Saat ini investasi saham memang dikenal dengan return yang tinggi. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang tergiur untuk terjun ke investasi saham. Akan tetapi investasi saham juga memiliki resiko yang tinggi juga banyak juga orang yang ragu untuk mulai investasi. Jika Anda termasuk orang yang takut untuk memulai berinvestasi saham, Anda tak perlu khawatir. Karena tak jarang seseorang memiliki pola pikir bahwa berinvestasi saham adalah jalan pintas mencapai kekayaan, sehingga walaupun tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup, mereka berani mempertaruhkan uangnya di pasar saham. Hal ini disebut tidankan spekulasi.

Tindakan spekulasi inilah yang kerap kali menghasilkan kerugian yang besar. Sebetulnya ketika Anda memulai meletakkan uang Anda di saham pun, Anda perlu mengetahui cara transaksi yang cocok untuk Anda. Hal pertama yang perlu diperhatikan investor sebelum memulai melangkah untuk berinvestasi pada saham adalah mengenali dirinya sendiri. Setelah Anda cukup baik mengenali diri Anda, maka inilah langkah-langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan dalam memulai investasi saham.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, simak sebagai berikut:

Ketahui Profil Resiko Anda

Sebelum Anda memutuskan untuk mulai masuk di investasi saham, ketahui terlebih dahulu profil risiko Anda. Jika Anda termasuk orang yang nekat dalam investasi atau hati-hati. Karena itu, jumlah saham di bursa efek itu ada banyak. Nah, biar tepat dalam memilih, Anda harus tahu dulu karaktermu seperti apa. Kalau Anda termasuk orang yang nekat, Anda bisa memilih berinvestasi di saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar atau yang biasa disebut market cap menengah atau kecil. Sebaliknya,jika Anda tipe yang hati-hati, Anda bisa memilih investasi saham BUMN dan saham-saham blue chip. Karena saham-saham ini pergerakannya lebih stabil dan sangat likuid, sehingga risikonya pun bisa menjadi lebih kecil.

Tentukan Tujuan Investasi Anda

Setelah Anda mengetahui profil risikomu, kemudian pikirkan juga apa tujuan Anda dalam berinvestasi saham. Apakah untuk jangka panjang, menengah, atau pendek. Sebaiknya investasi saham dilakukan setidaknya untuk jangka menengah. Soalnya kalau jangka pendek, kamu bakal rugi bAndar lantaran mesti bayar fee broker juga. Alhasil, untung juga tidak seberapa, modal malah kepotong oleh biaya broker. Jangka pendek yang dimaksud di sini adalah trading saham harian. Lagipula, Anda taka mungkin memantau layar bursa saham seharian.

Waktu Yang Tepat Untuk Beli Dan Jual

Menurut hasil analisa yang dilakukan selama kurun waktu 10 tahun terakhir, waktu yang tepat untuk menjual saham adalah di bulan Mei dan untuk mmebeli di bulan September atau Oktober. Karena pada bulan Mei banyak orang yang menjual saham karena musim liburan. Hal itu membuat harga saham turun. Nah, karena Anda tahu siklusnya, kamu bisa menjual sahammu sebelum harga saham turun alias “mendahului start” sebelum yang lain menjual sahamnya. Sedangkan pada bulan September atau Oktober, harga saham umumnya naik. Jadi kamu bisa membeli saham sebelum waktu itu atau saat harga saham masih rendah. Dengan begitu, kamu jadi tahu kan kapan waktu yang tepat membeli saham. Perhatikan bulan – bulan tersebut.

Jumlah Dana Yang Akan Dinvestasikan

Setelah mengetahui waktu yang tepat untuk investasi, jangan keburu dulu membeli saham dengan jumlah besar. Apalagi jika Anda adalah investor pemula yang masih awam dengan instrument invesatsai saham ini. Anda tentu tidak mau mengalami kebangkrutan. Memulai invesatasi saham bisa dengan dimulai dari 100 ribu rupiah. Untuk membuka rekening awal investasi saham. Cukup murah karena Indonesia sudah mengkampanyekan Yuk Nabung Saham bagi masyarakat Indonesia.

Terus Belajar Ilmu Pengetahuan Tentang Investasi Saham

Salah satu syarat mutlak sebelum memilih dan membeli sebuah instrumen investasi adalah mempelajari serinci-rincinya, termasuk saham. Anda membeli saham, artinya Anda membeli sebagian kecil dari kepemilikan sebuah perusahaan. Anda bisa memilih berbagai saham dari ratusan perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi sebagai pasar saham. BEI merupakan pasar modal, sehingga fungsinya adalah mempertemukan pihak yang membutuhkan modal atau juga disebut emiten, dengan pihak yang dapat memberikan modal atau investor. Setiap investor perlu mempelajari cara yang tepat dalam berinvestasi saham, pengelolaan portofolio, manajemen risiko bahkan perlu mempelajari berbagai siklus pasar yang sering terjadi di bursa saham.

Memang Anda tidak perlu belajar secara akademis untuk bisa menguasai saham, namun jika Anda memiliki basis pengetahuan akuntansi tentunya akan mempermudah Anda menilai keuangan sebuah perusahaan. Hal penting lainnya yang tidak bisa diabaikan adalah melakukan riset mengenai kondisi ekonomi makro, terutama kebijakan moneter dan fiskal yang dikeluarkan pemerintah. Investor juga dapat mengikuti agenda perekonomian dunia.

Itulah tadi ulasan dan penjelasan tentang cara investasi saham. Semoga bermanfaat.