Semakin berkembangnya teknologi yang sudah ada untuk saat ini, membuat banyak orang yang merasakan kemudahan yang ditawarkan teknologi saat ini khususnya dalam hal pembayaran baik online, manual, lokal maupun internasional. Kartu kredit merupakan kartu sakti yang membawa perubahan dalam hal pembayaran mulai dari belanja, makan di restoran, sampai tarik tunai pun bisa dilakukan karena itulah banyak yang menganggap kartu kredit menjadi sesuatu yang sangat penting dan harus dimiliki. Khusus untuk artikel ini kita akan membahas tentang penarikan tunai kartu kredit agar memahami manfaat, resiko dan tanggung jawabnya.

Tempat Penarikan Tunai Kartu Kredit

Nasabah dapat melakukan penarikan tunai di beberapa tempat baik secara legal maupun tidak legal, secara legal nasabah hanya dapat melakukan tarik tunai pada ATM, dimana nasabah akan dikenakan biaya sebesar 4% dari total penarikan atau Rp. 50.000 dan nilai tunai yang didapat hanya sebesar dibawah kredit limit penarikan tunai kartu kredit.

Selain tarik tunai di ATM, nasabah dapat melakukan tarik tunai di merchant, yaitu dengan melakukan penarikan dengan seakan akan belanja. Hal yang perlu diingat bahwa penarikan tunai di merchant seperti Indomaret, Alfamart, atau merchant lain sebenarnya tidak dianjurkan. Berikut adalah contoh perhitungan penarikan tunai kartu kredit di merchant mini market:

  1. Nasabah ingin mendapatkan uang tunai sejumlah sekitar Rp 1.000.000, ia memiliki kartu kredit dengan limit Rp 10.000.000. Lalu, Nasabah menghampiri kasir mini market untuk tarik tunai dan langsung melakukan penggesekan kartu kreditnya tersebut.
  2. Kasir mini market biasanya tidak mengenakan biaya penarikan. Namun, Nasabah diwajibkan berbelanja dengan minimum tertentu (misalnya Rp 100,000). Setelah Nasabah berbelanja senilai Rp 100.000, kasir akan membuat transaksi senilai Rp 1,100,000.

Manfaat Dan Kerugian Penarikan Tunai Kartu Kredit

Meskipun penarikan tunai melalui kartu kredit, namun kalian semua tidak boleh sembarangan dalam melakukan gestun. Karena bunga yang dikenakan akan membuat finansial semakin membengkak dan setiap kali melakukan penarikan tunai akan dikenakan bunga sebesar 4%. Bahkan untuk melakukan gesek tunai bisa dilakukan salah satu merchant yang menyediakan fasilitas tersebut juga akan dikenakan biaya.

Berikut adalah manfaat dari gesek tunai kartu kredit :

  1. Nasabah langsung mendapatkan uang tunai .
  2. Bisa digunakan untuk pelunasan hutang kartu kredit, walaupun dikatakan untuk pelunasan namun pada tujuannya bukan melunasi tetapi lebih tepatnya adalah mengulur waktu pelunasan, karena pada dasarnya ketika menggesek tunai sudah terbentuk hutang baru kembali. 3. Memainkan transaksi, hal ini biasanya dilakukan nasabah untuk menjaga record transaksi agar record yang tercipta di bank selalu bagur dan untuk menaikkan limit kartu kredit

Di antara manfaat diatas berikut adalah kerugian bila menggunakan gesek tunai kartu kredit sebagai perbandingan :

Terdapat biaya penarikan yang dikenakan di muka

Salah satu perbedaan ketika nasabah melakukan penarikan tunai melalui debit dengan kredit adalah pada biaya penarikan, jika pada kartu debit hanya ketika nasabah menarik dari ATM bank lain, jika menggunakan kartu kredit nasabah langsung ditambahkan biaya sebesar 4% atau minimal Rp 50.000. Misalkan menarik uang tunai dengan kartu kredit senilai Rp 2 juta di ATM, maka nasabah akan mendapatkan uang Rp 2 juta dengan bunga senilai Rp. 80.000 pada tagihan yang didapat.

Bunganya cukup besar

Saat memutuskan melakukan tarik tunai dengan kartu kredit nasabah seharusnya sudah memahami konsekuensi bunga yang cukup besar. Berdasarkan peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia melalui Surat Edaran Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit 27 November 2012, dijelaskan bahwa bunga maksimal tarik tunai sebesar 2,95% per bulan atau setara dengan 34,5% per tahunnya.

Ada batas penarikan

Jika kamu melakukan tarik tunai dengan kartu debit, maka tidak ada batas nominal penarikan selama masih mempunyai nilai tabungan atau menghabiskan seluruh uang yang ada di ATM, atau limit maksimal penarikan uang per hari. Tetapi jika nasabah menggunakan kartu kredit, tarik tunai tidak bisa sebesar limit kartu kredit yang diberikan bank.

Rentan pencucian uang

Pencucian uang adalah resiko yang hanya berlaku untuk tarik tunai melalui merchant, beberapa kasus membuktikan bahwa tarik tunai kartu kredit sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan sampai pihak berwajib juga menyebut fitur tarik tunai kartu kredit sering dimanfaatkan sebagai aktivitas pencucian uang atau money laundering.

Penarikan Tunai Yang Bijak

Mengingat resiko penarikan tunai, namun adakalanya perlu nasabah perlu melakukan hal tersebut, berikut adalah tips yang dapat diambil :

Pahami Biayanya

Nasabah perlu tahu bahwa setiap penarikan tunai yang dilakukan dengan kartu kredit tidaklah gratis. Akan ada biaya tarik tunai kartu kredit biasanya dikenakan sebesar 4%. Biaya itu langsung dibebankan saat penarikan. Semakin besar jumlah tarik tunai Anda, semakin besar pula biaya yang dikenakan. Selain itu tarik tunai dengan kartu kredit juga berbunga dengan besaran yang dibebankan saat ini maksimal sebesar 2,95% per bulan.

Pahami Batasnya

Tarik tunai kartu kredit ada batasnya, walaupun kartu kredit nasabah memiliki limit belanja yang besar, namun setiap kartu kredit memiliki batas nilai tarik tunai yang telah ditetapkan, yaitu di bawah limit belanja. Patokan limit ini perlu diingat oleh nasabah kartu kredit, agar tidak kalap dengan kemudahan tarik tunai kartu kredit

Pahami waktu penggunaannya

Sebagai pemegang kartu kredit nasabah harus mengontrol penggunaan kartu kredit dan bahwa setiap fasilitas kartu kredit yang diberikan sejatinya untuk memudahkan transaksi pembayaran, bukan kartu untuk berutang. Oleh karena itu sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan yang betul-betul urgent, misal dalam keadaan gawat darurat atau untuk modal usaha.

Lunasi secara penuh dan tepat waktu

Ketika nasabah sudah memberanikan diri untuk menggunakan tarik tunai kartu kredit, berarti nasabah harus memenuhi tanggung jawab untuk membayar utang atau tagihan tersebut. Dan cara pelunasan utang secara penuh atau full payment dan tepat waktu menjadi cara yang paling baik, karena selain membuat hati lebih tenang, juga membuat nasabah menjadi terhindar dari jerat yang merugikan

Hal Yang Perlu Diingat Nasabah

Nasabah harus mengingat tujuan awal memiliki kartu kredit bahwa pada hakikatnya kartu kredit merupakan merupakan alat untuk memudahkan pembayaran, dan bukannya kartu untuk nasabah berhutang. Dengan tetap mengingat hal itulah nasabah dapat memanfaatkannya dengan baik.

Perlu diingat, tarik tunai kartu kredit bisa menjadi solusi buat nasabah yang sedang berada dalam situasi genting. Tapi bukan juga untuk gali lubang tutup lubang Untuk penarikan tunai kartu kredit maka sebenarnya nasabah kartu kredit telah menyalahgunakannya hanya karena ingin mandapatkan uang tunai dengan mudah walaupun dengan segudang resiko diatas

Artikel ini penting agar nasabah memahami pro dan kontra seputar penarikan tunai kartu kredit dan sarana pengingat hakikat manfaat utama kartu kredit sebagai alat pembayaran.