Pernahkah Anda mendengar istilah payroll? Istilah ini seringkali kita dengar pada sistem administrasi perusahaan atau bisnis. Payroll sendiri merujuk pada sistem administrasi, khususnya penggajian para karyawan. Sistem payroll mempermudah perusahaan membayarkan dan menghitung gaji para karyawan. Jadi, Anda sudah paham bukan terkait apa itu payroll?

Cara Menghitung Gaji Menggunakan Payroll

Pemilihan sistem payroll sebenarnya bukan tanpa alasan. Bagi sebuah perusahaan yang memiliki ratusan hingga ribuan karyawan, sistem ini jauh lebih efisien. Staf HRD tidak perlu menghitung besaran gaji setiap karyawan setiap bulan.

Apalagi membedakan antara gaji karyawan tetap dan tidak tetap, semuanya sudah disederhanakan dengan sistem ini. Untuk penghitungan gaji karyawan tetap dan tidak tetapnya pun ada aturan tersendiri, yakni sebagai berikut.

Karyawan Tetap

Para karyawan tetap adalah mereka yang ikut terlibat langsung untuk mengelola perusahaan. Mereka berhak menerima bayaran secara rutin dengan kisaran yang telah ditentukan. Besaran gaji karyawan tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya masa kerja, jabatan, serta prestasi. Perusahaan pun memiliki aturan yang jelas terkait perhitungan gaji ini.

Untuk menghitung payroll karyawan tetap, biasanya perusahaan menerapkan aturan dari Dirjen Pajak. Jika Anda masih bingung perhitungan serta apa itu payroll untuk karyawan tetap, berikut contohnya:

Sanka adalah seorang karyawan tetap di PT. Jaya Abadi. Sanka berstatus lajang dengan gaji pokok sebesar Rp5.000.000,00. Selain menerima gaji pokok, Sanka berhak atas uang transport sebesar Rp 25.000,00 per hari.

Dia pun mendapatkan uang makan sebesar Rp 20.000,00 per hari. PT. Jaya Abadi ternyata membayar penuh biaya asuransi karyawan tetap per bulan, yakni Rp 250.000,00. Berapa kira-kira gaji yang diterima Sanka per bulan setelah dipotong pajak?

Gaji Pokok: Rp 5.000.000,00 Uang Transport: 20 x Rp 25.000,00 = Rp 500.000,00 Uang Makan: 20 x Rp 20.000,00 = Rp 400.000,00 Asuransi: Rp 250.000,00 Total Gaji Sebulan: Rp 6.150.000,00

Gaji Sebulan: Rp 6.150.000,00 Pengurangan Biaya Jabatan: 5% x Rp 6.150.000,00 = Rp 307.500,00 Gaji Netto Sebulan: Rp 5.842.500,00

Gaji Netto Setahun: 12 x Rp 5.842.500,00 = Rp 70.110.000,00 PTKP Pribadi (Penghasilan Tidak Kena Pajak): Rp 54.000.000,00 Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 16.110.000,00

PPh 21 Terutang: 5% x Rp 16.110.000,00 = Rp 805.500,00 PPh 21 Per Bulan: Rp 805.500,00 / 12 = Rp 67.125,00 Gaji yang Harus Dibayar: Rp 6.150.000,00 – Rp 67.125,00 = Rp 6.082.875,00

Karyawan Tidak Tetap

Sebuah perusahaan tak hanya mempekerjakan karyawan tetap. Dalam satu waktu, seringkali perusahaan harus merekrut pekerja lepas atau karyawan harian. Seperti yang telah dijelaskan terkait pengertian apa itu payroll, Anda tentu juga harus tahu istilah karyawan tidak tetap.

Berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak, karyawan tidak tetap adalah pekerja yang menerima gaji sesuai dengan hari kerja. Ada juga faktor unit yang dihasilkan, atau penyelesaian pekerjaan yang bersifat sementara.

Berbeda dengan karyawan tetap, karyawan tidak tetap tentu mendapat penghasilan jauh lebih kecil. Pasalnya, mereka tidak berhak menerima tunjangan transportasi maupun uang makan. Begitu pula dengan asuransi, karyawan tidak tetap harus membayar sendiri tanpa ditanggung perusahaan.

Guna mempermudah Anda menghitung serta mengetahui apa itu payroll untuk karyawan tidak tetap, berikut contohnya:

Riris adalah karyawan tidak tetap yang bekerja di PT. Jaya Abadi. Total gaji yang Riris terima setiap bulan sama dengan gaji Sanka. Jika Sanka dikenai pajak jabatan, gaji Riris justru tidak terkena pajak tersebut. Lantas, berapa nominal gaji yang diterima Riris dalam sebulan?

Gaji Per Tahun: 12 x Rp 6.150.000,00 = Rp 73.800.000,00 PTKP Pribadi: Rp 54.000.000,00  PKP: Rp 19.800.000,00

PPh 21 Per Tahun: 5% x Rp 19.800.000,00 = Rp 990.000,00 PPh 21 Per Bulan: Rp 990.000 / 12 = Rp 82.500 Gaji yang Diterima: Rp 6.150.000 – Rp 82.500 = Rp 6.067.500

Manfaat Sistem Payroll Bagi Perusahaan

Apakah Anda sudah memahami penghitungan payroll? Kalau sudah, kita akan membahas keuntungan dari sistem payroll. Tidak mungkin sebuah sistem dibuat tanpa tujuan tertentu bukan? Dari pengertian apa itu payroll saja, Anda sebenarnya sudah bisa menebak fungsi dan manfaat sistem administrasi ini. Biar lebih jelas dan gampang diingat, dibawah ini beberapa fungsi dan manfaat yang bisa dirasakan.

Menilai Performa Karyawan

Demi mempermudah pekerjaan staf HRD, sistem payroll diterapkan pada perusahaan-perusahaan besar. Dengan jumlah karyawan yang sangat banyak dan meliputi lebih dari satu divisi, tentu sulit untuk mengetahui performa mereka. Nah, sistem ini mempermudah staf HRD menilai performa dari setiap karyawan.

Hal ini dikarenakan payroll sudah terintegrasi dengan presensi atau daftar hadir, izin, serta cuti. HRD lebih gampang menelusuri kinerja setiap karyawan dari berbagai divisi. Beberapa perusahaan yang menerapkan potong gaji untuk karyawan tidak disiplin pun jauh lebih gampang. Sistem akan langsung menghitung potongan gaji di bulan tersebut. Sudah sangat jelas bukan keunggulan serta definisi apa itu payroll sekarang?

Menghemat Anggaran

Kalau dahulu perusahaan harus membayar gaji beberapa staf HRD, sekarang tidak lagi. Sistem payroll memungkinkan penghitungan hanya dilakukan oleh satu orang dengan bantuan mesin. Langkah ini benar-benar menghemat anggaran perusahaan untuk menggaji staf HRD baru. Semua pekerjaan sudah didelegasikan pada sistem dan hanya dipantau oleh 1 – 2 orang saja.

Jelas sudah manfaat dibalik pengertian apa itu payroll. Buat perusahaan yang baru merintis, sistem payroll pun akan sangat efisien. Pasalnya, Anda tak harus menggaji tenaga HRD sama sekali. Anda sendiri mampu mengelola dan mengerjakan penghitungan gaji dengan bantuan sistem. Apakah Anda mulai tertarik menggunakan sistem ini?

Efisien Waktu dan Tenaga

Seperti yang telah dijelaskan di atas, payroll menghemat anggaran gaji tenaga HRD. Ini berarti perusahaan lebih efisien dalam merekrut karyawan baru. Di samping itu, waktu pengerjaan payroll pun jauh lebih cepat. Tidak harus menunggu waktu lama, semua perhitungan gaji karyawan bisa diselesaikan. Selama staf tahu apa itu payroll dan cara pengaplikasiannya, semua perhitungan berjalan lancar.

Setidaknya, perusahaan telah menghemat jutaan rupiah untuk menggaji karyawan HRD. Secara tidak langsung, perusahaan juga lebih fokus membina karyawan yang ada. Tak salah kalau akhirnya banyak perusahaan besar berpindah ke sistem payroll yang teramat mudah. Bukan hanya hemat waktu dan tenaga, tapi juga finansial.

Alasan Perusahaan Beralih ke Payroll

Jadi, Anda sudah bisa menjawab pertanyaan apa itu payroll bukan? Anda pun sudah paham cara kerja serta manfaat dari sistem ini. Mengapa banyak perusahaan akhirnya beralih ke sistem payroll tersebut? Selain mudah, tentunya jauh lebih efisien. Dari sisi waktu, perusahaan benar-benar terbantu untuk membayar gaji tepat waktu.