Tren belanja online tengah booming di masyarakat Indonesia. Penyedia atau marketplace-nya bukan hanya dari dalam negeri saja, tetapi luar negeri. Mulai dari yang mahal seperti tas, sepatu, pakaian hingga yang murah misalnya peralatan makan dapat kamu dapatkan dari toko online di luar negeri. Banyak orang yang tak memedulikan harga yang mahal, yang terpenting bagi mereka ialah kualitas atau jaminan orisinalitas barang yang dipesan.

Namun, untuk bisa berbelanja barang dari luar negeri, tidaklah semudah ketika membeli barang lokal yang bisa dilakukan hanya dengan mentransfer sejumlah uang dengan kartu ATM. Kamu butuh kartu khusus untuk bertransaksi yang disebut dengan Paypal. Untuk mendapatkannya, kamu perlu membuat akun Paypal dengan mengisi informasi credit card yang kamu miliki.

Lalu bagaimana jika tidak memiliki credit card?

Tenang! Karena ternyata kamu tetap bisa berbelanja online di luar negeri dengan menggunakan debit card. Simak selengkapnya berikut ini!

Lebih Mudah Belanja Online dengan Debit Card

Debit card atau kartu debit yang dapat digunakan untuk belanja online haruslah yang memiliki logo Visa dan Mastercard. Logo tersebut sebagai penunjuk bahwa kartu dapat digunakan di Paypal.

Credit card dengan debit card memiliki perbedaan pada sumber dananya. Credit card sama dengan hutang dari bank (credit) dalam batas tertentu dengan jaminan pembayaran dari nasabah. Sedangkan debit card merupakan uang nasabah sendiri atau saldo tabungan nasabah.

Paypal menyediakan pilihan menu, “gunakan credit card atau debit card”. Nah, di situ kamu bisa memilih debit card.

4 Macam Kartu Untuk Belanja Online Lebih Mudah

Beruntunglah bagi kamu yang memiliki salah satu dari empat macam kartu debit card di bawah ini. Sebab transaksi belanja online Anda di luar negeri dapat semakin mudah dan praktis.

1. Debit Card Bank Permata

Penerbit kartu : Bank Permata

Debit card Bank Permata ini didesain menyerupai kartu kredit dengan disertai chip (EMV). Terkecuali pada Permata ME. Kartu ini dapat digunakan transaksi online.

Kamu yang ingin mendapatkan kartu ini diwajibkan memenuhi setoran awal sesuai dengan jenisnya. Untuk Permata Bebas setoran awal sebesar Rp 250.000,- dengan saldo minimum sebesar Rp 100.000, -.

Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai kartu ATM, tetapi juga bisa digunakan pada mesin EDC dengan otentikasi PIN atau Signature (VISA).

Keunggulan lainnya, kartu ini bisa digunakan untuk transaksi lokal maupun internasional (Cross border) namun dengan charge mata uang selain rupiah (fees dan konversi diberlakukan).

Namun, ada batasan untuk transaksi hariannya sebesar Rp 500.000,-. Sumber dana pada debit card Bank Permata ini akan masuk ke tabungan, baik itu dana internal maupun transferan dari bank lain.

Nasabah akan mendapatkan laporan transaksi per bulan melalui email atau aplikasi internet banking (e-statement).

2. Debit Card Jenius BTPN (Visa)

Penerbit kartu : Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)

Secara fisik, kartu ini (m-Card) telah dilengkapi chip (EMV) layaknya credit card.

Kelebihannya kartu ini, nasabah tidak dibebankan biaya setoran awal, saldo minimum, biaya admin dan sebagainya. Sementara saldo dapat ditransfer atau ditop up setelah pendaftaran. Sumber dana langsung didebitkan dari saldo utama, untuk pengisian ulang bisa dipisah dari rekening utama Jenius.

Bukan hanya warga Jabodetabek saja, warga dari luar daerah juga bisa mendapatkan kartu ini dengan menghubungi Customer Service terkait.

Setelah pembuatan akun Jenius, setiap nasabah akan mendapatkan 2 jenis debit card yaitu debit card fisik (m-card) yang berguna untuk penarikan di ATM/EDC dan 1 debit card visual khusus online dimana nomor kartunya diset permanen pada akun berdasarkan tanggal kadaluwarsa (expiry date).

Kartu ini sebagai alat transaksi lokal maupun internasional (Cross border) namun dengan charge mata uang selain rupiah (fees dan konversi diberlakukan).

Laporan transaksi dapat diunduh melalui akun internet banking.

3. Secure Credit Card Indigo Bank Sinarmas (Visa)

Penerbit kartu : Bank Sinamas

Credit card visa ini dilengkapi chip (EMV) dengan cetakan Emboss (standar umum credit card). Kartu Visa Indigo ini merupakan credit card daripada debit card. Namun lebih pada “Secure Credit Card (SCC)” sebab dapat diperoleh secara instan approval dengan menyetorkan jaminan saldo tabungan sebesar Rp 1.000.000,- tanpa dikenai penilaian analisis dan verifikasi berbagai persyaratan lainnya seperti slip gaji, SKP, survei, telepon dan lain sebagainya.

Kartu ini dapat digunakan pada mesin EDC dengan otentikasi PIN atau signature (Visa), serta bisa melakukan penarikan tunai.

Kartu ini sebagai alat transaksi lokal maupun internasional (Cross border) namun dengan charge mata uang selain rupiah (fees dan konversi diberlakukan).

Dananya bersumber dari limit awal credit card yang dikenai charge untuk setiap transaksi pembayaran. Limit transaksi online atau EDC harian berdasarkan limit kartu awal (lock deposit minimal Rp 1.000.000,-).

Seperti halnya kartu kredit, nasabah akan mendapatkan laporan atau tagihan tiap bulannya yang dikirim melalui email.

Pengguna kartu ini tidak dikenakan biaya admin atau iuran tahunan (annual fee credit) kecuali biaya materai Rp 6.000,- per bulan untuk billing statement.

Pembayaran tagihan tidak boleh telat atau melewati batas jatuh tempo. Biasanya bila telat pun tidak boleh lebih dari dua minggu. Jika sampai telat, maka kartu akan tutup akun secara otomatis. Sementara tagihan akan diambil dari saldo lock deposit secara otomatis, kemudian sisanya baru dikembalikan pada nasabah.

4. Debit Card BTN (Visa)

Penerbit kartu : Bank Tabungan Negara (BTN).

Kartu lama tidak dilengkapi dengan chip (EMV). Sedangkan yang terbaru telah disertai chip seperti credit card, polos atau disertai nama pada kartunya.

Setoran awal disesuaikan dengan jenis tabungannya. Misal, untuk Batara sebesar Rp 200.000,- dan saldo minimum sebesar Rp 50.000,-.

Kartu ini bisa digunakan sebagai kartu ATM dan pembayaran credit card (EDC) dengan otentikasi PIN ataupun Signature (Visa).

Kartu ini sebagai alat transaksi lokal maupun internasional (Cross border) namun dengan charge mata uang selain rupiah (fees dan konversi diberlakukan). Limit transaksi online atau EDC harian sebesar Rp 15.000.000,- dengan maksimal 7 transaksi per hari.

Dana yang digunakan bersumber dari saldo tabungan.  Tiap bulannya nasabah akan menerima laporan transaksi melalui email atau mengunduhnya melalui akun internet banking.

Pilihlah Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Ada berbagai macam pengganti kartu kredit yang dapat digunakan sebagai mastercard untuk transaksi atau belanja online. Setiap jenis kartu memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Pilihlah mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. Pastikan kamu mempelajari segala ketentuannya sebelum mengajukan pendaftaran akun untuk kartu tersebut.