Kebutuhan uang tunai untuk keperluan mendesak bisa kepada siapa saja dan kapan saja. Pernahkah kamu berada dalam situasi ini? Atau kamu sedang membutuhkan uang dan bingung harus melakukan apa? Mengambil jalan keluar dengan gadai ijazah untuk mendapatkan pinjaman bukan cara yang tepat, ya. Justru pilihan ini memiliki risiko tinggi untuk masa depan karier kamu.

Bayangkan, bila kamu tidak bisa melunasi pinjaman yang berakibat melayangnya ijazah pendidikan? Imbasnya, kamu tidak bisa melamar pekerjaan tanpa ijazah. Namun, apakah benar masih ada lembaga keuangan yang menerima gadai ijazah untuk mengajukan pinjaman uang? Apakah ijazah bisa digadaikan di Pegadaian? Artikel ini akan menjelaskan tindakan salah yang banyak diambil orang saat meminjam uang dan tips yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengajukan pinjaman tanpa gadai ijazah di Pegadaian.

Syarat Gadai Ijazah untuk Pinjaman Uang

Kamu mungkin pernah memikirkan opsi untuk pinjam uang dengan syarat gadai ijazah. Praktik ini memang sempat dilakukan oleh beberapa lembaga keuangan, bahkan masih ada yang menjalankan persyaratan ini. Gadai ijazah menjadi salah satu cara termudah untuk pinjam uang bila sang peminjam tidak memiliki dokumen-dokumen berharga lainnya. Misalnya, sertifikat kepemilikan kendaraan bermotor atau harta kekayaan seperti emas.

Namun, kamu tidak akan bisa mengajukan pinjaman uang dengan gadai ijazah di Bank BNI, misalnya. Karena praktik gadai ijazah di Bank BNI tidak diperkenankan. Bagi lembaga-lembaga keuangan yang masih menghalalkan pinjaman jaminan ijazah, ada beberapa ketentuan yang ditetapkan untuk proses pinjaman, yaitu,

1. Gadai Ijazah Hanya untuk Tahun Terbit Ijazah Tertentu

Tidak semua ijazah bisa digadaikan untuk meminjam uang. Kebanyakan lembaga keuangan menetapkan gadai ijazah hanya untuk ijazah yang diterbitkan kurang dari tiga tahun saat pengajuan. Alasannya, lembaga keuangan tidak mau mengambil risiko atas ijazah yang telah terbit terlalu lama.

2. Adanya Berkas Pendukung untuk Gadai Ijazah

Selain melampirkan ijazah asli untuk digadaikan, calon peminjam harus menyiapkan beberapa dokumen pelengkap lainnya. Beberapa lembaga keuangan menetapkan persyaratan fotokopi KTP, Akte Kelahiran, dan Kartu Keluarga. Ketiga dokumen pendukung diserahkan dalam format fotokopi, sementara ijazah yang digadaikan harus dokumen asli.

3. Melakukan Perjanjian Tertulis

Untuk melengkapi gadai ijazah, diadakan juga penandatanganan perjanjian tertulis antara peminjam dan penyandang dana. Perjanjian ditandatangani di atas materai untuk keabsahannya di mata hukum. Perjanjian ini sebagai langkah untuk menghindari konflik di masa depan, dan berisi mengenai rincian pinjaman serta tata cara pengembalian pinjaman.

Apakah Ijazah Bisa Digadaikan di Pegadaian?

Apakah Pegadaian termasuk lembaga keuangan yang menerima gadai ijazah? Tidak. Pegadaian selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan pembiayaan tidak menerima gadai ijazah. Begitu pula dengan bank-bank BUMN lainnya. Jadi, jangan terpikir untuk melakukan pinjaman jaminan ijazah melalui Pegadaian, ya. Ada cara-cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengajukan pinjaman dengan agunan di Pegadaian tanpa gadai ijazah.

Pegadaian siap melayani masyarakat terkait pembiayaan dengan tiga program yang dimiliki. Pertama, Kredit Cepat Aman (KCA) yang diperuntukkan bagi semua orang untuk keperluan konsumtif dan produktif. Tenor KCA empat bulan dan sistem bunganya per 15 hari. Selain itu, ada Kredit Angsuran Fidusia (Kreasi) berupa angsuran bulanan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pegadaian juga menawarkan Kredit Angsuran Sistem Gadai (Krasida) bagi UMKM dengan jaminan emas.

Baca Juga: Pinjaman 5 Menit Cair Melalui P2P Lending, Beneran Gak Sih?

Bukan Gadai Ijazah, Ini Barang yang Bisa Digadaikan di Pegadaian

Jaminan emas untuk mengajukan pinjaman uang.

Bila kamu tertarik mengajukan pinjaman ke Pegadaian melalui tiga program kredit di atas, jaminan apa yang harus kamu persiapkan? Ingat ya, gadai ijazah tidak bisa dilakukan di Pegadaian. Berikut adalah barang-barang yang bisa dijadikan jaminan untuk meminjam uang di Pegadaian:

1. Emas sebagai Jaminan Gadai

Seperti telah disinggung di atas, Krasida merupakan produk gadai di Pegadaian yang menggunakan emas sebagai jaminan. Kamu bisa menggadaikan emas dalam berbagai bentuk, baik emas batangan maupun emas perhiasan. Untuk proses gadai emas, kamu cukup membawa emas, surat keterangan emas, dan identitas diri.

2. Ganti Gadai Ijazah dengan BPKB Kendaraan

Memang bila dibandingkan dengan ijazah, menggadaikan kendaraan akan lebih sulit karena kamu harus menggunakan alat transportasi untuk aktivitas keseharian. Namun, untuk dana darurat, gadai BPKB kendaraan menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan pinjaman dari Pegadaian.

Ada poin yang harus kamu perhatikan ketika menggadaikan kendaraan bermotor, yaitu masa produksi minimal lima tahun terakhir dan merupakan merek yang telah beredar di pasaran, seperti Yamaha. Sementara gadai kendaraan mobil ditetapkan masa produksi minimal 10 tahun terakhir.

3. Gadai Sertifikat Berharga selain Ijazah

Pinjaman jaminan ijazah tidak diterima di Pegadaian, namun proses gadai bisa dilakukan dengan sertifikat berharga lainnya. Seperti sertifikat tanah dan rumah. Pegadaian akan menilai besaran pinjaman dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan lokasi tanah.

4. Barang Elektronik Diterima sebagai Jaminan Gadai

Daripada gadai ijazah untuk meminjam uang, lebih baik kamu menjaminkan barang elektronik. Pegadaian menerima barang elektronik seperti televisi, ponsel, laptop, komputer, kulkas, dan kamera. Tentu nilai gadai tergantung dari kondisi barang dan ketentuan Pegadaian. Misalnya, gadai televisi yang berlaku adalah televisi bertipe LCD. Masa produksi barang elektronik juga harus diperhatikan, yaitu minimal satu tahun terakhir.

Waspadai Penipuan Gadai Ijazah untuk Pinjaman Uang

Pelajari perjanjian pinjaman agar tidak tertipu.

Membutuhkan uang secara mendesak memang situasi yang tidak menyenangkan. Dalam kondisi ini, orang akan berusaha melakukan apapun untuk segera mendapatkan pinjaman uang. Gadai ijazah menjadi salah satu jalan keluar cepat yang dilakukan banyak orang, padahal cara ini salah. Pertimbangkan sekali lagi dengan masak bila kamu berencana melakukan pinjaman jaminan ijazah. Perhatikan tiga poin ini yang bisa menjadi pertimbangan kamu bila terpaksa gadai ijazah:

1. Ketahuilah Gadai Ijazah Tidak Aman

Pegadaian secara resmi tidak menerima gadai ijazah. Begitu pula bank-bank BUMN, dan beberapa bank swasta yang sudah tidak menyediakan layanan pinjaman jaminan ijazah. Nah, bila kamu masih menemui lembaga keuangan yang memperbolehkan gadai ijazah, waspadailah akan praktik penipuan. Modus penipuan pinjaman banyak dilakukan dengan menetapkan persyaratan yang mudah, termasuk gadai ijazah.

Pelajari dengan teliti profil lembaga tersebut. Apakah lembaga tersebut memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Apakah latar belakangnya bebas dari kasus penipuan atau kriminalitas lainnya? Tingkatkan juga radar kewaspadaan kamu bila pinjaman yang ditawarkan bernilai besar padahal jaminannya hanya gadai ijazah. Apakah praktik pinjaman tersebut masuk akal? Jangan sampai kamu menjadi korban penipuan yang harus membayar pengembalian dengan bunga besar.

2. Patuhi Prosedur Gadai agar Tidak Buntung

Dalam kondisi terjepit, kamu mungkin tidak bisa menghindar dari pinjaman dengan gadai ijazah. Bila kamu terpaksa menjalani cara gadai ijazah, pastikan untuk mematuhi prosedur yang telah disepakati bersama agar kamu tidak buntung. Kamu dan penyadang dana akan menandatangani kesepakatan pinjaman di atas materai mengenai besaran bunga, tenor pinjaman, dan denda keterlambatan.

Pastikan bunga pinjaman yang dibebankan tidak memberatkan proses pengembalian nantinya. Dan pastikan juga untuk membayar pengembalian pinjaman tepat waktu. Sehingga kamu tidak merugi karena harus membayar denda keterlambatan.

3. Bijak dalam Meminjam Uang

Agar tidak terjebak dalam penipuan gadai ijazah, sebaiknya kamu bijak dalam meminjam uang. Artinya, pastikan kamu meminjam uang untuk keperluan yang penting dan mendesak. Jangan tertarik meminjam untuk kebutuhan konsumtif karena kemudahan syarat gadai ijazah. Meminjam untuk kebutuhan konsumtif, seperti belanja atau berfoya-foya, hanya akan menghancurkan kondisi keuangan.

Selain kebutuhan mendesak seperti bayar uang sekolah atau berobat, sebaiknya kamu meminjam uang untuk kegiatan yang produktif. Misalnya, meminjam uang untuk modal usaha dan investasi. Kamu bisa memutar uang pinjaman menjadi keuntungan melalui usaha atau instrumen investasi yang kamu pilih.

Daripada Gadai Ijazah yang Tidak Aman, Lakukan Pinjaman dengan Cara Ini

Butuh uang pinjaman untuk keperluan sehari-hari, pendidikan, atau modal usaha? Hindari meminjam uang dengan cara yang salah seperti gadai ijazah melalui lembaga keuangan yang tidak berizin OJK. Untuk meminjam uang dengan bijak dan aman, kamu bisa mengajukan pinjaman ke lembaga-lembaga keuangan berizin, seperti Pegadaian, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA dan lainnya.

Tahukah kamu, lembaga keuangan berizin tersebut memiliki produk-produk pinjaman dengan syarat pinjaman yang mudah, baik dengan atau tanpa jaminan? Bank BCA menawarkan BCA Personal Loan yang merupakan Kredit Tanpa Agunan (KTA) bagi nasabah berpenghasilan tetap dengan limit pinjaman hingga Rp100.000.000. Bank BRI juga memfasilitasi pinjaman pendidikan untuk biaya kuliah hingga Rp250.000.000.

Tertarik melakukan pinjaman dengan aman melalui pihak bank? Untuk memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pakar keuangan di MoneyDuck. Klik tombol Konsultasi Gratis di bawah ini untuk terhubung dengan pakar keuangan pribadi.