Di setiap kehidupan rumah tangga tentu ada pengeluaran bulanan rumah tangga yang merupakan anggaran dana untuk memenuhi kebutuhan dan segala kebutuhan tersebut harus terpenuhi. Rumah tangga menjadi tempat untuk berbagi dan saling membantu, tidak hanya mementingkan kebutuhan diri sendiri saja, namun juga seluruh anggota keluarga yaitu pasangan dan anak-anak agar rumah tangga bisa berjalan dengan baik.

Pasangan suami istri yang baru menikah atau baru saja memiliki anak (bayi) seringkali mengalami kebingungan dalam mengatur pengeluaran bulanan rumah tangga. Ada berbagai kebutuhan tambahan seperti memenuhi kebutuhan pasangan, membeli susu dan popok untuk anak, atau dana darurat jika anak atau pasangan sakit dimana berapa jumlah semua kebutuhan tersebut belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Bagi pasangan yang sudah mapan dalam hal keuangan mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagi pasangan yang seringkali membengkak pengeluaran bulanan rumah tangganya padahal sudah mencoba untuk menyusun dan menjalankan anggaran yang dipunya, tentu bisa beresiko kesulitan keuangan di masa depan seperti menjadi tekor atau kewalahan dan meminjam uang untuk menutup kebutuhan.

Tips menekan pengeluaran bulanan rumah tangga berikut ini bisa dijalankan agar keuangan rumah tangga bisa berjalan dengan lancar dan tepat.

Pentingkan kebutuhan pokok

Buat catatan daftar kebutuhan pokok seperti keperluan anak, biaya sekolah, biaya listrik, biaya angsuran, dan sebagainya. Usahakan agar kebutuhan pokok terpenuhi terlebih dahulu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan sejak awal, terutama bagi rumah tangga yang selalu defisit karena gagal dalam mengatur pengeluaran bulanan rumah tangga.

Dengan mencatat dan memprioritaskan kebutuhan pokok, maka kebutuhan lainnya bisa dipikirkan setelahnya. Pengeluaran bisa ditekan, terutama untuk hal yang kurang penting.

Belanja dengan cerdas

Beberapa setelah gajian, biasanya yang dilakukan ialah belanja kebutuhan harian untuk rumah tangga. Lakukan belanja dengan cerdas seperti mencatat terlebih dahulu barang yang dibeli, membeli kebutuhan dalam ukuran besar agar lebih hemat, berbelanja dalam sekali waktu dimana bolak-balik hanya akan berujung pada pemborosan, dan manfaatkan diskon belanja.

Pilih toko dengan harga yang paling hemat, jika membeli secara online bisa lebih menghemat biaya dan waktu, hal itu bisa dijadikan alternative dimana saat ini ada begitu banyak promosi belanja online seperti diskon harga atau biaya pengiriman. Intinya dalam berbelanja, pilih yang paling hemat.

Makan hemat

Sering jajan adalah salah satu sebab pemborosan, mungkin dalam sehari jajan dalam jumlah yang sedikit, namun jika diakumulasikan per bulannya tentu cukup memakan pengeluaran bulanan rumah tangga. Cobalah untuk lebih hemat, hindari jajan di luar, pilih makanan rumahan atau buatan sendiri yang lebih hemat dan mengenyangkan. Bersabar hingga memiliki rezeki tambahan.

Pisahkan uang tabungan

Jika dalam sebulan memiliki uang sisa, jangan tergoda untuk membelanjakan, usahakan untuk menabung uang tersebut dan memisahkannya dengan uang pengeluaran bulanan rumah tangga agar tidak digunakan. Jadikan uang tersebut sebagai tabunagn masa depan atau dana darurat jika ada hal yang mendesak di kemudian hari.

Catat pengeluaran harian

Apapun dana yang dikeluarkan per harinya, catat. Hal itu akan membantu evaluasi di akhir bulan, adakah pengeluaran yang bisa ditekan, atau adakah pengeluaran kurang penting yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Dengan demikian, pengeluaran bulanan rumah tangga bisa lebih terarah karena dikontrol dan dibatasi.

Cari penghasilan tambahan

Dalam rumah tangga, tentunya perlu kerjasama untuk mendapatkan rezeki. Jika memiliki pekerjaan tetap namun dirasa masih banyak yang belum terpenuhi, penghasilan tambahan bisa dicari. Tidak harus memulai dengan hal yang besar, mulai dari hal yang kecil seperti berjualan secara dropship yang tidak membutuhkan modal, atau berjualan apa saja dengan modal sesuai kemampuan.

Jaman sekarang hal itu tentu mudah dilakukan, berjualan bisa dilakukan di Instagram, Facebook, aplikasi belanja, atau Whatsapp. Kedua pasangan sebisa mungkin harus sama-sama mencari uang, tidak ada salah satu yang berpangku tangan atau hanya menunggu pemberian.

Hindari pinjaman

Jika pengeluaran bulanan rumah tangga belum terarah dan masih sering terjadi kekurangan biaya, hindari untuk mengatasinya dengan meminjam uang. Mungkin akan terasa segar dan manis di awal, namun di bulan berikutnya akan terasa lebih berat dan semakin susah untuk mengatur keuangan karena harus memikirkan biaya angsuran. Pinjamlah uang hanya ketika berada dalam kondisi sangat terdesak dan tidak ada pilihan yang lain.

Rezeki memang sudah diatur oleh Tuhan, tidak semuanya mendapatkan keberuntungan berupa rezeki uang melimpah atau pekerjaan mapan dalam rumah tangga. Namun semuanya bukan menjadi alasan untuk menyerah dan selalu berada dalam kondisi pas-pasan.

Tetap berusaha, lakukan apapun yang bisa dilakukan dan atur pengeluaran bulanan rumah tangga sebaik mungkin dengan cerdas dan tepat. Jika pengeluaran bulanan rumah tangga dapat berjalan baik dan lancar, bukan tidak mungkin kondisi keuangan rumah tangga akan semakin membaik dari waktu ke waktu serta memiliki rumah tangga yang semakin berkecukupan dan bahagia.