Bukankah seseorang dengan status lajang tidak memerlukan asuransi kesehatan? Ini persepsi yang harus diluruskan. Asuransi kesehatan untuk lajang sama pentingnya dengan asuransi kesehatan keluarga atau untuk lansia. Meski belum menikah, perlindungan kesehatan tetap diperlukan karena setiap orang memiliki risiko terkena penyakit. Tak terkecuali untuk kamu yang masih berusia muda dan lajang. Rutinitas tinggi dalam pekerjaan dan keseharian bisa memicu tingkat stres yang berujung pada penyakit, kan?

Terlebih lagi, bila kamu menjalani gaya hidup tidak sehat dengan mengkonsumsi makanan siap saji. Penyakit seperti diabetes, jantung, atau stroke banyak mengintai generasi muda yang masih lajang. Nah, inilah pentingnya asuransi kesehatan untuk lajang. Apa saja manfaat asuransi kesehatan untuk lajang? Faktor apa saja yang mengharuskan kamu untuk memiliki kesehatan asuransi ketika masih lajang? Mana yang lebih baik, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Yuk, pahami lebih dalam manfaat asuransi kesehatan untuk lajang dalam artikel berikut ini.

Ketahui Dulu Manfaat Asuransi Kesehatan untuk Lajang Ini

Menurut Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Cut Putri Ariane, seperti dilansir situs Kemkes, tingkat penderita penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, dan kanker kini banyak diderita oleh usia produktif. Ironisnya, penyakit tidak menular ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia sebelum pandemi COVID-19 merebak. Fakta ini telah menggeser pola penyakit tidak menular yang dulu lebih banyak diderita oleh orang tua, kini mengancam usia muda.

Dengan fenomena ini, sudah waktunya bagi kamu yang masih lajang untuk mempertimbangkan memiliki perlindungan diri melalui asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan untuk lajang akan memproteksi dirimu yang semakin rentan terkena penyakit akibat gaya hidup yang tidak sehat, perubahan iklim global, dan lingkungan yang semakin tercemar. Jangan sampai deh tabungan yang kamu kumpulkan selama bekerja untuk liburan dan masa depan akhirnya tergerus untuk membiayai perawatan medis yang semakin mahal!

Mungkin kamu berpikir, kan sudah memiliki asuransi dari kantor atau BPJS Kesehatan. Perlu diketahui, manfaat yang diberikan asuransi dari kantor kerap terbatas. Proses penanganan medis menggunakan BPJS Kesehatan pun kurang efektif bila kamu jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis yang cepat. Untuk kesehatan, tentu kamu menginginkan perawatan yang cepat dan terbaik, bukan? Oleh karenanya, sebaiknya kamu melengkapi perlindungan diri dengan asuransi kesehatan untuk lajang.

Pilih Mana: Asuransi Kesehatan untuk Lajang atau Asuransi Jiwa?

Sebagai lajang, mungkin kamu bingung harus memilih asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Mana sih yang lebih penting? Sejatinya, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sama pentingnya untuk lajang. Namun, tentu saja kamu harus menyesuaikan dengan kemampuan finansial. Bila bujet kamu tidak memungkinkan untuk memiliki keduanya sekaligus, jangan dipaksakan! Sebelum memilih produk asuransi yang tepat dengan kebutuhan, yuk kenali apa sih perbedaan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk lajang?

Asuransi Kesehatan untuk Lajang

Asuransi kesehatan melindungi kondisi finansial dari risiko kerugian biaya rawat inap

Asuransi kesehatan berfungsi sebagai perlindungan dari kerugian finansial atas risiko penyakit yang mungkin terjadi di kemudian hari. Cara kerjanya, asuransi kesehatan akan memberikan penggantian biaya perawatan yang diderita nasabah. Dana tanggungan ini berasal dari nilai premi yang dibayarkan tertanggung (nasabah) setiap bulannya. Sederhananya, asuransi kesehatan merupakan tabungan untuk biaya perawatan kesehatan di masa depan. Jadi, kamu tidak perlu kelimpungan mencari dana untuk biaya pengobatan yang semakin hari semakin mahal.

Manfaat asuransi kesehatan sangat beragam, salah satunya menanggung biaya konsultasi dokter, pembelian obat, perawatan gigi, pembedahan, biaya rawat inap, biaya rawat jawat, dan risiko kesehatan lainnya. Saat memilih asuransi kesehatan untuk lajang, pahami manfaat yang benar-benar kamu butuhkan dan nilai premi yang dibayarkan harus sesuai bujet. Selain itu, kamu perlu ketahui bahwa asuransi kesehatan memiliki beberapa sistem klaim. Yaitu, sistem cashless, reimbursement, dan santunan.

Sistem cashless menjadi pilihan yang tepat untuk lajang. Sistem ini mempermudah proses klaim biaya perawatan. Kamu cukup menggesek kartu asuransi saat membayar biaya perawatan. Proses selanjutnya akan diurus pihak rumah sakit dan perusahaan asuransi. Sistem reimbursement mengharuskan kamu untuk membayar biaya perawatan secara tunai, lalu kamu mengajukan klaim penggantian ke perusahaan asuransi. Sedangkan sistem santunan adalah uang harian yang diberikan perusahaan asuransi kepada nasabah ketika menjalani rawat inap di rumah sakit.

Asuransi Jiwa untuk Lajang

Bila asuransi kesehatan memberikan biaya perawatan kesehatan, nah, manfaat asuransi jiwa berupa ganti rugi finansial bila nasabah meninggal dunia atau catat permanen. Ganti rugi dari asuransi jiwa akan diberikan kepada ahli waris atau keluarga. Meskipun kamu masih lajang, asuransi jiwa sangat bermanfaat bagi keluarga, seperti orangtua, adik, kakak, dan saudara lain yang hidupnya bergantung pada penghasilanmu sebagai pencari nafkah. Ganti rugi berupa bisa digunakan untuk biaya proses pemakaman, biaya hidup sehari-hari, atau kebutuhan finansial lainnya.

Selain faktor pencari nafkah bagi keluarga, ada faktor lain yang patut kamu pertimbangkan untuk segera memiliki asuransi jiwa ketika masih lajang. Berikut faktor-faktornya:

  • Berencana menikah dan memiliki anak.
  • Memiliki utang seperti Kredit Pemilikan Rumah, sehingga uang santunan dapat digunakan untuk melunasi utang.
  • Memiliki bisnis dengan orang lain.
  • Berencana untuk menabung biaya pemakaman.
  • Sebagai warisan.

Bila kamu ingin memiliki asuransi jiwa, ketahuilah ada dua jenis asuransi jiwa, yaitu asuransi term life dan asuransi whole life. Berikut perbedaannya:

1. Asuransi Term Life

Asuransi term life merupakan produk perlindungan jiwa yang dijamin perusahaan asuransi dalam kurun waktu sesuai perjanjian. Biasanya, polis asuransi term life berkisar antara 10-30 tahun. Bila periode polis telah berakhir, maka kamu tidak perlu membayar premi karena masa pertanggungan telah berakhir. Nah, tips cerdas memilih asuransi term life ini, kamu harus memastikan jangka waktu yang tepat untuk membayar premi agar tidak terjadi lapse. Pastikan juga dana tanggungan dapat dicairkan jika sewaktu-waktu kamu meninggal.

2. Asuransi Whole Life

Berbeda dengan asuransi term life, asuransi whole life tidak memiliki batas waktu perjanjian. Asuransi jiwa ini terus berlaku selama kamu membayar premi hingga kamu meninggal dunia. Asuransi whole life memiliki tambahan investasi, jadi kamu bisa mendapatkan keuntungan dari investasi. Namun, perhatikan juga bahwa nilai premi akan lebih besar karena adanya tambahan dana pengelolaan untuk investasi. Nilai investasi pun fluktuatif, jadi ada risiko kerugian yang harus ditanggung.

Bingung Harus Pilih Asuransi Kesehatan untuk Lajang atau Asuransi Jiwa?

Pilih produk asuransi yang sesuai dengan bujet premi

Untuk terhindar dari risiko kerugian finansial di masa depan akibat kejadian tak terduga, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa menjadi dua produk asuransi yang direkomendasikan untuk lajang. Namun, sekali lagi, kamu harus bijak dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Akibat tanpa adanya literasi yang cukup mengenai produk asuransi, kebanyakan nasabah merasa telah dirugikan oleh pihak asuransi. Agar kamu tidak salah memilih produk asuransi yang paling tepat untuk dirimu saat ini, cek tujuh poin pertimbangan berikut ini:

1. Cek Alokasi Dana untuk Premi

Sudahkah kamu melakukan perencanaan keuangan? Strategi perencanaan keuangan sangat penting dilakukan sejak lajang agar penghasilan yang diperoleh mampu memenuhi kebutuhan dengan tepat. Salah satunya, kebutuhan akan asuransi kesehatan untuk lajang atau asuransi jiwa. Untuk menentukan produk asuransi yang tidak mencekik kantong, sebaiknya kamu menyusun arus keuangan bulanan. Misalnya, berapa dana untuk kebutuhan harian, tabungan, utang, dan lainnya. Apakah dana yang tersisa cukup untuk membayar premi asuransi kesehatan atau asuransi jiwa?

2. Apakah Kamu Punya Dana Darurat?

Sikap bijak finansial harus disertai dengan memiliki dana darurat. Dana darurat dapat membantu kamu ketika sewaktu-waktu membutuhkan uang tanpa harus meminjam atau menggerus uang tabungan. Bila kamu belum memiliki dana darurat, sebaiknya kamu memiliki asuransi kesehatan untuk lajang dan asuransi jiwa. Manfaat perlindungan asuransi sebagai dana darurat ketika sewaktu-waktu kamu jatuh sakit atau meninggal dunia. Bila kamu sudah memiliki dana darurat, kamu dapat memilih salah satu produk asuransi yang sesuai dengan sisa bujet.

3. Ketahui Kondisi Kesehatan Diri

Jika kamu sosok yang rentan terserang penyakit akibat perubahan cuaca atau memiliki penyakit turunan, sebaiknya segera miliki asuransi kesehatan untuk lajang. Ketahuilah biaya perawatan demam berdarah cukup menguras kantong, terlebih bila kamu harus menjalani rawat inap. Dengan asuransi kesehatan, kamu dapat mengurangi beban pengeluaran. Namun, jika kamu memiliki imun tubuh yang tinggi, kamu bisa mengganti asuransi kesehatan dengan asuransi jiwa sebagai perlindungan untuk risiko kematian.

4. Apakah Kamu Punya Tanggungan?

Sebagai lajang bukan berarti kamu lepas dari tanggungan. Kebanyakan orang lajang di Indonesia masih bertanggungjawab untuk membiayai keseharian orangtua, adik, atau anggota keluarga lainnya. Bila kamu memiliki tanggungan, sebaiknya kamu memiliki asuransi jiwa yang akan menjamin santunan untuk keluarga jika kamu meninggal. Namun, bila kamu bebas dari tanggungan, pilihlah asuransi kesehatan untuk lajang agar kondisi finansial tetap sehat ketika kamu jatuh sakit.

5. Pertimbangkan Aktivitas di Tempat Kerja

Perusahaan di Indonesia memang melindungi karyawannya dengan asuransi, namun adakalanya plafon yang diberikan tidak cukup untuk melindungi keselamatan diri. Salah satunya, perlindungan yang ditawarkan asuransi jiwa. Jika kamu bekerja di tempat yang berisiko tinggi terjadi kecelakaan, lindungi dirimu segera dengan asuransi jiwa. Atau, miliki juga asuransi kesehatan dengan tambahan penyakit kritis bila lingkungan kerja dihuni oleh rekan-rekan perokok berat.

6. Kenali Manfaat yang Kamu Butuhkan

Telah dipaparkan di atas perbedaan antara asuransi jiwa dengan asuransi kesehatan untuk lajang. Kenali manfaat dari kedua asuransi tersebut yang paling tepat dengan kebutuhanmu. Sekali lagi, jangan memaksakan diri untuk memiliki kedua asuransi bila tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial tidak mencukupi. Pilih salah satu yang dapat memberikan perlindungan dan rasa nyaman dalam menjalani aktivitas kesehatan, ya.

Pilih Asuransi Kesehatan untuk Lajang Terbaik di Sini

Setelah memutuskan jenis perlindungan yang paling dibutuhkan, kamu dapat memilih produk asuransi di MoneyDuck dengan bantuan Expert asuransi berlisensi. MoneyDuck mempermudah kamu untuk memilih produk asuransi, termasuk asuransi kesehatan untuk lajang, melalui layanan chat online dan GRATIS. Segera hubungi agen asuransi berlisensi dari para mitra asuransi di seluruh Indonesia dengan klik tombol Konsultasi Gratis di bawah ini.