Bank Sebagai Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan ini kini dikenal hampir semua lapisan masyarakat. Bank bisa ditemui di semua wilayah baik perkotaan atau pedesaan. Bank menjadi sebuah tempat yang akrab di telinga masyarakat. Menyimpan dan mengambil uang atau transaksi pinjaman menjadi hal yang umum dilakukan disana. Sebab itu Bank dianggap penting keberadaannya.

Perkembangan Dunia Perbankan

Berkembangnya dunia perbankan di Indonesia, tidak luput dari kepercayaan yang diberikan oleh para konsumen selaku pengguna layanan jasa. Tidak mungkin masyarakat secara sukarela bersedia menyimpan sebagian uangnya di Bank tanpa adanya kepercayaan. Kepercayaan masyarakat timbul karena berbagai kemudahan yang diberikan oleh pihak Bank. Misalnya saja dalam hal transaksi tarik tunai, dimana saat sedang butuh uang di situasi mendesak, konsumen bisa dengan mudah mengambilnya kapan saja. Kemudian rasa aman yang diberikan oleh pihak Bank dalam menyimpan sejumlah uang, membuat kepercayaan konsumen semakin tumbuh dan berkembang. Tingkat resiko kehilangan uang pun sangat kecil.

Selain itu, pihak Bank juga memberikan balas jasa kepada para konsumen yang menitipkan sejumlah uangnya di Bank dengan adanya bunga, berbagai hadiah dan dorprise, serta pelayanan maksimal. Secara tidak sadar, kepercayaan antara kedua belah pihak terbangun. Begitupun dengan penawaran pinjaman kepada konsumen, ada rasa percaya dari pihak Bank dan juga konsumen sehingga terjadilah sebuah perjanjian pinjaman.

Fungsi Bank Secara Luas

Apa fungsi Bank secara luas? Jenis Bank apa saja yang terdapat di Indonesia? Kali ini kami mengulasnya lengkap untuk Anda sebagai wawasan dan informasi tambahan untuk Anda. Sebelum memasuki pembahasan yang lebih mendalam, pahami dulu definisi dari Bank sebagai dasar saat Anda belajar.

Makna Bank pun beragam jika dilihat dari definisinya secara luas, baik definisi dari Undang – Undang Negara Republik Indonesia, definisi dari Wikipedia, dan juga definisi dari Standar Akuntansi Keuangan. Beberapa definisi di bawah ini bisa Anda jadikan sebagai rujukan saat melakukan aktivitas pembelajaran.

Definisi Bank

Bank memiliki beragam definisi berdasarkan undang-undang. Berikut adalah penjabarannya:

Definisi Bank menurut UU Negara Republik Indonesia Nomor 10 yang disahkan pada tahun 1998 dan tertuang pada pasal 1 ayat 2

Bank ialah badan usaha yang mempunyai wewenang dalam melaksanakan kegiatan menghimpun dana yang disetorkan oleh para konsumen dalam bentuk tabungan, membantu menyediakan dana dalam bentuk pinjaman modal, atau pun memberikan bantuan dalam bentuk produk lainnya, dengan tujuan utama yakni mensejahterakan serta meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat itu sendiri.

**Definisi Bank menurut UU Negara Republik Indonesia Nomor 10 yang disahkan pada tahun 1998 dan tertuang pada pasal 1 ayat 3 **

Bank ialah badan usaha yang mempunyai wewenang dalam menyelenggarakan aktivitas usaha secara konvensional atau pun menyelenggarakan aktivitas usaha secara syariah, dimana badan usaha ini menyediakan layanan jasa keuangan dalam seluruh proses transaksi pembayaran.

Definisi Bank Menurut Standar Akuntansi Keuangan

Bank ialah lembaga yang berkedudukan sebagai perantara dalam bidang keuangan antara konsumen yang mempunyai dana lebih dengan konsumen yang membutuhkan pendanaan untuk berbagai kepentingan, serta mendukung kelancara semua kegiatan transaksi pembayaran.

Fungsi Bank dalam Pengertian Umum

Bank ialah lembaga keuangan resmi yang berdiri atas ijin pemerintah, berjalan dengan peraturan resmi, dan diawasi oleh hukum. Bank memiliki kegiatan usaha yang luas mulai dari media penyimpanan uang atau menabung, simpan pinjam, tarik tunai, transfer uang, dan beragam transaksi keuangan lainnya.

Bank berdiri dengan peran banyak orang di dalamnya. Tiap orang mendapat tugas dan memiliki kewenangan masing-masing sehubungan dengan proses dan sistem kerja, sehingga terjadilah transaksi keuangan yang begitu rapi dan jelas. Bank bisa diakses oleh siapapun dengan mengikuti segala norma di dalamnya.

Secara umum Bank punya fungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkannya dalam bentuk pinjaman. Berikut penjelasan detailnya.

Mengumpulkan Dana dari Masyarakat

Tabungan, deposito, giro, ataupun simpanan lainnya ialah bentuk himpunan dana masyarakat yang dilakukan oleh Bank. Dana yang tersimpan terjamin aman, menguntungkan karena mendapat bunga, serta bisa diambil kapan saja atau sesuai periode yang ditentukan.  Dana juga bisa diperiksa kapanpun besar nominalnya karena bisa dicek dengan sangat mudah dan cepat baik itu secara manual dari buku rekening ataupun online dengan mobile banking. Dana inilah yang nantinya dikembangkan dan disalurkan kepada masyrakat.

Mendistribusikan Dana pada Masyarakat

Dana yang dikumpulkan Bank dicatat dalam sistem khusus yang rapi dan jelas. Baik pihak Bank  dan juga konsumen sebagai pemilik dana, bisa dengan sangat mudah melakukan pengecekan kapan saja. Dana yang terkumpul disalurkan kepada mayarakat yang membutuhkan dalam bentuk pinjaman. Pinjaman akan dikenakan bunga dan punya berbagai jenis produk seperti kredit berjangka, kredit tanpa agunan, dan sebagainya.

Bank menyalurkan dana kepada masyarakat tidak semata demi keuntungan bunga saja, namun juga untuk kemajuan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat. Diharapkan dana bisa bermanfaat untuk usaha ataupun menunjang kebutuhan lainnya. Pinjaman bisa didapatkan siapa saja yang membutuhkan dengan proses dan syarat khusus sesuai kebijakan masing-masing Bank.

Fungsi Penunjang Bank

Tak hanya memahami fungsi Bank secara umum saja, sebagai pengguna, Anda pun wajib mengetahui apa saja fungsi sampingan dari Bank itu sendiri. Dengan demikian, maka Anda akan bisa memanfaatkannya lebih maksimal. Inilah beberapa fungsi sampingan Bank, antara lain :

Mendukung Lancarnya Mekanisme Pembayaran

Mungkin banyak masyarakat yang tidak sadar, bahwasannya dengan adanya Bank, ternyata mampu membantu memperlancar transaksi pembayaran dalam hitungan menit bahkan detik. Keberadaan fasilitas banking di smartphone yang kini semakin praktis dan mudah, membuat segala transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan sentuhan jari. Tanpa harus keluar rumah dan bisa dilakukan di tengah aktivitas Anda sehari – hari.

Segala macam bentuk pembayaran secara elektronik bisa dilakukan seperti, melakukan transaksi transfer antar Bank, pembayaran honor karyawan, pembayaran berbagai tagihan, atau pun penyaluran pembayaran lainnya. Selain itu Bank juga menyediakan pembayaran secara kredit dengan memanfaatkan kartu kredit.

Mendukung Lancarnya Transaksi Internasional

Transaksi beda negara akan terasa sulit tanpa adanya Bank. Perbedaan mata uang yang digunakan, jarak tempuh antar negara, letak geografis, budaya dan lain sebagainya menjadi kendala untuk melakukan transaksi tanpa melalui Bank. Anda tak perlu pusing menukarkan mata uang terlebih dahulu atau pun melakukan proses ribet lainnya jika memanfaatkan keberadaan Bank. Transaksi internasional menjadi mudah dan bisa dilakukan secara otomatis melalui Bank.

Pembuatan Uang

Mata uang yang dikeluarkan oleh Bank dalam bentuk uang giral dimana bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran yang sah dan legal. Dalam proses pembuatannya tidak dilakukan sembarangan, karena sedikit banyaknya jumlah uang yang diproduksi akan sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat. Yang mempunyai wewenang untuk melakukan pengaturan lebih lanjut adalah Bank Central.

Sarana untuk Berinvestasi

Bank juga menawarkan berbagai produk investasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Produk investasi yang bisa Anda manfaatkan antara lain seperti saham, mata uang asing, emas, derivatif dan lain sebagainya.

Berfungsi untuk Menyimpan Barang Berharga

Bank mempunyai fungsi sebagai ruang penyimpanan barang berharga juga lo. Anda bisa menitipkan sertifikat, emas, perhiasan lain, surat – surat penting dan barang lain yang dianggap berharga. Selain itu, Anda juga bisa melakukan penyewaan safe deposit box dari Bank.

Dari semua fungsi yang ada dari Bank, baik itu secara umum atau pun sampingan, keberadaan Bank mempunyai peran penting dalam membantu pengembangan pembangunan sebuah negara secara nasional.

Peran Bank terhadap Perekonomian Indonesia

Keberadaan Bank begitu penting bagi perkembangan sebuah negara. Khususnya dalam membantu menjaga kestabilan ekonomi di ruang lingkup sebuah negara tersebut. Dengan pusat pengendalian regulasinya berada di Bank sentral yang mana di Indonesia sendiri dikenal dengan sebutan Bank Indonesia.

Bagi masyarakat sendiri, keberadaan Bank mampu membantu memperlancar jalannya sirkulasi dana. Sehingga kegiatan transaksi bisa berjalan dengan lancar dan akhirnya mampu menopang kondisi perekonomian masyarakat itu sendiri. Nilai mata uang yang stabil, akan membantu memperkuat perekonomian sebuah negara.

Cara Bank Beroperasi

Mungkin secara umum Anda sudah mengetahui bagaimana cara kerja dari Bank. Namun untuk detailnya, mungkin Anda perlu memahaminya agar tahu bagaimana sebenarnya sistem operasional yang dilakukan sehari – hari. Pastinya dalam benak Anda muncul berbagai pertanyaan perihal dunia perbankan, seperti bagaimana pihak bank bisa memberikan gaji ke seluruh karyawan yang jumlahnya puluhan ribu orang? Bagaimana pihak bank bisa bertahan di tengah persaingan yang semakin meningkat? Atau pun pertanyaan – pertanyaan lainnya.

Pihak Bank memulai sistem operasionalnya dari setoran tabungan yang dilakukan para konsumen. Selanjutnya besaran keseluruhan tabungan yang masuk, akan dihimpun terlebih dahulu. Kemudian pihak Bank akan mengelola uang tersebut sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang mana nantinya akan disalurkan kepada konsumen yang mempunyai tabungan berupa bunga tahunan. Selain itu, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, biasanya pihak Bank akan menggunakan uang setoran dari para konsumen untuk berinvestasi. Pihak Bank juga menyalurkan dana tersebut untuk dipinjamkan kepada konsumen yang membutuhkan dana. Tujuan penggunaan dana pun bermacam – macam seperti pembiayaan kredit perumahan rakyat (KPR), kredit kendaraan bermotor, kredit usaha dan lain sebagainya.

Contoh Cara Bank Beroperasi

Agar lebih jelas, contoh sederhananya seperti ini, konsumen menabung sejumlah uang dengan bunga sebesar 3 % setiap tahun. Kemudian, pihak Bank akan menggunakan setoran uang dari konsumen yang menabung untuk berinvestasi dengan bunga 7 % per tahun atau pun meminjamkannya kepada konsumen dengan bunga 9 % per tahun.

Total keuntungan kotor yang diperoleh adalah 16 % dikurangi pembayaran bunga 3 % bagi konsumen yang menabung. Jadi keuntungan kotor yang diperoleh pihak Bank adalah 13 %. Jika diglobalkan, tentu keuntungan yang didapat 13 % tersebut sangatlah banyak. Tergantung nominal uang yang dihimpun oleh pihak Bank.

Sumber Keuntungan Lain yang Diperoleh Bank

Sumber keuntungan lain yang didapatkan oleh Bank adalah biaya layanan yang ditawarkan kepada konsumen seperti biaya transaksi transfer, biaya tahunan kartu kredit, biaya transaksi di anjungan tunai mandiri atau pun transaksi – transaksi lainnya termasuk transaksi pembayaran di merchant – merchant yang sudah bekerjasama dengan pihak Bank.

Jenis-Jenis Bank yang Tersedia

Jenis Bank di masyarakat terdapat bermacam – macam jika dikategorikan dari seginya. Misalnya saja dari segi tugas, dari segi kepemilikan, dari segi status dan juga dari segi prinsip. Berikut ini terdapat detail pembahasan dari jenis Bank berdasarkan kategori segi.

Berdasarkan Segi Tugas

Jenis Bank berdasarkan segi tugas ini dikategorikan menjadi 3 antara lain Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum dan Bank Sentral.

Berdasarkan Segi Kepemilikan

Jenis Bank berdasarkan segi kepemilikan ini dikategorikan menjadi 4 antara lain Bank Pemerintah, Bank Swasta, Bank Pembangunan Daerah, Bank Asing dan Bank Campuran.

Berdasarkan Segi Status

Jenis Bank berdasarkan segi status ini dikategorikan menjadi 2 antara lain Ban Devisa dan Bank Non Devisa.

Berdasarkan Segi Prinsip

Jenis Bank berdasarkan segi prinsip ini dikategorikan menjadi 2 antara lain Bank Konvensional dan Bank Syariah.

Jenis Bank Berdasarkan Segi Tugas

Jenis Bank dari segi tugas sendiri sudah ditetapkan berdasarkan Undang – Undang. Undang – Undang yang mengatur perihal jenis Bank ialah UU No 7 yang disahkan pada tahun 1992. Bank dikategorikan dalam 3 jenis antara lain, Bank Perkreditan Rakyat, Bank Umum dan Bank Sentral.

Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat atau biasa disingkat dengan sebutan BPR ini melakukan aktivitas sehari – hari secara konvensional dan juga menerapkan prinsip – prinsip syariah. Ruang gerak Bank jenis ini juga dibatasi karena tidak menyediakan layanan transaksi (lalu lintas transaksi). Contoh layanan transaksi yang tidak disediakan adalah transaksi kliring, transaksi valuta asing, transaksi simpanan giro dan lain sebagainya. Jenis Bank ini hanya berfokus pada deposito atau tabungan dari konsumen, penyediaan modal atau pun kredit investasi.

Bank Umum

Bank Umum di masyarakat luas seringkali disebut sebagai Bank Komersial. Bank Umum juga melakukan aktivitasnya sehari – hari secara konvensional dan menerapkan prinsip – prinsip syariah, hanya saja jenis Bank ini memberikan atau menyediakan layanan transaksi pembayaran. Transaksi yang dilakukan antara lain seperti penimbunan dana dari setoran konsumen, menyediakan modal untuk dikreditkan kepada masyarakat umum sebagai modal usaha atau keperluan kredit lainnya, transaksi antar Bank (pemindahan dana), penyimpanan berbagai barang berharga dan juga layanan lainnya. Seluruh layanan jasa yang ditawarkan oleh Bank pada umumnya bisa Anda nikmati di Bank Umum. Wilayah operasi dari Bank Umum hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Bank Sentral

Bank ini merupakan Bank yang sah dimiliki dan didirikan oleh negara untuk berbagai tujuan. Peran paling utama dari jenis Bank ini adalah menjaga dan juga mengatur stabilitas harga dari mata uang negara. Nah, disini tingkat inflasi dikendalikan oleh Bank Sentral. Selain itu Bank Sentral juga mempunyai tanggung jawab dalam mengoptimalkan kondisi perekonomian agar tetap seimbang antara keberadaan barang dan jumlah uang yang beredar. Jadi sistem finansial secara nasional diatur dan dikendalikan penuh oleh Bank Sentral.

Sebutan lain Bank Sentral

Di negara kita, Bank Sentral populer dengan sebutan Bank Indonesia. Untuk tugasnya secara detail, bisa Anda simak pada penjelasan di bawah ini.

Memberi Pengawasan

Memberikan pengawasan kepada seluruh Bank Umum agar efektivitas kebijakan moneter dapat terjaga dan tetap stabil. Pelaksanaan kebijakan moneter yang sudah ditetapkan oleh Bank Sentral, secara penuh berpindah tangan kepada Bank Umum.

Penanggungjawab Sistem Pembayaran

Bertanggung jawab dalam menjaga dan juga mengatur lancar atau tidaknya sistem pembayaran. Bank Sentral mempunyai wewenang dalam upaya memberikan persetujuan pelaksanaan jasa sistem pembayaran yang digunakan seperti, sistem pembayaran dalam bentuk kartu, sistem kliring, sistem transfer dana dan jasa sistem pembayaran lainnya.

Pemangku Wewenang Kebijakan Moneter

Memiliki wewenang dalam menetapkan dan juga menyelenggarakan kebijakan moneter agar nilai uang bisa tetap terjaga. Untuk mewujudkan kebijakan moneter, biasanya dilakukan dengan cara menetapkan suku bunga yang digunakan.

Jenis Bank berdasarkan Segi Kepemilikan

Jenis Bank dari segi kepemilikan dikelompokkan berdasarkan siapa pemiliknya. Baik itu pemerintah, perseorangan (swasta), ataupun orang asing.

Bank Pemerintah

Bank ini ialah Bank yang sebagian besar atau bahkan kesemua sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori Bank milik pemerintah antara lain Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri.

Bank Swasta

Jenis Bank ini ialah Bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pihak swasta. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori Bank milik swasta antara lain Bank Sinarmas, Bank Permata, Bank UOB, Bank OCBC NISP, Panin Bank, Bank MNC, Bank Maybank, Bank Danamon, Bank Bukopin, Bank Mega, Bank Central Asia (BCA) dan lain sebagainya.

Bank Asing

Jenis Bank ini biasanya merupakan cabang dari Bank Asing yang ditempatkan di berbagai negara strategis yang dianggap menguntungkan, dimana semua sahamnya dimiliki oleh pihak asing. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori Bank Asing antara lain Standart Chartered, Citibank, JPMorgan Chase, Bangkok Bank, Bank of America, Bank of China, HSBC dan lain sebagainya.

Bank Pembangunan Daerah

Jenis Bank ini ialah Bank yang sebagian atau bahkan kesemua sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah provinsi. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori Bank Pembangunan Daerah antara lain Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Jabar, Bank Jambi, Bank Sumut dan masih banyak lagi Bank daerah di Indonesia. Bank ini digunakan untuk membantu menopang perekonomian daerah.

Bank Campuran

Jenis Bank ini ialah Bank yang dibuat oleh satu atau sekelompok Bank umum yang ada di wilayah Indonesia bersama dengan satu atau sekelompok Bank yang ada di luar negeri. Bisa dikatakan Bank jenis ini adalah didirikan dari hasil kerjasama antar individu atau pun antar kelompok. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori Bank campuran antara lain Bank DBS, Bank Sakura Swardama, Bank Commonwealth, Mitsubishi Buana Bank, Interpacifik Bank, dan Bank ANZ. Beberapa deretan Bank Campuran ini mungkin taka sing di telinga Anda.

Jenis Bank berdasarkan Segi Status

Definisi dari jenis Bank dari segi status ialah sebuah Bank yang dinilai dari kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas yang bisa dilihat dari berapa banyak produk yang ditawarkan, berapa banyak dan juga kualitas pelayanan yang diberikan. Jenis Bank ini dibagi menjadi 2 jenis Bank antara lain sebagai berikut:

Bank Devisa

Jenis Bank ini mempunyai jangkauan layanan transaksi kepada masyarakat hingga ke luar negeri. Bisa dikatakan lebih banyak berkaitan dengan mata uang asing. Contoh transaksi yang bisa dilakukan seperti traveler cheque, transfer uang ke luar negeri atau pun transaksi luar negeri lainnya. Bank ini ada di hampir semua negara di dunia.

Bank Non Devisa

Jenis Bank ini mempunyai hak dalam menyelenggarakan transaksi layaknya Bank Devisa, yang membedakan hanyalah wilayah jangkauannya saja. Bank Non Devisa hanya ada di negara – negara tertentu saja.

Jenis Bank berdasarkan Segi Prinsip

Dari segi prinsip, jenis Bank secara umum dikelompokkan menjadi 2 bagian yakni Bank Konvensional dan Bank Syariah.

Bank Konvensional

Jenis Bank, dimana dalam menyelenggarakan seluruh kegiatan transaksinya dilakukan secara konvensional. Untuk harga yang ditentukan oleh pihak Bank disesuaikan dengan tingkat suku bunga yang digunakan, baik itu produk simpanan atau pun produk kredit serta berbagai biaya layanan jasa lainnya yang ditawarkan kepada semua konsumen.

Bank Syariah

Jenis Bank ini mengimplementasikan seluruh kegiatan transaksi antara pihak Bank dan pihak lainnya berdasarkan dengan syariat hukum Islam. Diterapkan secara menyeluruh berarti tidak ada pengecualian antara tingkat suku bunga produk simpanan, produk kredit dan juga transaksi lainnya. Sistem yang digunakan dalam prinsip syariah antara lain :

Mudharabah

Pembiayaan yang dilakukan menerapkan sistem bagi hasil atau istilahnya dalam hukum Islam adalah mudharabah.

Musharakah

Pembiayaan yang dilakukan dengan menerapkan prinsip penyertaan modal atau istilahnya dalam hukum Islam adalah musharakah.

Murabaha

Penggunaan sistem jual beli guna memperoleh keuntungan atau istilahnya dalam hukum Islam adalah murabaha.

Ijarah wa Iqtana

Penerapan sistem pemindah tanganan atau pemindah milikan barang dari satu pihak ke pihak lainnya atau istilahnya dalam hukum Islam adalah ijarah wa iqtana.

Pahami Perbankan untuk Transaksi yang Lebih Nyaman

Memahami lebih dekat perihal dunia perbankan, akan membantu memudahkan aktivitas Anda untuk melakukan berbagai transaksi. Anda juga bisa memanfaatkan segala fasilitas yang diberikan oleh Bank dengan lebih maksimal tanpa ada keraguan sedikitpun. Pengetahuan yang Anda miliki perihal perbankan, membuat Anda lebih bijak dalam mengatur keuangan dan tidak sembarangan saat meminjam modal tanpa memperhitungkan kemampuan diri sendiri.