Memasuki fase dimana kesuksesan menjadi tujuan hidup akan membuat Anda untuk terus berusaha memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Demi mencapai tujuan tersebut besar kemungkinan alternatif untuk mengambil angsuran akan menjadi pilihan. Meski alternatif ini akan dijalankan bersama pihak lain, Anda juga tetap harus mengetahu cara menghitungnya.

Cara Menghitung Angsuran yang Wajib Diketahui

Pada dasarnya angsuran yang dibebankan oleh bank, lembaga, ataupun perusahaan tempat Anda mengambil angsuran mempunyai ketentuan tertentu. Akan tetapi Anda juga perlu mempunyai dasar yang baik tentang cara menghitung angsuran. Berikut adalah beberapa metode perhitungan angsuran yang perlu Anda ketahui.

Cara Menghitung Angsuran berdasarkan Waktu Pembayaran

Sebenarnya jumlah angsuran yang ditetapkan oleh pihak bank berbeda-beda sesuai dengan tujuan Anda mengambil kredit. Misalnya untuk tujuan kpr rumah atau apartemen serta kendaraan jenis mobil dan motor. Meskipun berbeda, metode perhitungannya tidak akan jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

Secara umum angsuran dapat dihitung berdasarkan waktu pembayarannya. Ada dua jenis angsuran berdasarkan waktu pembayaran yaitu angsuran yang dibayar di muka atau disebut sebagai advance dan angsuran yang dibayar di belakang atau disebut sebagai arrear. Berikut adalah cara menghitung angsuran berdasarkan advance dan arrear.

Cara Menghitung Angsuran yang Dibayar di Muka

Angsuran yang dibayar di muka atau disebut sebagai advance atau total down payment adalah jumlah angsuran pertama yang harus Anda bayarkan ketika akad kredit berlangsung. Angsuran ini sudah mencakup semua biaya-biaya yang nantinya akan dibutuhkan.

Sebelum itu perhitungan dari angsuran yang dibayar dimuka adalah ketika Anda mengambil tenor kredit dalam jangka waktu satu tahun, maka angsuran berikutnya hanya perlu dibayarkan selama 11 bulan saja. Sederhananya tenor di dalam angsuran dibayar di muka ini menggunakan angka ganjil seperti 11 bulan, 23 bulan, 35 bulan, dan seterusnya.

Metode perhitungan untuk besarnya angsuran yang akan dibayarkan ketika Anda memilih jenis total down payment juga mempunyai rumus tersendiri. Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut.

Angsuran = pokok hutang + (pokok hutang x bunga x tenor) / tenor dalam bulan -1

Contoh kasus mengenai perhitungan angusan yang dibayar di muka yaitu Anda mempunyai total hutang pokok kotor sebesar Rp 100.000.000,00 dengan tenor atau jangka waktu untuk membayar lunas kredit adalah tiga tahun atau selama 36 bulan. Sementara itu besarnya bunga yang ditetapkan oleh pihak bank adalah 12% per tahun, sehingga total bunga selama 3 tahun adalah sebesar 36%.

Dengan begitu metode perhitungan angsurannya dapat dilihat dalam rumus berikut. Angsuran = Rp 100.000.000,00 + (R 100.000.000,00 x 12% x 3) / 36 '96 1 Angsuran = Rp 100.000.000,00 + Rp 36.000.000,00 / 35 Angsuran = Rp 136.000.000,00 / 35 Angsuran = Rp 3.885.714,29 Berdasarkan perhitungan tersebut, maka besar angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulan selama tenor dalam hal ini 35 bulan yaitu sejumlah Rp 3.885.714,29. Angsuran ini berlaku ketika Anda mengambil angsuran dengan pembayaran di muka.

Cara Menghitung Angsuran yang Dibayar di Belakang

Angsuran yang dibayar di belakang juga disebut sebagai arrear atau disingkat dengan ADDB. Angsuran ini merupakan total uang muka yang tidak termasuk dengan angsuran pertama. Dengan begitu besar uang muka yang dibayarkan lebih kecil. Hanya saja Anda akan membayar dalam jangka waktu satu bulan lebih panjang.

Angsuran dibyar di belakang sebenarnya adalah kebalikan dari advance dimana tenornya dikurangi satu bulan. Arrear justru menambah satu bulan lebih lama untuk tenornya. Jadi tenor untuk satu tahun selama 12 bulan, 2 tahun selama 24 bulan, 3 tahun selama 36 bulan, dan seterusnya.

Sederhananya tenor dalam angsuran yang dibayar di belakang mengikuti jumlah bulan per tahunnya. Adapun cara perhitungan untuk memperoleh besar angsuran ketika mengambil angsuran dibayar di belakang yaitu sebagai berikut.

Angsuran = pokok hutang + (pokok hutang x bunga x tenor) / tenor dalam bulan

Sebagai contoh kasus untuk jumlah angsuran yang perlu dibayarkan ketika Anda memilih arrear, misalnya Anda mempunyai hutang pokok sebesar Rp 100.000.000,00 dengan bunga yang ditetapkan per tahun sebesar 12%. Sementara rentang tenor yang Anda butuhkan untuk melunasi kredit tersebut adalah selama tiga tahun. Maka perhitungannya yaitu sebagai berikut. Angsuran = Rp 100.000.000,00 + (Rp 100.000.000,00 x 12% x 3) / 36 Angsuran = Rp 100.000.000,00 + Rp 36.000.000,00 / 36 Angsuran = Rp Rp 136.000.000,00 / 36 Angsuran = Rp 3.777.777,78 Jadi jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan oleh Anda dalam rentang waktu 3 tahun atau selama 36 bulan adalah sebesar Rp 3.777.777,78 setiap bulannya. Jumlah ini berlaku jika Anda mengambil angsuran yang dibayar di belakang.