuai peraturan yang ditetapkan perusahaan pialang tersebut. Dengan begitu, tidak banyak dana yang dikeluarkan untuk beberapa transaksi.

Dalam perhitungan margin trading saham, tentu ada untung dan juga ruginya. Diperlukan kemampuan dan pengalaman ahli dalam bidang ini. Jika Anda masih pemula, jangan takut untuk mencoba berbagai macam transaksi dan jangan sungkan untuk bertanya jika ada beberapa permasalahan baru.