Punya Masalah Uang Dalam Rumah Tangga? Mungkin Ini Penyebabnya

Uang merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan rumah tangga. Tak jarang, masalah uang sering kali memicu pertengkaran dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian. Sebab uang bisa menjadi masalah serius antara suami dan istri hingga melupakan janji suci keduanya pada awal pernikahan.

Bukan hanya soal seberapa kecilnya penghasilan, karena yang berpenghasilan besar pun tak luput dari risiko masalah ini. Namun, ada hal lain yang menjadikan uang sebagai pemicu keretakan rumah tangga.

Buat kamu yang sudah menikah atau akan menikah, sangat penting untuk menghindari masalah uang dalam rumah tangga yang terangkum di bawah ini.

Perbedaan Gaya Hidup

Kehidupan saat masih pacaran jelas berbeda dengan ketika sudah menikah. Saat masih pacaran, kamu dan kekasihmu mengelola keuangan masing-masing dengan sistem pengeluaran dan pendapatan yang berbeda pula. Namun, setelah menikah kalian harus bisa berkolaborasi mengatur keuangan rumah tangga.

Suami bertanggung jawab mencari nafkah untuk kebutuhan rumah tangga, sedangkan istri yang mengatur keuangan di dalamnya. Dengan adanya perbedaan gaya hidup, bukan tidak mungkin akan timbul perseteruan soal keuangan. Suami akan merasa jika istrinya tidak bisa memahami kondisi dan mengatur keuangan dengan bijak, sementara sang istri merasa suaminya tidak bisa memenuhi kebutuhannya.

Gaya hidup antara suami dan istri memang tidak mudah untuk diubah. Namun, itulah konsekuensi dalam pernikahan. Keduanya harus bisa berkompromi pada hal-hal tertentu. Misalnya, ganti kebiasaan jajan di kafe dengan makan masakan sendiri di rumah, jauh lebih romantis dan hemat tentunya.

Perbedaan Pendapatan

Biasanya masalah keuangan timbul saat penghasilan istri lebih besar daripada suami. Sebenarnya tidak selalu jadi masalah jika keduanya saling mengerti. Namun, tak dapat dipungkiri jika persoalan ini dapat memicu masalah yang serius.

Misalnya, istri merasa bertanggung jawab lebih atas kewajiban suami sebagai kepala rumah tangga. Atau istri merasa semuanya baik-baik saja, sedangkan suaminya merasa rendah diri dan kurang dihargai. Masalah apapun itu, pada dasarnya dapat dibicarakan baik-baik agar tidak semakin membesar.

Sejatinya, pendapatan istri yang lebih tinggi bukanlah suatu masalah selama kebutuhan bersama bisa terpenuhi. Yang terpenting keduanya sama-sama mengerti bahwa kebutuhan rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama.

Tidak Jelasnya Rencana Keuangan

Jauh sebelum memutuskan untuk menikah, buatlah rencana keuangan yang jelas dan terperinci. Jangan hanya untuk pengeluaran dan menabung saja, tetapi lebih detail sebab pengeluaran dalam rumah tangga lebih kompleks. Misalnya, setelah menikah kamu perlu menyiapkan dana untuk perawatan dan pendidikan anak, tabungan pribadi dan dana darurat. Semuanya harus dialokasikan dengan tepat, masing-masing berapa persen dari pendapatan.

Tujuan keuangan yang tidak terpenuhi bisa menimbulkan masalah serius di antara suami dan istri. Coba pikirkan, pasti kamu bingung ketika harus menyekolahkan anak tapi belum ada dananya. Jadi, rencanakan keuanganmu dengan jelas.

Menyembunyikan Utang Atau Tabungan

Saat masih sendiri, wajar bila kamu memiliki utang dan/atau tabungan tersembunyi. Namun, setelah menikah kamu harus bersikap terbuka soal keuangan, termasuk utang dan tabungan pribadi kamu. Walaupun dibalik itu kamu punya alasan yang kuat sekalipun.

Jika sampai pasanganmu mengetahui bahwa kamu memiliki utang atau tabungan tanpa sepengetahuannya, maka bisa timbul masalah yang fatal. Pasangan akan merasa bahwa kamu telah membohonginya. Seketika itu dia bisa kecewa dan hilang kepercayaan terhadapmu.

Bila kamu terpaksa harus berutang atau karena kalap akan pengeluaran, maka jujurlah pada pasangan dengan mengakui kesalahanmu itu sebagai tanda bahwa kamu menyesal dan akan bertanggung jawab akan hal tersebut.

Suka Membandingkan

Hidup bertetangga kadang membuat kamu lebih sering memandang kenikmatan orang lain dibanding mensyukuri apa yang telah kamu miliki. Itulah cikal bakal tumbuhnya rasa iri yang kemudian dijadikan pembanding dengan kehidupan sendiri. Misalnya, saat tetangga beli mobil baru sedang kamu masih harus berhemat untuk makan sehari-hari.

Hal itulah yang kemudian membuat diri menuntut lebih pada pasangan di luar batas kemampuannya. Mendengar hal itu, mungkin pasangan justru merasa kesal atas sikapmu yang suka membandingkan keuangan rumah tangga sendiri dengan orang lain.

Ketahuilah bahwa ada berbagai hal tersembunyi dibalik kesuksesan orang lain yang mungkin tidak kita ketahui. Tak perlu iri, apalagi dengki. Sebab hal itu hanya menguras emosi. Lebih baik, nikmati dan syukuri setiap proses dalam kehidupan rumah tanggamu. Dan jangan berhenti untuk terus mendukung pasangan agar berusaha lebih baik dari sebelumnya.

Pentingnya Belajar Ilmu Keuangan Pra Nikah

Sebelum memasuki dunia kerja, kita belajar dengan keras di bangku sekolah, mengikuti bimbingan belajar dan berbagai program eksternal lainnya. Seharusnya hal itu juga selaras dengan pernikahan. Sebelum menikah, kamu perlu mempersiapkan diri dengan mempelajari segala macam ilmu pra nikah jauh sebelum tibanya pernikahan. Salah satu yang terpenting ialah manajemen keuangan rumah tangga. Pemahaman yang tepat bisa mencegah timbulnya konflik dalam rumah tangga.