Masalah keuangan kerap dialami mahasiswa. Terutama, mahasiswa rantau yang tinggal jauh dari keluarga atau mahasiswa yang harus membiayai kuliah dengan penghasilannya sendiri. Kebutuhan dana darurat mengusik ketika kiriman uang dari orangtua telat atau penghasilan yang diterima tidak mencukupi untuk membayar biaya kuliah semester, biaya kost bulanan, hingga kebutuhan perkuliahan lainnya. Dalam kondisi ini, mendapatkan pinjaman online untuk mahasiswa menjadi solusi yang sering dicari.

Adakah pinjaman online untuk mahasiswa yang cepat cair, tanpa jaminan, dan tetap aman? Pertumbuhan fintech di Indonesia kini menawarkan banyak pilihan pinjaman online untuk mahasiswa dengan persyaratan dan proses pengajuan yang mudah dan praktis. Bila kamu tengah mencari pinjaman online untuk mahasiswa, simak beberapa pilihan fintech legal dalam artikel ini. Pahami juga faktor-faktor yang harus kamu pertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman online agar tidak terjerat praktik penipuan.

Apakah Pinjaman Online untuk Mahasiswa Merupakan Produk Legal?

Bantuan dana darurat untuk mahasiswa menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan mencanangkan program Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI) pada tahun 1980-an. Mahasiswa dapat meminjam dana KMI melalui bank-bank yang telah bekerja sama. Untuk proses pengajuannya, mahasiswa harus menjaminkan ijazah. Namun, praktik KMI sering disalahgunakan oleh mahasiswa yang tidak melunasi pinjamannya. Sehingga program KMI tidak dilanjutkan.

Ironisnya, persoalan keuangan yang menjerat mahasiswa terus menjadi permasalahan yang tidak terelakkan. Itu sebabnya, berkembang produk-produk pinjaman online untuk mahasiswa melalui industri jasa keuangan berbasis teknologi, atau yang akrab disebut fintech. Pertanyaannya, apakah pinjaman dana dari fintech peer-to-peer lending (P2P lending) merupakan produk legal seperti KMI? Jawabannya, iya. Asal, P2P lending tersebut telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karenanya, peminjam harus melakukan riset P2P lending pilihannya terlebih dahulu. Ketahuilah ada banyak praktik P2P lending bodong yang menipu konsumennya. OJK selaku lembaga yang mengawasi dan mengatur kegiatan jasa keuangan di Indonesia aktif menyelidiki praktik P2P lending bodong. Jadi, pastikan kamu meminjam uang online pada P2P lending yang telah berizin dan terdaftar di OJK untuk jaminan keamanan transaksi pinjaman. Kamu bisa mengecek status P2P lending berizin OJK di sini.

Kenali Pinjaman Online untuk Mahasiswa Ilegal

Pinjam uang mudah secara online, tapi waspadai praktik ilegal.

Kampanye untuk berhati-hati dengan praktik penipuan P2P lending terus disuarakan OJK mengingat masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan. Tidak terkecuali mahasiswa yang terdesak harus meminjam uang secara online untuk kebutuhan perkuliahan dan keseharian. Melalui laman media sosial, OJK menghimbau calon peminjam untuk mengecek keaslian surat izin praktik P2P lending. Hal ini untuk mencegah pemalsuan surat izin. Nah, berikut tiga langkah untuk mengeceknya:

  1. Surat Izin OJK yang asli dilengkapi QR Code yang dapat dipindai dan terhubung dengan situs Sipena OJK.
  2. Surat Izin OJK yang tidak bisa dipindai atau informasi yang ditampilkan berbeda dengan yang ada di QR, maka surat izin tersebut palsu.
  3. Hubungi kontak OJK 157 untuk cek langsung keaslian surat. Atau melalui WhatsApp 081 157 157 157 atau email konsumen@ojk.go.id.

Selain mengecek surat izin praktik P2P lending, agar terhindar dari pinjaman online untuk mahasiswa ilegal, ada beberapa ciri pinjaman online bodong yang bisa dikenali. Pertama, dengan maraknya pinjaman online dan kebutuhan dana mendesak mendorong pelaku penipuan untuk mendekati calon peminjam secara agresif melalui penawaran spam SMS. Kedua, waspadai bila bunga yang ditetapkan terlalu tinggi, misalnya 1-4% per hari. Padahal, suku bunga P2P lending memiliki batas maksimal 0.8% per hari.

Pinjaman untuk mahasiswa ilegal juga kerap menetapkan tenor pinjaman yang terlalu singkat dan proses penagihan dilakukan secara intimidasi. Biasanya, peminjam akan meminta kontak dan foto peminjam untuk dijadikan alat teror penagihan. Waspadai juga bila P2P lending tersebut tidak memiliki identitas kantor dan layanan pengaduan yang jelas. Bagaimana bila kamu sudah terlanjur terjebak dalam pinjaman online ilegal? OJK menyarankan lima langkah berikut ini melalui akun Instagramnya:

  1. Segera lunasi.
  2. Laporkan ke Satgas Waspada Investasi dan Kepolisian.
  3. Jika tidak sanggup membayar, ajukan keringanan seperti pengurangan bunga, perpanjangan waktu, dan lain-lain.
  4. Jangan mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama.
  5. Jika mendapat penagihan tidak beretika (teror, intimidasi, pelecehan) segera blokir semua nomor kontak yang mengirim teror, beritahu seluruh kontak di ponsel jika mendapat pesan pinjol ilegal agar diabaikan, lapor ke Polisi, dan lampirkan laporan Polisi ke kontak penagih yang masih muncul.

Baca Juga: Pinjaman 5 Menit Cair Melalui P2P Lending, Beneran Gak Sih?

Ini Pilihan Pinjaman Online untuk Mahasiswa

Mahasiswa kerap meminjam online karena terdesak untuk membayar kebutuhan kuliah.

Meski kamu tengah dalam situasi keuangan mendesak untuk membayar uang semester atau biaya sewa tempat tinggal bulanan, ajukan pinjaman online dengan bijak ya. Hindari kemungkinan kamu menjadi korban penipuan karena meminjam uang dari P2P lending ilegal. Agar kamu tidak salah meminjam uang, berikut beberapa pilihan pinjaman online untuk mahasiswa legal yang telah berizin OJK:

1. Kredit Pintar

Kredit Pintar memberikan kemudahan dan kecepatan pinjaman secara online. Kamu bisa meminjam dana hingga limit Rp8.000.000 tanpa jaminan. Kredit Pintar mengklaim proses pengajuan pinjaman berlangsung cepat hanya dalam waktu 5 menit maka dana akan cair. Pilihan yang menarik untuk mahasiswa yang butuh dana cepat, kan? Terlebih, selain tanpa jaminan, syarat pengajuannya juga tidak membutuhkan slip gaji. Berikut persyaratan pengajuannya:

  • Warga negara Indonesia (WNI);
  • Berusia 18-55 tahun;
  • Memiliki KTP aktif;
  • Memiliki rekening pribadi;
  • Berdomisili di Indonesia.

Untuk mempermudah pinjaman, Kredit Pintar memberikan varian tenor yang cukup bersahabat. Yaitu, cicilan pembayaran selama 30 hari, tiga, enam, dan 12 bulan. Kredit Pintar juga menawarkan beberapa keuntungan berupa diskon cicilan, voucher, dan pulsa dengan ketentuan yang berlaku. Bila kamu tertarik meminjam melalui Kredit Pintar, kamu harus mengunduh aplikasi Kredit Pintar di Google Play Store. Lalu, lakukan registrasi menggunakan KTP dan rekening bank, isi data diri, dan ajukan pinjaman.

2. CICIL

Butuh pinjaman online untuk biaya kuliah? Tak perlu khawatir. CICIL merupakan P2P lending khusus yang memberikan pinjaman pendidikan bagi mahasiswa. Menariknya, pinjaman yang ditawarkan tidak hanya untuk biaya cicilan uang kuliah, tetapi juga untuk cicilan barang yang diperlukan untuk aktivitas belajar dan berorganisasi, serta cicilan kursus pelatihan.

Mahasiswa dapat meminjam dana hingga 80% dari biaya kuliah, dengan membayar uang muka 20%, dan bunga 1-1.5% per bulan. Untuk dana pinjaman kuliah semester bisa diajukan dengan tenor satu hingga enam bulan. Sementara, pinjaman uang pangkal bisa dicicil hingga 36 bulan. Tenor pinjaman online untuk mahasiswa membeli perlengkapan kuliah seperti laptop ditetapkan hingga 24 bulan.

Dengan proses yang cepat kurun dua hingga tiga hari kerja dan telah berizin OJK, pinjaman mahasiswa melalui CICIL telah digunakan di kurang lebih 268 universitas swasta dan negeri di seluruh Indonesia. Untuk pengajuan pinjaman mahasiswa, kamu cukup mendaftarkan diri di laman CICIL menggunakan alamat email dan nomor ponsel. Setelah melengkapi profil, kamu bisa mengajukan pinjaman mahasiswa. Untuk metode pembayaran, kamu bisa transfer bank atau melalui gerai Alfamart.

3. Danacita

Pinjaman online untuk mahasiswa juga ditawarkan Danacita. P2P lending ini menawarkan pinjaman mahasiswa dengan batas maksimal seluruh biaya pendidikan untuk level perguruan tinggi dan lembaga kursus. Tentu saja, pinjaman akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan mahasiswa. Sistem pinjaman mahasiswa yang diusung Danacita adalah pihak Danacita akan membayarkan terlebih dahulu biaya pendidikan peminjam ke perguruan tinggi atau lembaga kursus yang telah terdaftar sebagai mitra.

Setelah itu, peminjam akan mencicil dana pinjamannya sesuai tenor yang dipilih, yaitu antara enam hingga 12 bulan untuk mahasiswa aktif, atau 24 bulan untuk mahasiswa baru. Proses pinjaman online untuk mahasiswa melalui Danacita ini tidak memerlukan jaminan atau uang muka, namun ada biaya administrasi Rp100.000 dan 3% dari total pinjaman. Danacita akan memproses pinjaman selama satu hingga dua hari setelah pengajuan.

Pengajuan dilakukan di website Danacita. Lalu, apa saja persyaratan mengajukan pinjaman untuk mahasiswa melalui Danacita? Berikut persyaratannya:

  • E-KTP mahasiswa dan wali (wali dibutuhkan bila mahasiswa belum berusia 21 tahun);
  • Foto selfie mahasiswa dan wali;
  • Bukti tagihan dari lembaga pendidikan;
  • Bukti penghasilan wali (slip gaji atau rekening koran satu bulan terakhir).

4. DANAdidik

Pinjaman online untuk mahasiswa dengan sistem penggalangan dana ditawarkan DANAdidik. Kamu dapat mengajukan pinjaman mahasiswa melalui kampanye pembiayaan secara online di laman DANAdidik. Para pendana yang telah bergabung dalam DANAdidik akan memilih calon peminjam dananya melalui kampanye tersebut. Menariknya, satu peminjam bisa mendapatkan pendana lebih dari satu.

DANAdidik memberikan pinjaman minimal 70% untuk biaya pendidikan yang akan dialokasikan langsung ke lembaga pendidikan. Ada juga pinjaman mahasiswa maksimal 30% untuk biaya penunjang, seperti pembelian peralatan kuliah dan biaya sewa tempat tinggal, yang akan dialokasikan ke rekening pribadi peminjam.

Bagaimana dengan sistem pengembaliannya? Peminjam harus membagi hasil pendapatannya selama 30 bulan setelah lulus dari pendidikan. Hasil pendapatan ini dihitung dari jumlah pinjaman dan persentase penghasilan. Persentase terendah adalah 10% dari penghasilan untuk pinjaman kurang dari Rp2.000.000. Sedangkan peminjaman lebih dari Rp10.000.000 dikenai 30%. Catat, ya, selama masa peminjaman tidak ada bunga.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk pinjaman online mahasiswa melalui pendanaan di DANAdidik, yaitu,

  • Terdaftar di perguruan tinggi dengan program pendidikan Diploma (D1, D2, D3, D4), Akademi, Si, S2, dan LPK;
  • Memiliki orangtua atau wali sebagai penjamin yang telah berpenghasilan;
  • Menyiapkan dua referensi dari keluarga yang tidak tinggal satu rumah;
  • Melengkapi proses pengajuan online (foto KTP, tagihan dari perguruan tinggi atau LPL, Kartu Keluarga, dan lain-lain).

5. KoinPintar

P2P lending KoinWorks menawarkan pinjaman online mahasiswa melalui KoinPintar. Mengemban misi untuk melahirkan generasi muda yang siap dalam persaingan global, KoinPintar memberikan program pinjaman untuk mahasiswa D3, S1 dan pendidikan informal (kursus). Pinjaman online untuk mahasiswa ini bisa mencapai hingga Rp200.000 dengan tenor cicilan tiga hingga 10 tahun. Suku bunga yang ditetapkan KoinPintar mulai dari 9% per tahun.

Perlu dicatat, pinjaman online untuk mahasiswa dari KoinPintar ini harus diproses melalui institusi pendidikan yang telah bekerjasama dengan KoinPintar. Dana pinjaman yang disetujui akan dikirimkan ke pihak institusi. Nah, bila kamu sedang mencari pinjaman online untuk umur 17 tahun, program KoinPintar ini bisa menjadi solusi lho. Karena pengajuan bisa dilakukan dengan batas minimal usia 17 tahun. Berikut persyaratan lainnya:

  • Warga negara Indonesia;
  • Memiliki KTP aktif;
  • Fotokopi KTP orangtua;
  • Memiliki rekening pribadi aktif;
  • Kartu Keluarga;
  • Memiliki sumber pendapatan atau jatah bulanan dari orangtua;
  • Mutasi rekening (tiga bulan terakhir).

6. Pintek

Butuh pinjaman untuk mahasiswa dalam jumlah ringan maupun besar? Kamu bisa mengajukannya ke Pintek. P2P lending pinjaman untuk mahasiswa ini memiliki tiga program pembiayaan. Yaitu, Pintek Students Instant yang dikhususkan bagi mahasiswa yang terdaftar di institusi pendidikan mitra Pintek. Limit pinjaman hingga Rp5.000.000 dengan tenor 30 hari (bunga 0%) dan tiga bulan (bunga mulai dari 2.19%). Pinjaman Pintek Students Instant ini bisa langsung diproses di laman Pintek.

Program pembiayaan berikutnya adalah Pintek Students Reguler yang memberikan pinjaman mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp300.000.000. Tenor pinjaman hingga 24 bulan dengan bunga 0-1.5% flat per bulan. Pintek Students Reguler membantu pembiayaan pendidikan formal dan informal, termasuk bagi mahasiswa di luar institusi mitra Pintek. Untuk pengajuan program ini bisa menghubungi tim Pintek.

Program terakhir adalah Pintek Students Pro yang bisa menggunakan surat keterangan jaminan kerja. Limit pinjaman Rp3.000.000 hingga Rp300.000 dengan tenor 18 bulan, dan bunga 0-2% flat per bulan. Pembayaran akan dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan pekerjaan.

Berikut syarat pengajuan pinjaman online untuk mahasiswa melalui Pintek:

  • Warga negara Indonesia (WNI);
  • Memiliki KTP aktif;
  • Usia minimal 21 tahun;
  • Memiliki wali atau orangtua dalam satu Kartu Keluarga sebagai jaminan (bagi mahasiswa yang belum bekerja);
  • Memiliki penghasilan minimal Rp3.000.000 (bagi mahasiswa yang telah bekerja);
  • Minimal telah bekerja 1 tahun (bagi mahasiswa yang telah bekerja);
  • Melengkapi dokumen bukti penerimaan mahasiswa/status kemahasiswaan dan bukti tagihan biaya kuliah;
  • Mutasi rekening tiga bulan terakhir;
  • Slip gaji (bagi karyawan) atau foto produk/tempat usaha (bagi wirausahawan);
  • Foto KTP, foto selfie dengan KTP, foto Kartu Keluarga;
  • Foto NPWP (untuk pinjaman di atas Rp30.000.000).

7. DanaRupiah

Tak hanya memberikan pinjaman produktif untuk industri pertanian, DanaRupiah juga membiayai pinjaman online untuk mahasiswa. Pembiayaan untuk pendidikan ini merupakan bentuk kontribusi DanaRupiah untuk memudahkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dana pinjaman mulai dari Rp400.000 hingga Rp8.000.000 dan peminjam harus menyertai bukti status kemahasiswaan di mitra pendidikan DanaRupiah. Bunga pinjaman mulai dari 22-23% per tahun, dan 3% biaya administrasi.

Persyaratan untuk mengajukan pinjaman untuk mahasiswa melalui DanaRupiah terbilang mudah, yaitu,

  • Memiliki KTP aktif;
  • Telah diterima dalam program atau kelas mitra pendidikan;
  • Memiliki keinginan untuk belajar dan etos kerja;
  • Diutamakan yang memiliki penjamin dengan penghasilan tetap.

8. TunaiKita

Bagi mahasiswa yang membutuhkan dana cepat untuk membayar biaya kuliah semester, perlengkapan kuliah, atau biaya sewa tempat tinggal, pinjaman yang ditawarkan TunaiKita bisa dicoba. TunaiKita menawarkan pinjaman dengan sistem cicilan mulai dari tiga hingga enam bulan untuk pinjaman Rp5.000.000 hingga Rp20.000.000.

Dengan proses pengajuan dan persyaratan yang mudah, TunaiKita menjadi salah satu P2P lending populer, termasuk di kalangan mahasiswa. Untuk mengajukan pinjaman, kamu cukup berusia minimal 21 tahun, memiliki KTP yang aktif dan rekening pribadi. Prosesnya pengajuan cukup cepat melalui aplikasi TunaiKita yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store.

Ajukan Pinjaman Online dengan Bijak, Lewat Sini Saja!

Dari delapan P2P lending legal yang memberikan pinjaman untuk mahasiswa, apakah ada yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan kamu? Bila kamu masih bingung menentukan pilihan untuk meminjam uang secara online, konsultasikan saja kebutuhan keuanganmu kepada para pakar finansial di MoneyDuck. Klik tombol Konsultasi Gratis di bawah ini untuk terhubung dengan pakar keuangan P2P lending sekarang juga.

Para pakar keuangan MoneyDuck siap membantu kamu untuk menentukan produk keuangan yang tepat dan memproses pengajuan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhanmu. Jadi, jangan ragu untuk konsultasikan kebutuhan keuanganmu.