Merintis sebuah usaha tidaklah mudah, terbukti dengan banyaknya pengusaha kecil dan menengah yang masih terkendala dalam memperoleh dana untuk mengembangkan usahanya. Kebutuhan dana untuk kepentingan berjalannya usaha tidaklah sedikit, sehingga seringkali pelaku bisnis kebingungan bisa memperoleh pinjaman di mana. Apakah Anda pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang sedang mencari modal usaha? Simak artikel ini untuk mengetahui di mana Anda bisa melakukan pinjaman dan apa saja syaratnya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kehadiran UMKM turut membantu perekonomian nasional dan mengurangi pengangguran. Tidak heran pemerintah dan lembaga keuangan menaruh perhatian terhadap keberlangsungan UMKM. Salah satu program yang disosialisasikan adalah KUR (Kredit Usaha Rakyat) yaitu pembiayaan modal kerja kepada pelaku usaha produktif. Dalam pelaksanaannya, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BRI, BNI, Mandiri dan BTN menyediakan fasilitas pinjaman ini dengan bantuan subsidi pemerintah sehingga bunga cenderung rendah, sekitar 7% efektif per tahun. Pinjaman bank tentunya harus dilunasi oleh pihak usahawan dengan cara mencicil dan berdasarkan bunga yang telah disepakati bersama dalam jangka waktu tertentu.

Secara umum KUR terdiri dari berbagai jenis, di antaranya KUR Mikro, KUR Ritel, dan KUR TKI. Dalam KUR Mikro, pinjaman yang diberikan maksimal senilai Rp 25 juta dengan jangka waktu pinjaman 2 tahun. KUR Retail memiliki limit pinjaman lebih besar hingga Rp 500 juta, oleh karena itu pelaku usaha harus memiliki agunan atau jaminan karena skalanya lebih besar dari mikro. Jaminan yang diminta berupa sertifikat tanah, rumah, atau bukti kepemilikan kendaraan bermotor dengan nilai minimal 70% dari nilai limit kredit. Sedangkan KUR TKI adalah modal yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagai modal awal dalam perjalanannya menuju negeri tujuan. Limit pinjamannya biasanya sekitar Rp 25 juta.

Namun, tidak semua pelaku usaha masuk kategori usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Pemerintah sendiri telah mengatur siapa yang berhak masuk kategori UMKM sesuai Undang-Undang No. 20/2008. Adapun syarat-syarat untuk bisa mendapatkan pinjaman usaha KUR adalah:

-Usaha bersifat produktif, artinya usaha yang jelas-jelas menghasilkan suatu barang atau jasa pelayanan yang bersifat menguntungkan untuk pelaku bisnis. -Usaha layak, artinya usaha yang benar-benar layak untuk dikembangkan melihat potensi yang bisa diraih dengan bantuan modal pendanaan.

Peer to Peer Lending

P2P adalah salah satu produk dari perusahaan Financial Technology (Fintech) yang saat ini banyak bermunculan di Indonesia. Mereka menawarkan pinjaman online dengan proses cepat dan mudah. Beberapa Fintech berani menawarkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan. Meskipun demikian, bunga pinjaman modal usaha tanpa jaminan Fintech relatif lebih tinggi dari bank. Beberapa yang sudah resmi terdaftar di OJK di antaranya:

Investree

Investree menawarkan pembiayaan invoice atau tagihan. Jika punya tagihan, pengusaha bisa memberikan tagihan tersebut ke Investree untuk diberikan pinjaman selama tenor tertentu. Investree akan menalangi tagihan usaha sebesar 80% dari nilai tagihan. Pengembalian pinjaman dalam waktu 1 bulan sd 3 bulan.

Modalku

Pinjaman dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar dengan tenor dari 3 '96 24 bulan.

Akseleran

Akseleran menawarkan plafon pinjaman mulai Rp 75 juta sampai Rp 200 juta dengan masa tenor 1 bulan sampai 24 bulan.

Koinworks

Koinworks memberikan pinjaman modal usaha secara online di Rp 10 juta sampai Rp 2 miliar dengan lama pinjaman 6 bulan sampai 24 bulan.

Amartha

Amartha menawarkan pembiayaan mikro bagi penerima pinjaman berkelompok dengan masa pinjaman 3, 6 dan 12 bulan dengan plafon mulai dari Rp 3 juta.

Tunaiku

Tunaiku adalah Fintech milik Bank Amar, salah satu bank kelas menengah di Indonesia. Plafon pinjaman Rp 2 juta sampai dengan Rp 20 juta.

Pinjaman Merchant E-Commerce

Perusahaan e-commerce besar beramai-ramai menawarkan pinjaman modal usaha untuk merchant yang berjualan di platform e-commerce. Menggunakan data perilaku merchant yang tersimpan di platform dan kerjasama dengan mitra penyedia pinjaman, e-commerce menawarkan skema pinjaman yang menarik buat modal usaha.

Tokopedia Pinjaman Modal

Ini merupakan program kerja sama Tokopedia dengan mitra penyedia pinjaman, yaitu lembaga lain yang memiliki izin memberikan pinjaman. Proses pengajuannya adalah calon peminjam menentukan jumlah dan tenor pinjaman, lalu muncul penawaran pinjaman dari mitra Tokopedia, kemudian peminjam mengajukan kredit usaha ke mitra Tokopedia penyedia pinjaman yang paling sesuai. Persyaratan utamanya yaitu merupakan penjual aktif yang sudah membuka toko di Tokopedia selama minimum 6 bulan dan memiliki tingkat penjualan mencukupi serta menyetujui dan memberikan wewenang kepada Tokopedia untuk memperoleh dan mengolah data transaksi dan data lainnya dari toko Penjual selama 6 bulan terakhir yang akan diteruskan kepada Mitra Penyedia Pinjaman terkait.

Bukalapak BukaModal

BukaModal adalah program Bukalapak yang menawarkan fasilitas pinjaman modal usaha kepada pelapak untuk mengembangkan bisnis online mereka di Bukalapak. Pinjaman yang diberikan berkisar Rp 2 juta sampai dengan Rp 2 miliar dengan lama pelunasan cicilan yang ditawarkan selama maksimal 24 bulan. Mitra penyedia pinjaman Bukalapak di antaranya Investree, Koinworks, Modalku, Taralite dan Bank Mandiri. Seperti Tokopedia, data pelapak yang mengajukan pinjaman akan disampaikan ke mitra penyedia pinjaman, dengan syarat sebagai berikut: Pelapak adalah Warga Negara Indonesia (WNI), terdaftar sebagai pelapak Bukalapak selama minimal 6 bulan, dan pelapak memiliki tingkat penjualan di Bukalapak minimal Rp2.000.000/bulan dalam 6 bulan terakhir.