Asuransi tenaga kerja proyek adalah satu jenis saja dari sekian banyaknya jenis asuransi. Asuransi tenaga kerja saja ada banyak jenisnya, yang mana salah satunya adalah asuransi tenaga kerja konstruksi. Asuransi yang satu ini diperuntukkan pekerja konstruksi yang dalam melakukan tugasnya akan banyak dihadapkan dengan risiko.

Risiko bekerja di bidang konstruksi ada banyak jenisnya, mulai dari risiko ringan hingga risiko berat yang bisa mengakibatkan kehilangan nyawa. Karenanya, ditawarkan lah sebuah asuransi yang diperuntukkan khusus untuk pekerja di bidang konstruksi atau yang bisa disebut dengan asuransi tenaga kerja proyek.

Ternyata pendaftaran asuransi ini menuai pro dan kontra. Jika Anda lebih memilih untuk pro dengan asuransi ini, maka ada hal-hal yang perlu disiapkan dalam mendaftarkan diri pada asuransi ini.

Pro Dan Kontra Mendaftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek

Berikut ini akan dibahas apa saja pendapat pro dan kontra tentang asuransi tenaga kerja proyek. Sebab ternyata tidak semua orang yang bekerja di bidang konstruksi menilai asuransi ini cukup penting untuk tidak dimiliki. Ada yang sangat setuju, dan juga ada yang tidak.

Mengetahuinya membuat Anda bisa memutuskan untuk akhirnya mendaftarkan diri di asuransi ini atau tidak.

Pendapat Yang Pro Tentang Mendaftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek

Sebagai pembuka, mari kita ketahui dulu apa saja pendapat pro tentang pendaftaran asuransi ini.

Dengan Asuransi Ini, Pekerja Bisa Jadi Lebih Aman dan Nyaman Pekerja bisa lebih fokus dengan pekerjaannya jika sudah memiliki asuransi tenaga kerja proyek. Keselamatan kerja memang tetap diutamakan, namun tidak lagi harus selalu was-was karena sudah ada back up annya. Alhasil para pekerja di bidang konstruksi bisa bekerja dengan lebih aman dan nyaman.

Premi Bulanan Lebih Ringan Premi yang dikehendaki penyedia asuransi terhadap anggotanya sebenarnya berkisar antara 5 sampai 6 persen dari upah pekerja. Namun sekitar 3 sampai 4 persen akan ditanggung oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Sedangkan Anda sebagai pekerja hanya akan dipotong sekitar 2% saja upah setiap bulannya.

Mengetahui hanya nominal rupiah kecil saja yang akan terbuang, sangat valuable dengan manfaat yang diberikan. Akan ada tanggungan besar yang diberikan asuransi jika terjadi kecelakaan kerja atau risiko kerja yang menjadi nyata.

Usaha Konkrit Tetap Selamat Atas Risiko Kecelakaan Bidang Konstruksi Pendapat pro lainnya adalah pendapat bahwa asuransi inilah satu-satunya yang bisa memastikan pekerja proyek tetap selamat. Kecelakaan atau risiko kerja tetap ada kemungkinannya, karenanya daripada bekerja dengan penuh rasa was-was, andalkan saja asuransi tenaga kerja proyek sebagai back-up saat ada kecelakaan kerja.

Ada Jaminan Ketika Harus di PHK Oleh Perusahaan Perlu Anda ketahui bahwa yang namanya asuransi tenaga kerja proyek tak melulu memberikan bantuan terhadap risiko pekerjaan yang menyangkut keselamatan di proyek. Ternyata asuransi ini akan sangat membantu jika ada pekerja yang terkena PHK. Ada nominal uang yang bisa diklaim ketika benar seorang pekerja dengan asuransi tenaga kerja ini telah di PHK oleh perusahaannya.

Pasti akan sangat bermanfaat daripada tidak memiliki asuransi, terlebih urunan per bulannya cukup ringan, yaitu sekitar 2%-an saja.

Pendapat Yang Kontra Mendaftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwasannya tidak semua orang yang bekerja di bidang konstruksi akan mendaftarkan dirinya pada asuransi ini. Ada yang menganggap asuransi ini kurang penting. Adapun beberapa pendapat mereka akan disuguhkan dalam daftar berikut.

Seharusnya Perusahaan lah yang Membayar 100% Tagihan Asuransi Ini Ada pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya pekerja tak perlu repot-repot memikirkan keselamatan mereka karena seharusnya mereka adalah tanggung jawab perusahaan. Karena sudah berpendapat demikian, mereka menilai tidak lagi dibutuhkan sebuah asuransi yang memastikan keselamatan mereka.

Boleh saja memiliki pendapat ini, sebab setiap pekerja memang memiliki pendapat masing-masing terkait keselamatan kerja mereka, terutama untuk pekerja yang bekerja di bidang konstruksi. Namun yang pasti, keselamatan kerja adalah segala sesuatu yang seharusnya dipastikan oleh pekerja sendiri sekaligus dipastikan oleh perusahaan.

Harus Ada Pemotongan Upah Karena Bayar Tagihan Bulanan Ada pendapat yang kontra dengan asuransi tenaga kerja proyek karena ada upah yang harus dipotong. Persentasenya memang kecil, yaitu sekitar 2% saja dari keseluruhan upah per bulan, namun tetap ada yang menilai akan sayang setiap bulannya hasil keringat dipotong dengan persentase ini hanya untuk sebuah asuransi keselamatan.

Ada kaitannya dengan pendapat nomor satu tadi, seharusnya perusahaan lah yang memastikan keselamatan kerja pekerjanya di bidang konstruksi, sehingga pekerja tak perlu membayar urunan sekian persennya untuk sebuah asuransi.

Seharusnya Perusahaan Bisa Memastikan Keamanan dan Keselamatan Pekerja Hal ini masih ada hubungannya dengan pendapat sebelum-sebelumnya. Tanpa perlu bekerja sama dengan asuransi secara mandiri, seharusnya perusahaan bisa memastikan keselamatan kerja, untuk bagian apapun di proyek yang sedang berjalan. Karena sudah memiliki pendapat ini, eksistensi asuransi pun menjadi sesuatu yang kurang dibutuhkan.

Bagaimana Cara yang Efektif Untuk Mendaftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek

Mungkin Anda lebih cenderung terhadap pendapat pro tentang asuransi tenaga kerja proyek. Justru bagus, itu artinya Anda sudah menyadari betapa pentingnya asuransi ini untuk kelangsungan keselamatan Anda selama bekerja di bidang konstruksi yang penuh akan risiko.

Kalau begitu, ketahui saja apa yang harus dipersiapkan sebelum mendaftar atau memiliki.

Menyiapkan Segala Persyaratannya

Anda harus tahu apa saja persyaratan supaya semua dokumen sudah bisa disiapkan dan asuransi bisa cepat jadi. Adapun beberapa persyaratannya adalah pas foto karyawan sebanyak 1 lembar dengan ukuran 2x3, salinan Kartu Keluarga, dan salinan Kartu Tanda Penduduk.

Sisanya adalah dokumen-dokumen yang dimiliki perusahaan. Adapun beberapa dokumen tersebut antara lain salinan Akta Perdagangan Perusahaan dan yang asli, salinan npwp Perusahaan dan yang asli, serta salinan SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan dan versi aslinya.

Menanyakan Pada Atasan Terkait Kepengurusannya

Pada dasarnya, perusahaan lah yang akan mendaftarkan pekerja-pekerjanya untuk bisa memiliki asuransi tenaga kerja proyek. Namun meski begitu, jika benar Anda belum memiliki asuransi ini padahal Anda bekerja di bidang konstruksi, coba tanyakan pada atasan bagaimana kepengurusannya.

Apakah saat itu sedang dalam proses diurus, belum, atau justru ternyata pekerja lah yang membantu perusahaan untuk bisa dapat asuransi ini. Apalagi ada beberapa dokumen yang memang perusahaan saja yang punya, semakin betul saja bahwa seharusnya asuransi ini diurus oleh perusahaan, bukan pekerjanya.

Memastikan Berapa Upah yang Dipotong Per Bulannya Untuk Asuransi

Sebelumnya telah sedikit dijelaskan bahwa persentase yang akan dipotong upah per bulannya untuk urunan asuransi ini adalah sekitar 2%. Karenanya, sebaiknya hitung berapa rupiah yang akan dipotong. Jika upah bulanan Anda adalah 2 juta rupiah, maka untuk membayar iuran asuransi ini hanya membutuhkan 40 ribuan rupiah saja.

Dengan mengetahui berapa iuran perbulannya, besok saat gajian Anda tidak perlu terkejut atau bertanya-tanya kemana sisa upah yang seharusnya Anda terima.

Meriset Layanan Perusahaan Asuransi yang Dipakai

Anda boleh bertanya-tanya pada atasan tentang asuransi tenaga kerja apa yang akan diberikan pada pekerja. Sebab sekarang ini ada cukup banyak perusahaan penyedia asuransi tenaga kerja. Ada yang dari pemerintah juga ada yang dari perusahaan swasta.

Setelah mengetahui perusahaan apa itu, pastikan Anda mengetahui apa saja value nya untuk Anda sebagai pekerja. Berapa yang bisa diklaim, apa saja yang diberikan, apa saja yang dijamin, dan lain sebagainya.

Tanyakan Hal-Hal Berikut Ini Pada Diri Anda Sebelum Memutuskan Mendaftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek

Mungkin Anda masih saja bingung untuk akhirnya memutuskan membuat asuransi ini atau tidak. Jika benar demikian, maka akan lebih mudah dalam membuat keputusan dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

  • Apakah Anda yakin semua yang akan Anda lakukan dalam pekerjaan nanti sifatnya aman semua untuk diri sendiri?
  • Apakah keselamatan kerja di pekerjaan Anda bisa terjamin?
  • Siapa yang akan menjamin keselamatan Anda sebagai pekerja di bidang konstruksi?
  • Apakah Anda siap berhadapan dengan berbagai risiko yang ternyata benar terjadi dan tidak ada yang menanggungnya?
  • Apakah Anda sudah memiliki tabungan cukup untuk memastikan Anda terus baik-baik saja meski bekerja di bidang konstruksi?
  • Apakah Anda siap harus keluar uang kapan saja untuk berobat karena Anda tak punya asuransi tenaga kerja proyek?
  • Apakah Anda siap harus mengeluarkan uang berapapun untuk membiayai pengobatan Anda jika terjadi kecelakaan kerja?
  • Apakah ada keluarga yang siap membantu Anda jika terjadi kecelakaan kerja yang membutuhkan pengobatan di rumah sakit?
  • Apakah risiko di pekerjaan Anda terlalu kecil sehingga asuransi tenaga kerja ini bisa diabaikan?
  • Apakah value mendaftarkan diri memiliki asuransi tenaga kerja konstruksi tidak sebanding dengan manfaatnya?
  • Apakah besaran premi bulanan untuk asuransi ini tidak memberatkan Anda?

Sudah Siap Untuk Daftar Asuransi Tenaga Kerja Proyek?

Berdasarkan banyak pertimbangan yang telah disuguhkan di atas, apakah kini Anda sudah mampu membuat keputusan untuk mendaftarkan diri atau tidak? Sebelumnya perlu Anda ketahui dulu, bahwa terkadang perusahaan yang memberikan proyek memiliki peraturan bahwa semua tenaga kerjanya harus punya asuransi, yaitu asuransi tenaga kerja proyek. Jadi, mau tidak mau, dengan pertimbangan apapun, Anda akan memilikinya.

Namun jika tidak ada peraturan ini, pertimbangkan segera apakah Anda membutuhkannya atau tidak. Kemungkinan besar Anda akan membutuhkannya, mengingat betapa valuable nya asuransi ini diberikan pada pekerja konstruksi yang memiliki banyak risiko kecelakaan kerja.

Terlebih, yang namanya asuransi tenaga kerja konstruksi ini tidak hanya memberikan back up saja ketika ada kecelakaan kerja yang membutuhkan biaya. Asuransi ini juga siap diklaim ketika Anda di PHK, meninggal dunia, hingga ketika ada pekerja yang berkeinginan untuk membeli rumah. Jelas akan sangat membantu di kedepannya dan untuk berbagai urusan di luar pekerjaan. Pastikan Anda sudah menyiapkan syarat-syaratnya dan apa saja yang harus disiapkan yang telah disebutkan di atas.