Sistem cicilan atau kredit menjadi solusi terbaik dalam berbagai transaksi masa kini bagi masyarakat menengah ke bawah. Produk yang kerap dibeli secara kredit karena harganya yang sangat mahal adalah properti atau hunian dan mobil. Pembelian produk tersebut pasti akan mustahil jika tidak dilakukan dengan cicilan karena terbatasnya pemasukan dan banyaknya pengeluaran bulanan.

Tidak hanya untuk keperluan barang-barang konsumtif, sistem kredit atau cicilan juga digunakan untuk keperluan produktif para pengusaha, Kurangnya modal menjadi kendala besar bagi para pengusaha sehingga untuk melakukan kegiatan operasional atau menambah cabang biasanya mereka mengajukan pinjaman ke bank. Namun kenyataannya, tidak semua nasabah yang menjadi peminjam dapat mencicil pinjaman setiap bulan.

Masalah-masalah tersendatnya cicilan hingga ketidakmampuan mencicil bisa menyebabkan kredit macet. Masalah kredit macet bagi pihak bank sebagai pemberi kredit tentunya merugikan. Berbagai penyebab kredit macet dari nasabah sebagai peminjam antara lain ketidakmampuan manajemen finansial dan masalah tak terduga seperti PHK. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Bahkan, kredit macet juga bisa disebabkan oleh pihak bank yang kurang teliti dalam analisis kredit dan penilaian nasabah.

Jenis-Jenis Kredit Berdasarkan Kelancaran Pembayaran

Secara umum, ada 4 jenis kredit berdasarkan kelancaran pembayaran oleh nasabah. Penjelasan secara mendalam sebagai berikut.

Kredit Lancar

Kredit yang tergolong lancar adalah cicilan pinjaman tanpa tunggakan pinjaman pokok dan bunga pinjaman atau tunggakan yang belum melampaui masa angsuran berikutnya. Kredit tergolong lancar juga karena tidak adanya overdraft sebagai akibat penarikan yang berlebihan. Selain itu, kredit yang lancar berarti tidak ada tunggakan bunga setelah satu tahun berlalu pembayaran bunga.

Kredit Kurang Lancar

Kredit kurang lancar adalah tunggakan pinjaman pokok yang telah melebihi satu masa angsuran, tetapi belum melebihi dua masa angsuran. Kredit yang tergolong kurang lancar pada saat adanya tunggakan pembayaran bunga hingga 2 bulan, tetapi belum lebih dari 3 bulan. Jika overdraft akibat penarikan sudah melampaui 3 bulan maka kredit tersebut tergolong tidak lancar bukan kurang lancar.

Kredit Diragukan

Kredit diragukan adalah pinjaman yang masih dapat dilanjutkan dengan jaminan yang bernilai setidaknya 75% dari harga utang. Kredit tergolong diragukan jika pinjaman tidak bisa diselamatkan karena nasabah tidak dapat membayar angsuran pokok beserta bunga, tetapi masih ada jaminan yang harganya sekitar 100% dengan utang nasabah.

Kredit Macet

Kredit macet adalah jenis kredit yang paling parah atau golong kredit macet tertinggi. Ciri-ciri kredit macet adalah kredit yang diragukan setelah 18 bulan sejak tidak ada pelunasan dari nasabah dan tidak adanya jaminan.

Cara Penanganan Kredit Macet oleh Bank

Apabila sudah terjadi kredit macet, apa yang dilakukan oleh bank? Ada beberapa cara atau prosedur yang dilakukan oleh bank untuk menangani masalah kredit. Secara umum, hal yang dilakukan oleh bank adalah mencari informasi tentang nasabah dan riwayat kreditnya, menganalisis masalah yang terjadi, kemudian melakukan tindakan yang paling tepat. Pembahasan secara lebih lanjut dilakukan sebagai berikut.

Pencarian Informasi

Pihak bank pasti mencari informasi yang menjadi landasan untuk penanganan kredit macet. Hal-hal yang berhubungan dengan pencarian informasi sebagai berikut.

Hubungan yang terjadi antara bank dan nasabah

Pihak bank akan mencari informasi tentang hubungan antara nasabah dan bank pada masa yang telah berlalu. Nasabah biasanya diajak untuk bekerja sama dengan menyelesaikan atau melunasi kredit macet.

Potensi Manajemen Keuangan Nasabah

Pihak bank mempelajari potensi nasabah dalam mengelola keuangannya pada masa yang akan datang dengan melihat pekerjaan (kondisi kantor dan gajinya) atau perkembangan usaha yang dimiliki.

Laporan Keuangan Bisnis Nasabah

Bank mempelajari laporan keuangan usaha/bisnis nasabah untuk menganalisis penyebab kredit macet sehingga bank mungkin bisa memberikan solusi.

Kelebihan dan Kekurangan Bank dari Segi Hukum

Pihak bank juga akan mempelajari kekuatan bank dari sisi hukum sehingga bank mungkin melakukan tindakan hukum jika nasabah yang bermasalah mungkin melakukan kesengajaan penunggakan yang tergolong kriminal.

Kelebihan Nasabah dari Segi Hukum

Pihak bank mungkin mempelajari kekuatan nasabah dari segi hukum sehingga bank tidak berada di dalam posisi yang sulit.

Posisi Kreditur Lain dalam Riwayat Pinjaman Nasabah

Bank harus mempelajari adanya kreditur lain yang berhubungan dengan aset atau modal usaha sehingga penjualan aset untuk melunasi cicilan kredit bisa dilakukan oleh bank. Informasi tentang riwayat pinjaman nasabah bisa didapatkan dari instansi lain yang berkaitan atau pernah berkaitan dengan nasabah.

Analisis Masalah yang Dialami Nasabah

Setelah pencarian informasi lengkap maka penyebab kredit macet dan permasalahan pokok yang dialami oleh nasabah sudah diketahui. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh pihak bank adalah mempertimbangkan masalah kredit bisa diselesaikan dengan cara damai tanpa jalur hukum atau tidak agar hubungan baik dengan nasabah tidak tercemar.

Jika setelah pencarian informasi ternyata nasabah secara sengaja bermain curang dan tidak kooperatif terhadap bank maka bank akan membawa kasus kredit macet ke meja hijau agar keadilan bisa ditegakkan. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh bank untuk menentukan kemampuan nasabah untuk melanjutkan kredit antara lain kondisi usaha milik nasabah atau pekerjaan nasabah, kesulitan atau kemudahan manajemen keuangan, cara atau strategi nasabah dalam penyelesaian kredit macet.

Tindakan Penanganan Kredit Macet

Setelah analisis kemampuan dan riwayat kredit nasabah maka bank sudah siap untuk menangani masalah kredit macet. Tindakan ini sering juga dinamakan game plan, yaitu rencana untuk menyelesaikan masalah kredit macet. Ada dua jenis tindakan yang umum dilakukan, yaitu secara damai tanpa melalui jalur hukum/pengadilan (nonlitigasi) dan penyelesaian melalui jalur hukum/pengadilan.

Tindakan Nonlitigasi

Nonlitigasi sering disebut juga workout yang artinya penyelesaian secara damai dengan komunikasi agar hubungan antara bank dan nasabah bisa terus terjalin dan aktivitas usaha nasabah berjalan lancar. Tindakan ini terdiri dari cara, yaitu rescheduling (pengaturan jadwal kembali), reconditioning (penyesuaian kondisi), dan restructuring (restrukturisasi kredit.

Tindakan Litigasi

Setelah dipertimbangkan secara matang oleh pihak bank ternyata masalah kredit macet harus dibawa ke pengadilan maka tindakan litigasi ini dilakukan dengan beberapa jalur sebagai berikut.

Melalui Pengadilan Negeri

Hal ini dilakukan berdasarkan Pasal 1131 KUHPerdata, yaitu seluruh harta nasabah akan menjadi jaminan utang untuk bank.

Melalui Pengadilan Niaga

Nasabah yang mengajukan kepailitan atau kebangkrutan dalam usahanya harus dibawa ke pengadilan niaga.

Melalui Kepolisian

Hal ini dilakukan jika bank menemukan data fiktif saat mencari informasi dari nasabah atau nasabah melakukan penipuan/rekayasa data.

Penjelasan tentang penanganan masalah kredit macet yang dilakukan oleh nasabah tersebut diharapkan bisa membuat para pembaca paham. Pertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman dan menggunakan kartu kredit agar tidak terjadi kredit macet sehingga berurusan dengan pengadilan. Sesuaikan kondisi keuangan dengan gaya hidup karena kredit adalah utang yang harus dilunasi.