Emas sudah sering kali dibahas sebagai jenis investasi yang menguntungkan. Harga emas memang terus meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2015 lalu harga emas mencapai Rp. 500 ribu per gramnya. Tahun ini, harga emas mencapai Rp. 650 ribu per gramnya. Jadi tidak mengherankan kenapa banyak orang yang ingin mulai berinvestasi dengan emas.

Tapi jangan salah, investasi dengan emas tidak menjamin membuahkan hasil. Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga emas turun. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

Waspadai Penipuan

Sudah banyak orang yang tertipu dalam dunia investasi emas. Alasan pertama adalah karena banyak orang yang belum memiliki pengalaman dan mendapatkan tawaran investasi emas palsu. Modus penipuan seperti ini biasanya sang calon korban diberikan tawaran yang menggiurkan dengan menginvestasikan uang mereka untuk beli emas. Emas ini nantinya akan dibeli orang lain atau bahkan perusahaan dengan harga yang lebih tinggi. Investor tentunya dijanjikan keuntungan berlipat.

Tapi, bukan keuntungan yang didapatkan, uang ternyata dibawa kabur. Untuk menghindari hal seperti ini, hanya berinvestasi di tempat yang terpercaya, contohnya Antam atau Pegadaian.

Jangan Menggunakan Kredit

Menggunakan kredit buat beli emas sangat tidak menguntungkan, karena adanya bunga yang diterapkan. Misalnya Anda ingin kredit 10-gram emas dengan cicilan 12 bulan dengan uang muka 10%, angsuran yang perlu dibayar mencapai Rp 2.631.938. Padahal jika beli tunai, dana yang perlu dibayar adalah Rp. 30.950.000. Perbedaannya mencapai Rp 4 juta. Selain itu, ada juga risiko gagal bayar di kemudian hari.

Investasi itu Bukan Dana Darurat

Banyak orang yang menggunakan seluruh uang mereka untuk berinvestasi, termasuk investasi emas. Padahal dana untuk investasi harus dibedakan dari dana cadangan untuk situasi darurat. Ketika Anda menggunakan seluruh dana Anda untuk membeli emas, dan ternyata di kemudian hari Anda butuh dana darurat, maka emas yang dibeli harus dijual secara cepat. Jika harga emas sedang anjlok, maka Anda akan rugi. Dalam investasi apa pun, sebaiknya Anda tidak menggunakan dana cadangan. Hanya gunakan dana ekstra sebagai investasi.

Jenis-Jenis Emas

Biasanya dalam investasi emas, dibagi menjadi dua jenis, emas batangan dan emas perhiasan. Investasi emas batangan membutuhkan dana yang lebih besar, namun keuntungan yang didapat lebih besar pula. Sedangkan emas perhiasan, sering kali keuntungan yang didapat sangatlah kecil.

Tidak salah jika Anda ingin berinvestasi dengan emas perhiasan, tapi jangan berharap mendapatkan keuntungan yang besar. Penyebabnya adalah emas perhiasan bukan 100% emas. Saat emas perhiasan dijual kembali, nominal yang dihitung hanya kadar dan berat perhiasannya saja. Anda akan dikenakan potongan jasa pembuatan perhiasan tersebut. Jadi jika Anda benar-benar ingin berinvestasi emas sebaiknya beli emas batangan saja.

Harga Tidak Selalu Naik

Sama dengan investasi yang lainnya, harga emas tidak selalu naik. Jangan percaya dengan siapa pun yang mengatakan harga emas akan selalu naik setiap tahunnya. Bahkan ada kemungkinan harga emas akan turun dari hari ke hari. Walaupun begitu harga emas dari tahun ke tahun selalu stabil bertambah.

Karena itu, berinvestasi dengan emas tidak bisa dilakukan dengan jangka pendek. Tidak bisa Anda beli emas dan langsung dijual lagi dan mengharapkan mendapatkan keuntungan. Dalam berinvestasi emas, Anda harus sabar dan berkomitmen menunggu beberapa tahun. Makin lama berinvestasi, semakin besar peluang keuntungan yang Anda peroleh.

Sebagai info, saat artikel ini ditulis, harga emas dunia anjlok dalam dua perdagangan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan Cina.

Emas yang sebelumnya berada di level US$ 1,487.94/troy ons, melemah 0,1% di pasar spot, berdasarkan data Refinitiv. Dan dalam dua perdagangan sebelumnya, emas melemah hingga 0,35% dan 1,35%. Kabar baiknya, perang dagang antara AS dengan Cina mulai mencapai titik temu dan harga emas diperkirakan akan menguat kembali. Jadi, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk membeli emas.

Titip Emas Dikenakan Biaya

Bagi Anda yang ingin menitipkan emas di bank akan dikenakan biaya yang tidak murah. Contohnya di Bank salah satu bank, untuk ukuran boks kecil harga dibanderol mencapai Rp. 500 ribu per tahunnya. Menyimpan emas di dalam rumah sendiri memang ada risikonya. Tapi, jika Anda hanya memiliki emas beberapa gram saja, lebih baik tidak usah disimpan di dalam deposit box. Karena Anda bisa rugi nantinya.

Beda halnya, jika Anda memiliki Emas dalam jumlah yang cukup besar. Deposit box bisa menjadi penyelamat emas Anda. Atau bisa juga Anda mencari alternatif lainnya untuk menyimpan emas. Rumah pribadi juga bisa dijadikan tempat menyimpan emas, mungkin Anda bisa beli brankas yang bagus untuk menyimpan emas di dalam rumah.

Begitulah tadi pembahasan mengenai investasi emas. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Apakah Anda memilih berinvestasi emas atau sektor lainnya? Apapun investasi yang Anda pilih, sebaiknya Anda pelajari dengan cermat sebelum mengambil keputusan, agar Anda tidak mengalami kerugian. Namun demikian, bagi Anda yang belum pernah berinvestasi, mulailah berinvestasi untuk menambah wawasan dan pengalaman. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam investasi!