Tentang hutang yang produktif

Untuk menutupi biaya pernikahan saya perlu sejumlah dana. Tapi saya ragu-ragu apakah perlu sampai berhutang atau tidak. Saya pribadi maunya hutang yang produktif, yang bisa memberi nilai tambah di masa depan. Mohon pencerahannya tentang hutang produktif ini dan apakah biaya semacam biaya pernikahan itu perlu sampai kredit atau tidak. Terima kasih sebelumnya.

  • user image

    Cahyadi

    Jawabnya bisa perlu, bisa tidak. Hutang seperti ini bijaknya sih memang tidak dilakukan karena itu tadi: tidak produktif. Pinjaman untuk keperluan biaya pernikahan boleh saja dilakukan tapi sebaiknya hanya untuk menutup kekurangan biaya saja, bukan keseluruhan biayanya. Jadi yang baiknya memang sebelum mengajukan pinjaman pernikahan pikirkan masak-masak dulu konsekuensinya karena hutang ini nanti akan ditanggung bersama istri setelah menikah. Lebih baik berutang untuk menambah aset atau memulai usaha. Hasilnya akan berguna untuk keluarga baru yang akan dibangun nanti. Tapi jelas ke depannya harus disiplin mencicil hutang karena itu adalah kunci agar hutang tetap sehat.

    2020.01.15 5:25
    • user image

      Dede

      Melakukan hutang yang produktif untuk biaya pernikahan menurut saya tidak perlu dilakukan. Jika memang diperlukan, sebaiknya mengambil hutang biasa saja. Sebaiknya hutang yang produktif digunakan untuk melakukan usaha agar tidak keberatan dan hasil dari usaha juga akan bermanfaat bagi keluarga nantinya.

      2020.02.25 13:41
      • user image

        Dadang

        Saya juga sependapat. Lebih baik hutang produktif digunakan untuk kebutuhan lainnya. Sedangkan pernikahan, menurut saya tidak perlu sampai hutang untuk menggelar pesta pernikahan. Gunakan saja dana seadanya, karena yang terpenting dalam pernikahan adalah kekhikmatan acara. Saya juga sependapatan dengan kak Dede, lebih baik hutang produktif digunakan untuk membuka usaha.

        2020.08.14 6:36
    • user image

      Tivani

      Utang produktif adalah utang yang dilakukan untuk menghasilakan keuntungan salah satunya membangun kost-kostan, digunakan sebagai modal usaha seperti warung makan sederhana layaknya warteg atau toko kelontong. Sedangkan biaya pernikahan tergolong utang konsumtif yang tidak memberikan nilai atau keuntungan. Sehingga sebaiknya Anda memikirkan lebih panjang sebelum memutuskan pengajuan pinjaman tersebut.

      2020.03.21 15:0
      • user image

        Aditiya

        Hutang produktif adalah yang memberikan pengembalian, sedangkan hutang konsumtif adalah yang tidak memberikan nilai lebih ketika dilakukan. Jenis hutang produktif bisa berupa meminjam untuk modal usaha, membeli properti seperti apartement yang disewakan dan lain-lain. Menurut saya, jikalah tidak terlalu mendesak sebaiknya tidak perlu melakukan pinjaman untuk menutupi biaya pernikahan, bisa diakali dengan menjual aset berharga. Karena pernikahan sendiri awal kehidupan baru, dengan memiliki hutang justru akan mengurangi esensi nya.

        2020.05.06 3:33

        Please leave your knowledge and opinion!

        Forums Terkait

        Lebih baik pinjaman online atau pinjaman bank

        Bagaimana saya bisa mengumpulkan semua hutang saya dalam satu pembayaran?

        KPR - Debt Consolidation Danamon / Bank Danamon

        Bagaimana agar tidak ditelpon terus oleh Home Credit karena utang adik saya?

        Saya takut dengan membeli mobil Nissan March , maka hutang saya makin banyak. Apakah ada saran leasing?

        Gimana cara mengelola dan melunasi hutang pada bisnis ukm?

        Bagaimana cara menyelesaikan hutang KTA tanpa melanggar aturan?