Cara main saham penting untuk dipahami dengan baik oleh investor pemula agar tidak rugi dalam berinvestasi. Saham dinilai sebagai investasi yang tinggi risiko. Artinya, investasi saham menawarkan keuntungan yang besar, namun ada peluang besar kehilangan modal. Berbeda dengan investasi berisiko rendah yang peluang ruginya minim. Meski berisiko tinggi, investasi saham tidak berbahaya kok, asal kamu paham bagaimana cara main saham dengan baik. Terutama bila kamu termasuk investor pemula.

Sudah waktunya nih untuk kamu belajar berinvestasi agar meraih cuan di masa depan. Kekhawatiran akan risiko tinggi yang mengintai hanya akan membuat kamu menumpuk dana di produk perbankan yang itu-itu saja, tanpa ada progres keuntungan yang signifikan. Yuk, belajar cara main saham bersama melalui artikel di bawah ini. Artikel ini akan mengupas tips cara main saham yang baik untuk pemula, rekomendasi sekuritas, dan risiko-risiko yang harus kamu kenali sebelum berinvestasi.

Sebelum Pelajari Cara Main Saham, Apa Sih Investasi Saham?

Investasi saham cara mendapatkan cuan jangka panjang.

Investasi merupakan cara untuk meningkatkan kekayaan di masa depan. Bila kamu cerdas dan bijak dalam berinvestasi, kamu akan menikmati cuan yang menggiurkan. Keuntungan bisa diraih dalam jangka pendek maupun panjang tergantung dari jenis investasi yang dipilih. Investasi jangka pendek biasanya berlangsung selama tiga hingga 12 bulan sebelum menghasilkan return atau keuntungan.

Investasi jangka pendek banyak dipilih ketika investor ingin menyimpan dananya sambil menunggu peluang investasi lainnya yang lebih menguntungkan. Reksa dana adalah salah satu bentuk investasi jangka pendek. Bagaimana dengan investasi jangka panjang? Untuk menikmati return dari investasi, kamu harus menunggu bertahun-tahun dan siap dengan risikonya. Namun, return yang dihasilkan cenderung besar. Investasi jangka panjang yang populer adalah saham.

Investasi saham dilakukan dalam bentuk penanaman modal untuk suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan turut menanamkan modal, kamu menjadi bagian kepemilikan perusahaan atau perseroan terbatas tersebut. Sehingga kamu berhak menikmati keuntungan yang diperoleh perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang kamu tanamkan. Kamu juga memiliki hak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas ide para pemegang saham terkait kebijakan perusahaan.

Cara Main Saham untuk Pemula

Investor pemula sebaiknya pilih saham indeks LQ45 atau IDX30.

Karena investasi saham berisiko tinggi, kamu tidak bisa sembarang dalam berinvestasi. Ada cara main saham yang sebaiknya diperhatikan agar dana yang kamu tanam menghasilkan keuntungan, bukannya raib karena keteledoran saat berinvestasi. Minimnya literasi investasi saham menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan investor muda lho. Tanpa pengetahuan yang tepat dan dalam mengenai selak-beluk saham, pemula menanamkan modalnya berdasarkan dorongan nafsu.

Ingat ya, berinvestasi saham tidak hanya modal mengikuti tren! Kamu mempertaruhkan uang yang tidak sedikit dengan harapan meraih cuan di masa depan. Oleh karenanya, keseriusan dan kewaspadaan dalam bertindak perlu ditingkatkan bagi investor pemula. Nah, agar kamu tumbuh menjadi investor saham yang ulung, yuk pelajari cara main saham untuk pemula berikut ini:

1. Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Kecil

Cara main saham membutuhkan biaya transaksi yang dibayarkan kepada perusahaan sekuritas atau broker. Biaya transaksi diperlukan sebagai komisi untuk membeli saham yang diinginkan. Sama halnya ketika kamu ingin menjual saham, ada biaya transaksi penjualan untuk pihak sekuritas atau broker. Biaya transaksi ini disetorkan ke rekening efek (rekening dana nasabah) yang dibuat saat pertama kali bergabung dengan perusahaan sekuritas.

Karenanya, kamu harus memilih perusahaan sekuritas yang menetapkan biaya transaksi kecil agar tidak terbebani setiap kali membeli atau menjual saham. Biaya transaksi setiap sekuritas beragam. Ada yang menetapkan biaya beli sebesar 0-15-0.19%, sementara biaya penjualan sebesar 0.20%. Perhatikan juga ketentuan setoran modal awal ke rekening efek. Sekarang modal awal bisa dimulai dari Rp100.000. Jadi, jangan terkecoh bila ada sekuritas yang meminta setoran awal yang terlalu besar.

2. Isi Rekening Efek dengan Bijak

Seperti besaran modal awal yang ramah kantong, harga saham per lembar pun ada yang hanya kisaran Rp300. Dengan harga per lembar Rp300, kamu hanya harus menyediakan dana Rp30.000 untuk mulai berinvestasi saham. Ya, peraturan yang berlaku setiap investor harus membeli minimal 1 lot yang terdiri dari 100 lembar saham. Cara main saham cukup ramah kantong, kan? Tapi, apakah cukup menguntungkan hanya dengan memiliki 100 lembar saham senilai Rp30.000?

Ingat, investasi saham merupakan investasi jangka panjang. Bukan tidak mungkin dalam kurun 10-15 tahun ke depan nilai investasi kamu mengalami kenaikan. Namun, jangan juga terbawa nafsu dengan terlalu royal membeli saham tanpa perhitungan yang cermat. Cara main saham yang baik untuk pemula sebaiknya isi rekening efek dengan bijak. Hindari mengalokasikan 50% pendapatan bulanan untuk membeli saham agar kamu tidak buntung ketika harga saham turun. Pertimbangkan sektor-sektor pengeluaran harian lainnya yang harus kamu tanggung.

3. Beli Saham Indeks LQ45 atau IDX30

Manfaatkan daftar saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai panduan cara main saham yang aman. Daftar saham di BEI dikeluarkan dalam bentuk indeks yang dikelompokkan berdasarkan tingkat likuiditas, kapitalisasi pasar, dan fundamental perusahaan. Misalnya, saham dengan tingkat likuiditas tinggi akan lebih mudah untuk dijual untuk mendapatkan cuan. Saat tulisan ini ditulis, BEI mengeluarkan 38 indeks saham. Lalu, bagaimana memilih indeks yang menguntungkan?

Untuk pemula, sebaiknya kamu membeli saham indeks LQ45 atau IDX30 untuk meminimalisir risiko. Pasalnya, indeks LQ45 merupakan saham 45 perusahaan yang memiliki reputasi terbaik dalam 12 bulan terakhir. Reputasinya mencakup kriteria termasuk 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi, nilai transaksi tertinggi, memiliki kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan tinggi, mengalami penambahan bobot free float menjadi 100% dari 60% dalam porsi penilaian, serta telah tercatat di BEI minimal tiga bulan.

Sementara itu, indeks IDX30 digunakan untuk menilai kinerja 30 saham, yang juga telah masuk dalam indeks LQ45. Lalu, apa perbedaan dari IDX30 dan LQ45? Saham indeks IDX30 memiliki likuiditas lebih tinggi dibandingkan LQ45. Selain itu, kapitalisasi pasarnya juga tinggi. Untuk masuk dalam indeks IDX30, saham-saham indeks LQ45 harus melalui seleksi yang ketat. Baik indeks LQ45 maupun IDX30 melalui proses penilaian BEI setiap enam bulan sekali.

4. Pilih Saham dengan Fundamental Keuangan yang Baik

Selain mengacu pada indeks LQ45 dan IDX30, cara main saham yang baik juga dianjurkan dengan menganalisa fundamental keuangan perusahaan. Ada baiknya kamu melakukan riset mandiri mengenai portofolio perusahaan yang akan kamu tanam modalnya. Kamu dapat mengecek laporan keuangan setiap perusahaan yang sahamnya terdaftar di BEI melalui situs BEI ini..

Baca Juga: Ini 5 Saham yang Bagus untuk Pemula: Blue Chip dan Sektornya

5. Lakukan Strategi Stop Loss

Investor pemula harus memahami strategi stop loss atau biasa disingkat SL, yaitu menjual saham di harga tertentu agar tidak menelan kerugian besar. Dalam berinvestasi, kamu harus siap menghadapi risiko rugi. Nah, kerugian bisa diminimalisir dengan SL yang levelnya ditetapkan di awal transaksi.

Misalnya, kamu membeli saham X senilai Rp300. Lalu, kamu menetapkan SL sebesar 5% di bawah harga saham atau sebesar Rp285. Nah, ketika harga saham X turun hingga SL level, saham akan dijual. Sehingga kamu hanya menelan kerugian 5%. Kamu dapat melakukan SL secara manual dan otomatis dengan bantuan software trading.

6. Beli Saham saat Harga Turun

Cara main saham dengan membeli saham saat harga turun kerap tidak dipahami investor pemula. Alasannya, pemula beranggapan saham yang harganya turun tidak lagi berharga untuk dimiliki. Padahal, saham merupakan investasi yang harganya fluktuatif. Harga saham naik dan turun dipengaruhi oleh banyak faktor. Jadi, saham yang tengah turun harganya, bisa mengalami kenaikan sewaktu-waktu.

Nah, bila kamu membeli saham saat harganya turun, kamu akan mendapatkan keuntungan ketika harganya mendadak mengalami kenaikan. Namun, tentu saja, kamu tidak bisa asal beli saham yang harganya turun. Perhatikan juga faktor-faktor lainnya, seperti kondisi perusahaan. Cara main saham yang baik membutuhkan kecermatan dan kesabaran, ya.

7. Diversifikasi Saham

Hindari menaruh semua telur di satu keranjang! Ini merupakan analogi untuk strategi diversifikasi saham. Dengan melakukan diversifikasi saham, kamu dapat meminimalisir risiko investasi. Pasalnya, diversifikasi saham merupakan pengalihan dana ke beberapa instrumen. Misalnya, kamu membeli saham di beberapa sektor, seperti perbankan dan customer goods. Jika saham yang kamu miliki di sektor perbankan mengalami penurunan harga, kamu dapat menutupi kerugian dengan keuntungan yang diperoleh dari saham customer goods.

Kenali Risiko Investasi sebelum Main Saham

Waspadai capital loss akibat penurunan harga saham.

Target berinvestasi saham jelas untuk mendapatkan cuan. Entah keuntungan kecil atau besar, tentu tidak ada investor yang menginginkan kerugian. Namun, kamu tetap harus realistis memahami bahwa setiap investasi, termasuk investasi saham, tidak terhindari dari risiko kerugian. Selain memahami cara main saham, investor pemula juga harus mengenali risiko investasi untuk mempersiapkan strategi dengan lebih baik. Berikut tiga risiko investasi saham yang harus kamu pahami:

1. Capital Loss

Keuntungan yang diterima dari sebuah investasi disebut capital gain, yaitu selisih dari harga beli dan harga jual. Dalam hal ini, harga jual lebih tinggi dibandingkan harga beli. Sebaliknya, capital loss terjadi ketika harga jual lebih rendah dibandingkan harga jual. Sehingga kamu tidak mendapatkan selisih nilai. Sebelum mulai bermain saham, siapkan mental kamu untuk mengalami capital loss.

2. Suspend

Kamu juga harus mempersiapkan mental ketika terjadi kondisi suspend. Risiko suspend adalah penghentian perdagangan saham suatu perusahaan atau emiten oleh bursa efek. Penyebab suspend beragam, salah satunya terjadi pergerakan harga saham yang tidak wajar atau perusahan mengalami masalah utang piutang berkepanjangan. Ketika saham suspend kamu tidak bisa melakukan transaksi saham.

3. Likuidasi

Risiko terakhir yang harus dipahami adalah likuidasi. Hal ini terjadi ketika perusahaan mengalami kebangkrutan atau dinyatakan pailit oleh pengadilan. Ketika likuidasi terjadi, kamu memiliki hak untuk mendapatkan pembagian aset perusahaan. Namun, jika perusahaan tidak menyisakan aset maka kamu harus bersiap menelan kerugian.

Reksadana, Cara Main Saham Mudah untuk Pemula

Untuk kamu yang baru belajar investasi saham, kamu dapat memulai dengan reksadana saham. Ini merupakan cara main saham yang mudah untuk pemula karena kamu tidak perlu repot mengawasi fluktuasi harga saham atau menyusun strategi. Kamu cukup menyerahkan dana investasi kepada manajer investasi. Dana investasi kamu akan dikelola dengan bantuan komite investasi yang bertugas mengarahkan dan mengawasi proses investasi.

Tertarik mulai investasi dengan reksadana? Temukan produk reksadana terbaik dan manajer investasi melalui fitur Konsultasi Gratis MoneyDuck saja! Dengan klik tombol Konsultasi Gratis di bawah ini, kamu akan terhubung langsung dengan pakar reksadana. Tunggu apa lagi?